News Ticker
  • Polres Bojonegoro Kembalikan Motor Hasil Ungkap Kasus Operasi Sikat Semeru 2026 ke Pemiliknya
  • Gelar Operasi Sikat Semeru 2026, Polres Bojonegoro Ringkus 11 Tersangka dan Pengungkapan Tuntas 100 Persen
  • Dorong Promosi Geopark, Pemkab Bojonegoro Resmikan Wisata TEKAD Banyu Kuning di Krondonan Gondang
  • Pemkab Bojonegoro dan Perhutani Siapkan Reboisasi 2.300 Hektare, Satu Juta Bibit Ditanam pada 2027
  • Usai Sukseskan Hari Santri, Kemenag Bojonegoro Siapkan Peringatan HAB
  • RSUD Sosodoro Bojonegoro Buktikan Mutu Layanan Jantung dan Saraf dengan Penghargaan Tingkat Nasional
  • 26 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 26 Oktober 2026
  • Laga Uji Coba, Suporter Persibo Bojonegoro Suarakan Solidaritas Karhutla di Tengah
  • Peringai Hari Santri Nasional 2026, PCNU Bojonegoro Gelar Jalan Sehat Bersarung
  • Sering Bikin Cemas, Dokter Gizi Ungkap Penyebab Berat Badan Stuck atau Naik Saat Menstruasi
  • Polres Bojonegoro Gelar Operasi Patuh Semeru 2026 Selama 14 Hari, Tilang Manual Mulai Diberlakukan Minggu Kedua
  • Ribuan Warga Padati Car Free Night di Alun-Alun, Kulineran Gratisa Sambil Nonton Sandur
  • 25 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 25 Oktober 2026
  • Inilah Cara Warga Bojonegoro Menabung Air untuk Musim Kemarau
  • Film Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki, Kisah Horror Berbalut Investigasi Jurnalistik yang Mencekam
  • Rutin Minum Teh Tekan Risiko Penyakit Jantung 11 Persen, Ini 4 Aturan Penyeduhan yang Tepat
  • Pemprov Jatim Gelar Deklarasi dan Edukasi Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital
  • Satpol PP Bojonegoro Imbau Warga Hindari Perhiasan Mencolok di Car Free Night
  • Rekayasa Lalu Lintas Car FRee Night, Ruas Jalan Alun-Alun Ditutup dan Tersedia Kantong Parkir Gratis
  • 24 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro24 Oktober 2026
  • Semarakkan HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro Gelar Bojonegoro Youth Festival 2026 dan Bagikan 600 Voucher Gratis
Bahaya Mengonsumsi Mi Instan Mentah Bagi Pencernaan, Berisiko Picu Penyakit Kronis

Bahaya Mengonsumsi Mi Instan Mentah Bagi Pencernaan, Berisiko Picu Penyakit Kronis

Mi instan menjadi salah satu makanan favorit bagi banyak orang karena praktis, murah, dan mudah ditemukan. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk menikmatinya langsung dari kemasan sebagai camilan renyah tanpa diseduh terlebih dahulu dengan air panas.

Kebiasaan tersebut sempat menjadi sorotan tajam setelah beberapa waktu lalu seorang remaja berusia 13 tahun asal Mesir dilaporkan meninggal dunia usai mengonsumsi tiga bungkus mi instan mentah. Berdasarkan hasil penyelidikan, penyebab kematian diduga kuat berkaitan dengan gangguan usus akut atau penyumbatan saluran pencernaan setelah mengonsumsi mi instan mentah dalam jumlah besar. Kasus ini pun memicu kekhawatiran global mengenai keamanan kebiasaan mengonsumsi mi instan tanpa dimasak.

Secara karakteristik, mi instan termasuk dalam kelompok ultra-processed food (UPF), yaitu pangan yang dibuat melalui berbagai tahapan pengolahan industri. Makanan jenis ini umumnya mengandung bahan tambahan seperti pengawet, penstabil, penguat rasa, hingga perisa buatan. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi pangan olahan industri yang terlalu sering berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis.

Saat dikonsumsi dalam keadaan mentah, ada pula risiko tambahan yang perlu diperhatikan, terutama yang berkaitan langsung dengan sistem pencernaan tubuh. Dampak pertama adalah mi menjadi lebih sulit dicerna. Mi instan sebenarnya dirancang untuk dikonsumsi setelah melalui proses pemasakan. Proses pemanasan dengan air membuat pati menyerap air dan menjadi lebih mudah dicerna oleh enzim di saluran cerna.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Food Research International menunjukkan bahwa proses hidrasi dan pemanasan membantu mengubah struktur pati sehingga lebih mudah dicerna dibandingkan saat masih kering. Karena teksturnya yang masih keras dan kadar airnya sangat rendah, mi instan mentah membutuhkan proses pencernaan yang jauh lebih lama. Kondisi ini dapat memicu rasa begah, perut tidak nyaman, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Dampak berikutnya adalah meningkatkan risiko iritasi dan radang usus. Mi instan mentah umumnya dikonsumsi bersama bumbu yang ditaburkan langsung tanpa melalui proses pelarutan dengan air. Kombinasi tekstur mi yang masih keras dengan bumbu berkadar garam tinggi dapat memberikan beban lebih besar pada dinding saluran pencernaan.

Kandungan natrium yang tinggi diketahui dapat memengaruhi keseimbangan bakteri baik atau mikrobiota usus dan memicu respons peradangan. Pola makan tinggi garam berkaitan dengan perubahan komposisi bakteri usus yang dapat mengganggu kesehatan saluran cerna dan meningkatkan respons inflamasi. Selain itu, konsumsi garam berlebih dapat melemahkan lapisan pelindung usus dan memperburuk proses peradangan, terutama pada individu yang sudah memiliki riwayat gangguan pencernaan.

Tidak hanya merusak usus, tingginya kadar natrium di dalam bumbu mi instan, baik saat dikonsumsi mentah maupun matang, juga dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Asupan natrium yang berlebihan diketahui memicu kenaikan tekanan darah. Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi mi instan terlalu sering dapat memicu hipertensi, yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.

Selain berdampak pada organ dalam, mi instan mentah juga berisiko melukai rongga mulut. Ketika dikunyah, tekstur mi yang keras dan tajam dapat menggores gusi, langit-langit mulut, bagian dalam pipi, hingga tenggorokan sehingga menimbulkan luka ringan atau sariawan. Risiko tersedak juga jauh lebih tinggi karena mi yang kering lebih sulit ditelan dibandingkan mi yang sudah dimasak hingga kenyal.

Lebih dari itu, konsumsi pangan olahan jenis UPF secara berlebihan dan terus-menerus dalam jangka panjang telah dikaitkan oleh para peneliti dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker. Oleh karena itu, meski sesekali mengonsumsi mi instan mentah tidak selalu menimbulkan dampak fatal secara langsung, menjadikannya sebagai camilan sehari-hari sangat tidak dianjurkan demi kesehatan tubuh.

Editor: Mohamad Tohir

Publisher: Mohamad Tohir

Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1793027347.2812 at start, 1793027347.6197 at end, 0.33848094940186 sec elapsed