News Ticker
  • Kasus Pungli Tidak Harus Dilanjutkan Pidana Jika Kerugiannya Kecil
  • Tim Teknis dan Komersial Pertamina Masih Lakukan Kajian untuk Negosiasi Dengan EMCL
  • Banyak Hambatan, PEPC Masih Berharap Proyek EPC-GPF JTB Bisa Mulai Tahun Ini
  • Puskesmas Tetap Buka Selama Cuti Lebaran
  • Bupati Salat Id di Sugihwaras, Wabup di Masjid Darussalam
  • Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H / 2017
  • HMI-KAHMI Bojonegoro Bagikan 3200 Takjil dalam Sebulan untuk Penunggu Pasien Rumah Sakit
  • Hati - Hati Pengguna Kartu Indosat, Nomor Anda Bisa Jadi Dobel Kalau Hal Ini Terjadi
  • Seorang Balita Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Sukosewu
  • Dinkes Bojonegoro Sediakan Ratusan Petugas Kesehatan Layani Pemudik
  • Ratusan Warga Antri Pembagian Zakat di Masjid At-Taqwa, Jalanan Padat Merayap
  • H-1 Lebaran Ratusan Masyarakat Serbu Pusat Perbelanjaan
  • Anggota Sat Reskrim Polres Bojonegoro Tangkap 2 Orang Penombok Judi Dadu
  • Sat Reskrim Polres Bojonegoro Tangkap Satu Dari Dua DPO Kasus Curat di Gayam
  • Pemudik Diharap Hati-Hati di Pasar Tumpah
  • Hendak Pulang Kampung, Motor Warga Kalitidu Terbakar di Perempatan Sumberrejo
  • Kemenhub akan Kunjungi Blora untuk Reaktifasi Bandara Ngloram
  • Festival Obor pada Malam Colok Songo di Mojodeso
  • Kapolres Blora Imbau Pemudik Waspada Kriminalitas di Tempat Umum
  • Mudik Lebaran, Perempuan Ini Kayuh Sepeda Pancal dari Bandung ke Blora

Program Penyediaan Air Bersih ExxonMobil Cepu Limited

Ada HIPPAM, Kini Air Bersih Tercukupi

Ada HIPPAM, Kini Air Bersih Tercukupi

 *Oleh Imam Nurcahyo

AIR sebagai sumber kehidupan sangat penting bagi masyarakat. Selain mendukung terciptanya lingkungan sehat, juga menopang pengembangan ekonomi masyarakat. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyadari hal ini dengan mewujudkannya dalam Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih dan Jamban Sehat Berbasis Masyarakat, serta Penguatan Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM). Program Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas ini telah dilaksanakan sejak 2008 di kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Blora.

Suhadak masih ingat beberapa tahun yang lalu setiap menjelang pertengahan tahun, dirinya dan warga lain di Desa Campurejo, Bojonegoro selalu was-was. Pasalnya, setiap pertengahan tahun, kekeringan dan kekurangan air kerap melanda wilayahnya. “Beberapa tahun yang lalu kami sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” kenangnya.

Suhadak mengisahkan, ketika memasuki musim kemarau, sumur bor yang biasa mereka gunakan kering. Tidak ada air yang keluar. “Rata-rata warga mempunyai sumur dengan kedalaman sekitar 24 hingga 30 meter. Ketika kemarau, sudah tidak bisa mengeluarkan air,” tuturnya.

Kini suasana seperti itu telah sirna setelah adanya Program Pendukung Operasi EMCL di desa tersebut. EMCL bersama masyarakat dan mitra LSM telah melaksanakan Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih dan Jamban Sehat Berbasis Masyarakat, serta penguatan bagi Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM). Keberadaan HIPPAM sangat penting untuk menjamin kemandirian dan keberlanjutan program penyediaan air bersih bagi masyarakat desa tersebut.

Di Desa Campurejo dan 19 desa lain yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Blora, EMCL membangun fasilitas air bersih berupa sumur dan menara air serta salurannya ke setiap rumah. Sejak tahun 2008, program ini telah membantu masyarakat sekitar wilayah Blok Cepu mengatasi masalah kekeringan dan kekurangan air bersih.

Warga Desa Campurejo dan Suhadak mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas air bersih tersebut, karena bisa mencukupi kebutuhan air sehari-hari selama musim kemarau. “Alhamdulillah sangat terbantu. Air itu kebutuhan utama dalam hidup, selain untuk memasak, juga untuk keperluan mandi dan mencuci,” kata warga dari RT 11 itu.

Dengan jenis pompa air lebih canggih, yang mampu mencapai sumber air lebih dalam, ketersediaan air di wilayahnya akan terus tercukupi. “Sistemnya otomatis. Jika airnya berkurang akan langsung mengisi dan jika sudah penuh akan mati sendiri,” jelas Suhadak.

Selain itu, dia memaparkan, dengan sumber lebih dalam, air yang dikeluarkan dari fasilitas itu lebih bersih. “Airnya jernih dan lebih aman untuk keperluan air minum dan memasak,” imbuhnya. Kini tidak ada lagi keluhan air berkapur.

Senada dengan Suhadak, Matraji mengaku juga sangat terbantu dengan adanya program EMCL ini. Rumahnya yang tidak jauh dari lokasi menara air, juga memanfaatkan fasilitas tersebut. Meski di rumahnya ada sumur dan pompa listrik sendiri, dia mengaku lebih memilih menggunakan air dari HIPPAM dengan alasan bisa menghemat biaya listrik.

“Alhamdulillah dengan adanya air dari program ini bisa mengurangi beban listrik di rumah saya,” ungkap Matraji.

Setali tiga uang dengan warga Kecamatan Gayam. Sukoco, warga Dusun Sumur Pandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam mengaku tidak pernah cemas dengan kebutuhan air bersih. Di Desa Gayam, kata dia, sudah ada 4 menara air dan lebih dari 400 Sambungan Rumah (SR) terpasang. Karena tergolong daerah rendah, Gayam mengambil sebagian sumber airnya dari desa tetangga, Ringin Tunggal. “Desa Gayam cukup luas, makanya kita sedang mengupayakan untuk memperluas jaringannya lagi,” ucap ketua HIPPAM Desa Gayam ini.

Hal yang sama dirasakan warga Mojodelik dan Bonorejo. Di Mojodelik, terdapat 2 menara penampungan air dengan 2 rumah pompa untuk mengalirkan air dengan jaringan pipa sepanjang 4.933 meter bagi 246 Sambungan Rumah. Di Desa ini juga telah dibangun 772 jamban sehat dan terdapat 70 kader sanitasi yang telah terlatih. Sedangkan di Desa Bonorejo, telah dibangun 2 menara tendon dengan satu rumah pompa yang menyalurkan air ke 246 rumah melalui jaringan pipa sepanjang 3.564 meter. Dalam program ini, 10 kader sanitasi bersama masyarakat Bonorejo membangun 287 jamban sehat.

Di Kecamatan Gayam sendiri, sudah dibangun 8 menara air, 24.275 meter saluran pipa, dan sudah digunakan oleh 1.334 rumah. Meliputi Desa Mojodelik, Gayam, Begadon, Ringin Tunggal, Beged, dan Bonorejo. Selain air bersih, di wilayah terdekat operasi EMCL ini, sudah dibangun 3.365 jamban sehat. Selain infrastruktur penunjang kesehatan, juga terdapat 220 kader sanitasi yang dilatih untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Tak heran jika pada tahun 2015 lalu, Kecamatan Gayam mendapatkan penghargaan sebagai wilayah bebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.  

Masyarakat Merasa Memiliki

Sejak tahun 2008, EMCL bersama-sama masyarakat telah membangun fasilitas air bersih dan jamban sehat di 20 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora. Fasilitas tersebut meliputi 27 menara air dengan jaringan pipa sepanjang lebih dari 64,7 km dan dimanfaatkan oleh 5.684 sambungan rumah.

Dalam pelaksanaannya EMCL bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kompeten di bidangnya. Program yang telah disetujui SKK Migas serta mitra Blok Cepu: Pertamina EP Cepu dan Badan Kerjasama PI Blok Cepu ini dimulai dengan pembentukan Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM). Beranggotakan masyarakat, HIPPAM berperan sebagai lembaga penggerak program, mulai dari pembentukan sampai pengelolaan jangka panjang.

Setelah terbentuk kepengurusan HIPPAM, dilanjutkan dengan penguatan kelembagaan dan peran HIPPAM dengan memberikan pelatihan manajemen organisasi dan keuangan, pembuatan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) lembaga, Peraturan Desa tentang air bersih, akta notaris lembaga, bantuan sarana dan prasarana berupa laptop dan perangkat lunak sistem keuangan, renovasi kantor serta pendirian koperasi.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengungkapkan rasa terima kasih atas program penyediaan fasilitas air bersih di desanya, tepatnya di Dusun Ploso Lanang. Selama ini saat musim kemarau warga sangat kesulitan air dan hanya mengandalkan persediaan air dari tangki. “Keberadaan program ini dengan adanya tower air di RT 11 mampu mencukupi kebutuhan air di 4 RT, yakni di RT 10, 11, 16 dan 29,” paparnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono mengapresiasi EMCL yang telah membantu mengatasi kekurangan air bersih di Bojonegoro.  “Dengan partisipasi dari EMCL, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merasa terbantu dalam penanggulangan masalah kekeringan,” ujar dia.

Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, program ini merupakan wujud dari gotong royong dengan didasari rasa saling percaya untuk bersama-sama menyelesaikan masalah warga. “Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan dilakukan warga. Program ini milik masyarakat,” katanya.

Program ini merupakan komitmen industri hulu migas untuk berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. EMCL sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dibawah pengawasan SKK Migas mewujudkannya sebagai sebuah sinergi dengan semua pihak. Buktinya, dalam pelaksanaan program, EMCL bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, yakni Dinas Kesehatan, BAPPEDA, dan Dinas Pekerjaan Umum.  “Kerja sama ini merupakan bentuk sinkronisasi dengan program pemerintah,” pungkas Rexy. (*/inc)

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Berita TerkiniBerita Poluler

Sosok

Fotografi Bisa Menjelaskan yang Tak Bisa Ditulis

Wahyu Budianto Toak, Fotografer Bojonegoro

Fotografi Bisa Menjelaskan yang Tak Bisa Ditulis

Oleh Vera Astanti Lelaki itu sibuk menangkap momen. Bukan hanya dengan mata, tetapi juga dengan sebuah kamera yang tercengkeram erat ...

Quote

Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H / 2017

Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H / 2017

Sambutan Bupati Bojonegoro Idul Fitri 1438 H/ 2017 "Bersatu Melangkah Maju" Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarakaatuh. Alhamdullilahiribbil alamin wasolatubwassakamu ala Asrofil mursalin ...

Opini

Pendaftaran Siswa Baru dengan Sistem Baru

Opini

Pendaftaran Siswa Baru dengan Sistem Baru

*Oleh Totok Sujatmiko PADA Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun sebelumnya, sistem yang dipergunakan adalah system online berbeda dengan tahun ...

Eksis

Belajar Mencintai Hewan-Hewan kepada Solikin Ular

Belajar Mencintai Hewan-Hewan kepada Solikin Ular

Oleh Vera Astanti Untuk mencari lokasi rumahnya, tidak begitu sulit. Di jalan raya Bojonegoro Padangan, saya masuk Desa Pungpungan Kecamatan ...

Pelesir

Festival Obor pada Malam Colok Songo di Mojodeso

Festival Obor pada Malam Colok Songo di Mojodeso

Oleh Vera Astanti Kapas - Baik di sisi kiri maupun kanan jalan sudah berderet ratusan nyala obor. Lampu listrik di ...

Religi

Puasa Tanpa Jiwa

Puasa Tanpa Jiwa

Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH PADA suatu hari seseorang menemui Nabi Syuaib dan berkata, Allah SWT telah melihat semua ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Minggu, 25 Juni 2017

Berita Foto

Ratusan Warga Antri Pembagian Zakat di Masjid At-Taqwa, Jalanan Padat Merayap

Ratusan Warga Antri Pembagian Zakat di Masjid At-Taqwa, Jalanan Padat Merayap

Oleh Piping Dian Permadi RATUSAN warga terlihat mengantri berdesakan dalam pembagian zakat fitrah di depan masjid At-Taqwa jalan Teuku Umar ...

Infotorial

Program Pendukung Operasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Mengolah Sampah Jadi Berkah

Program PHBS dan Pengelolaan Sampah di Sekolah

Program Pendukung Operasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Mengolah Sampah Jadi Berkah

Oleh Imam Nurcahyo Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama pemerintah terus melakukan berbagai ...

Resensi

Cerita Penuh Hikmah Selama Seribu Satu Malam

Cerita Penuh Hikmah Selama Seribu Satu Malam

Oleh Vera Astanti BUKU ini adalah legenda. Namanya akrab dan melekat di benak masyarakat dunia. Cerita cerita di dalamnya tak ...

Feature

Mudik Lebaran, Perempuan Ini Kayuh Sepeda Pancal dari Bandung ke Blora

Cerita Mudik Unik Hatning Natalia Maindra (36)

Mudik Lebaran, Perempuan Ini Kayuh Sepeda Pancal dari Bandung ke Blora

Oleh Priyo Spd Blora Menempuh perjalanan ribuan kilometer saat mudik lebaran dengan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor atau ...

Teras

Surabaya Kini Jadi Kota Nyaman Ditinggali

Surabaya Kini Jadi Kota Nyaman Ditinggali

Oleh Heriyanto Bojonegoro Wajah Kota Surabaya kini banyak berubah. Tidak seperti dulu. Dulu Kota Pahlawan itu kesannya seperti lagunya Franky, ...

Statistik

Hari ini

2.297 pengunjung

4.561 halaman dibuka

96 pengunjung online

Bulan ini

112.018 pengunjung

330.434 halaman dibuka

Tahun ini

536.309 pengunjung

2.204.660 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 578.884

Indonesia: 9.221

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\