Petani di Desa Donan Berhasil Kembangkan Budidaya Terong
Senin, 01 Agustus 2016 13:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Purwosari - Petani di Desa Donan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, berhasil mengembangkan budidaya tanaman terong di lahan persawahan dan tegalan. Buah terong dari Desa Donan banyak diburu oleh pembeli luar daerah.
Desa Donan ini terletak di tengah hutan milik Perhutani KPH Padangan. Petani di Desa Donan ini ternyata menghasilkan terong kualitas super. Selain berukuran besar, buah terong ini juga rasanya lebih lezat dari terong biasa.
Menurut Kepala Desa Donan, Adji, tanaman terong ini menjadi pilihan untuk dibudidayakan di Desa Donan. Apalagi karakteristik tanah di Desa Donan yang cenderung kering, maka pilihan jatuh pada tanaman bernama latin Solanum melongena ini. Saat ini luasan tanaman terong di desanya mencapai 150 hektar di antaranya ada di tegalan dan tanah kawasan hutan.
Terong donan terkenal akan kualitas mulai ukuran buah yang besar yang bisa mencapai sebetis orang dewasa. Selain itu rasa manis dan buah yang tak hancur ketika dimasak membuat terong donan mendapatkan hati di pasaran. Biasanya di musim panen terong donan ini diminati tak hanya tengkulak Bojonegoro akan tetapi luar Bojonegoro seperti Purwodadi, Madiun dan beberapa kota di Jawa Tengah.
Adji mengungkapkan saat musim panen dalam satu hari biasanya tak kurang 17 truk mengangkut hasil bumi dari Desa Donan ke berbagai daerah. Melihat potensi ini kedepan dirinya tak hanya mengajak warganya menanam terong akan tetapi melirik tanaman lain yakni singkong untuk dibudidayakan utamanya di daerah hutan.
Ditambahkan Adji, terong Donan tak hanya dikenal buahnya akan tetapi kesuksessan petani juga membuat beberapa daerah tetangga seperti Magetan dan Ponorogo melakukan kunjungan dan studi banding tentang budidaya tanaman terong di Desa Donan Kecamatan Purwosari. Dua kabupaten itu yang beberapa waktu lalu melakukan lawatan dan belajar bersama petani Desa Donan.
Pak Andik salah satu petani terong di Desa Donan mengungkapkan budidaya tanaman terong ini dipandang lebih menjanjikan jika dibanding tanaman lain semisal padi. Karena kabanyakan tanah di desanya merupakan sawah tadah hujan yang hanya produktif saat musim penghujan. Oleh karenanya sejak 5 tahun lalu banyak warga yang memilih untuk menanam tanaman buah terong di tanah mereka. Apalagi terong tak memerlukan perawatan khusus hanya mengolah tanah, cukup air dan pupuk serta obat-obatan untuk mengobati serangan hama. Biasanya tanaman terong ini diserang oleh hama cabuk dan keriting daun. Saat ini harga terong per buah antara Rp 500 Rp 750.
Yang menguntungkan dari budidaya tanaman terong ini adalah musim panen yang bisa mencapai 3 bulan lebih jika dirawat dengan baik dan setiap hari bisa dipanen. (her/kik)












































.md.jpg)






