News Ticker
  • Jangan Lewatkan! Nanti Malam Komunitas Dangdut Bojonegoro Siap Goyang Panggung Pantes Budal 7 di Stadion
  • Pemkab Bojonegoro Percepat Pembangunan Waduk dan Jaringan Irigasi Lintas Kecamatan
  • Fakta Kesehatan dan Tips Konsumsi MSG yang Aman
  • Kawal Kualitas Tembakau, Pemkab Bojonegoro Monitoring Dropping Pupuk NPK Non-Subsidi
  • Pengurus ICMI Bojonegoro Periode 2026-2031 Resmi Dilantik
  • 18 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 18 Juli 2026 di Bojonegoro
  • Seorang Perempuan Warga Blora Dilaporkan Ceburkan Diri ke Sungai Bengawan Solo
  • Tiga Momentum Hari Besar Nasional Diperingati Bersama, Bupati Wahono Ajak Perkuat Ekonomi dan Kualitas SDM Bojonegoro
  • Warga Blora Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Masjid di Bojonegoro Kota
  • Komunitas Dangdut Bojonegoro Bakal Ajak Goyang Masyarakat di Pantes Budal 7
  • Lolos Seleksi KPK RI, Mahasiswa Asal Dander Bojonegoro Ikuti Bootcamp Antikorupsi Nasional
  • 17 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 17 Juli 2026
  • Optimalkan Pajak Kendaraan Bermotor, Pemkab Blora Sinergi dengan Bapenda Jateng Percepat Pembangunan
  • Pemprov Jatim Dorong Penetapan KH Muhammad Yusuf Hasyim Sebagai Pahlawan Nasional Tahun Ini
  • Angka Kasus Batu Ginjal di Bojonegoro Cukup Tinggi, Masyarakat Perlu Waspada dan Paham Pencegahannya
  • 1.556 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar KKN SDGs Pemuda Berdampak di Bojonegoro
  • 16 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Hari Ini
  • Maling Motor di Gudang J&T Cargo Baureno Babak Belur Dihajar Massa, Pelaku Berhasil Ditangkap di Sawah
  • Kementerian HAM Kantor Wilayah Jawa Timur Gelar Analisa dan Evaluasi Produk Hukum Daerah di Bojonegoro
  • 4 Mouse Wireless Logitech M650 Terbaik
  • Perkuat Tata Kelola Data, Pemkab Bojonegoro Ikuti Evaluasi EPSS 2026 Bersama BPS
Perajin Souvenir Kayu Jati Kasiman Terancam Hilang

Perajin Souvenir Kayu Jati Kasiman Terancam Hilang

Oleh Nasruli Chusna

Kasiman – Perajin souvenir limbah kayu jati di Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, lambat laun terancam hilang. Sebab, selain kesulitan mendapatkan bahan baku berupa limbah bonggol kayu jati, mereka juga kesulitan mengembangkan pemasaran.

Menurut Maskun Adi Winarno, salah satu perajin yang mempunyai galeri UD Kondang Jati, kerajinan souvenir kayu jati di Dusun Bandar ini mulai dikenal sejak tahun 1990-an. Dulu, kata dia, perajin souvenir dan pengepul kerajinan ini sekitar 300 orang. Namun, karena sulitnya mendapatkan bahan baku kayu jati, kurangnya permodalan, dan pengembangan pemasaran akhirnya banyak perajin yang gulung tikar.

“Saat ini tinggal ada 200 perajin souvenir kayu jati ini yang masih bertahan,” ujar Maskun Adi Winarno sambil menghaluskan kerajinan toples kayu di galerinya, Rabu (19/08).

Menurut Maskun, bahan baku berupa bonggol dan limbah kayu jati biasanya didapatkan dari kawasan hutan di Kasiman, Kedewan, dan tempat penimbunan kayu milik Perhutani. Namun sekarang pohon kayu jati yang berumur tua banyak yang berkurang. Para perajin sempat berpikir untuk mengganti bahan baku dari kayu lain seperti mahoni tetapi ternyata tidak terlalu diminati pasar.

“Sebab, kayu jati itu sudah jadi ikon kerajinan di Bojonegoro,” ujarnya.

Soal pengembangan pemasaran, kata dia, selama ini pemesanan banyak berasal dari luar daerah seperti Jepara, Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Selain itu, para perajin juga mempunyai galeri-galeri di depan rumah. Namun, banyak di antara galeri itu yang kini sepi dan kosong barangnya. Bangunan galeri dan produk kerajinan yang dipasang juga banyak yang kusam dan ditempeli debu.

Maskun berharap dengan adanya jembatan penghubung Padangan-Kasiman bisa menggeliatkan lagi usaha kerajinan souvenir di Dusun Bandar, Desa Batokan ini. Hampir setiap rumah di dekat jalan Dusun Bandar, Desa Batokan, penghuninya menjadi perajin kerajinan berbahan limbah kayu jati ini. Ada yang membuat kerajinan dari bahan mentah menjadi setengah jadi, ada yang mengerjakan penghalusan kerajinan itu, dan ada pula yang proses penyelesaian akhir.

Menurut As’ad, perajin yang mempunyai galeri UD Tijaroh Jati, selain mengirim produk kerajinan keluar daerah, ia juga mengandalkan penjualan produk melalui pengunjung yang datang di galerinya. Biasanya rata-rata dalam sehari ada 5-10 pengunjung yang datang ke galeri. Mereka kebanyakan karyawan proyek minyak dan gas yang sedang menempuh pendidikan di Cepu, Blora, Jawa Tengah.

Berbagai produk kerajinan kayu jati yang dipasang di galeri UD Tijaroh Jati itu di antaranya toples kayu jati seharga Rp37.500 per biji, tempat air minum kayu jati seharga Rp65.000/biji, tempat lampu kayu jati seharga Rp100.000, guci kayu jati seharga Rp75.000, sampai asbak kayu jati seharga Rp20.000/biji.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, mengatakan, potensi kerajinan kayu jati di Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman itu sebenarnya bisa dikembangkan menjadi objek wisata industri kreatif. Ke depan, kata dia, berbagai potensi kerajinan itu akan dipromosikan lebih gencar sehingga menarik minat wisatawan.

“Selain itu, kami juga akan mendorong agar perajin itu membuat produk-produk kerajinan yang menjadi ikon Bojonegoro. Mereka jangan asal membuat produk kerajinan, tetapi juga harus memikirkan bagaimana mengembangkan ikon produk kerajinan khas Bojonegoro seperti halnya batik jonegoroan,” ujarnya. (rul/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1784386778.89 at start, 1784386779.2648 at end, 0.37483191490173 sec elapsed