News Ticker
  • Jalan Penghubung Desa di Blora Ambles
  • Antisipasi Kejahatan dan Balap Liar, Satlantas Polres Bojonegoro Optimalkan Patroli Malam
  • Antisipasi Peredaran Narkoba BNNP Jateng Kosek Hiburan Malam Di Cepu
  • Jelang Peringatan Natal dan Tahun Baru 2018, Polres Bojonegoro Adakan Rakor Lintas Sektoral
  • Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro Belajar Industri Hulu Migas
  • PEPC Terima Persetujuan Desain Proyek JTB dari Ditjen Migas
  • Polres Blora Operasi Pasar Menjelang Natal dan Tahun Baru
  • Siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro Fieldtrip ke Seloliman
  • Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip
  • Tim Buser Sat Reskrim Polres Blora Amankan Komplotan Pelaku Spesialis Curanmor
  • Pemkab Blora Berikan Tunjangan Kesejahteraan Bagi Guru Madin dan TPQ
  • Letkol Inf Ryzadly Syahrazzy Themba S.Sos Jabat Dandim 0721/Blora
  • Dua Pasangan Diciduk Saat Berduaan di Rumah Kos
  • Kader Posyandu Kecamatan Gayam Ikuti Diskusi dan Pelatihan Kewirausahaan Mandiri
  • Gerakan Koperasi Gelar Studi Lapangan di Banyuurip
  • Avanza Tabrak Viar di Tuban, Pengendara Viar Meninggal Dunia
  • Jelang Pilkada 2018, Polres Bojonegoro Gelar Pembinaan Tiga Pilar se Kabupaten Bojonegoro
  • Bupati Bojonegoro Hadiri Survey Akreditasi RSUD Sosrodoro Djatikoesoemo
  • Supra X 125 Tubruk Supra Fit, Seorang Pengendara Luka-Luka
  • Dewan Pers : Setiap Tahun Ada 600 Aduan Terkait Masalah Pers

Program Penyediaan Air Bersih ExxonMobil Cepu Limited

Ada HIPPAM, Kini Air Bersih Tercukupi

Ada HIPPAM, Kini Air Bersih Tercukupi

 *Oleh Imam Nurcahyo

AIR sebagai sumber kehidupan sangat penting bagi masyarakat. Selain mendukung terciptanya lingkungan sehat, juga menopang pengembangan ekonomi masyarakat. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyadari hal ini dengan mewujudkannya dalam Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih dan Jamban Sehat Berbasis Masyarakat, serta Penguatan Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM). Program Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas ini telah dilaksanakan sejak 2008 di kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Blora.

Suhadak masih ingat beberapa tahun yang lalu setiap menjelang pertengahan tahun, dirinya dan warga lain di Desa Campurejo, Bojonegoro selalu was-was. Pasalnya, setiap pertengahan tahun, kekeringan dan kekurangan air kerap melanda wilayahnya. “Beberapa tahun yang lalu kami sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” kenangnya.

Suhadak mengisahkan, ketika memasuki musim kemarau, sumur bor yang biasa mereka gunakan kering. Tidak ada air yang keluar. “Rata-rata warga mempunyai sumur dengan kedalaman sekitar 24 hingga 30 meter. Ketika kemarau, sudah tidak bisa mengeluarkan air,” tuturnya.

Kini suasana seperti itu telah sirna setelah adanya Program Pendukung Operasi EMCL di desa tersebut. EMCL bersama masyarakat dan mitra LSM telah melaksanakan Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih dan Jamban Sehat Berbasis Masyarakat, serta penguatan bagi Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM). Keberadaan HIPPAM sangat penting untuk menjamin kemandirian dan keberlanjutan program penyediaan air bersih bagi masyarakat desa tersebut.

Di Desa Campurejo dan 19 desa lain yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Blora, EMCL membangun fasilitas air bersih berupa sumur dan menara air serta salurannya ke setiap rumah. Sejak tahun 2008, program ini telah membantu masyarakat sekitar wilayah Blok Cepu mengatasi masalah kekeringan dan kekurangan air bersih.

Warga Desa Campurejo dan Suhadak mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas air bersih tersebut, karena bisa mencukupi kebutuhan air sehari-hari selama musim kemarau. “Alhamdulillah sangat terbantu. Air itu kebutuhan utama dalam hidup, selain untuk memasak, juga untuk keperluan mandi dan mencuci,” kata warga dari RT 11 itu.

Dengan jenis pompa air lebih canggih, yang mampu mencapai sumber air lebih dalam, ketersediaan air di wilayahnya akan terus tercukupi. “Sistemnya otomatis. Jika airnya berkurang akan langsung mengisi dan jika sudah penuh akan mati sendiri,” jelas Suhadak.

Selain itu, dia memaparkan, dengan sumber lebih dalam, air yang dikeluarkan dari fasilitas itu lebih bersih. “Airnya jernih dan lebih aman untuk keperluan air minum dan memasak,” imbuhnya. Kini tidak ada lagi keluhan air berkapur.

Senada dengan Suhadak, Matraji mengaku juga sangat terbantu dengan adanya program EMCL ini. Rumahnya yang tidak jauh dari lokasi menara air, juga memanfaatkan fasilitas tersebut. Meski di rumahnya ada sumur dan pompa listrik sendiri, dia mengaku lebih memilih menggunakan air dari HIPPAM dengan alasan bisa menghemat biaya listrik.

“Alhamdulillah dengan adanya air dari program ini bisa mengurangi beban listrik di rumah saya,” ungkap Matraji.

Setali tiga uang dengan warga Kecamatan Gayam. Sukoco, warga Dusun Sumur Pandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam mengaku tidak pernah cemas dengan kebutuhan air bersih. Di Desa Gayam, kata dia, sudah ada 4 menara air dan lebih dari 400 Sambungan Rumah (SR) terpasang. Karena tergolong daerah rendah, Gayam mengambil sebagian sumber airnya dari desa tetangga, Ringin Tunggal. “Desa Gayam cukup luas, makanya kita sedang mengupayakan untuk memperluas jaringannya lagi,” ucap ketua HIPPAM Desa Gayam ini.

Hal yang sama dirasakan warga Mojodelik dan Bonorejo. Di Mojodelik, terdapat 2 menara penampungan air dengan 2 rumah pompa untuk mengalirkan air dengan jaringan pipa sepanjang 4.933 meter bagi 246 Sambungan Rumah. Di Desa ini juga telah dibangun 772 jamban sehat dan terdapat 70 kader sanitasi yang telah terlatih. Sedangkan di Desa Bonorejo, telah dibangun 2 menara tendon dengan satu rumah pompa yang menyalurkan air ke 246 rumah melalui jaringan pipa sepanjang 3.564 meter. Dalam program ini, 10 kader sanitasi bersama masyarakat Bonorejo membangun 287 jamban sehat.

Di Kecamatan Gayam sendiri, sudah dibangun 8 menara air, 24.275 meter saluran pipa, dan sudah digunakan oleh 1.334 rumah. Meliputi Desa Mojodelik, Gayam, Begadon, Ringin Tunggal, Beged, dan Bonorejo. Selain air bersih, di wilayah terdekat operasi EMCL ini, sudah dibangun 3.365 jamban sehat. Selain infrastruktur penunjang kesehatan, juga terdapat 220 kader sanitasi yang dilatih untuk mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Tak heran jika pada tahun 2015 lalu, Kecamatan Gayam mendapatkan penghargaan sebagai wilayah bebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.  

Masyarakat Merasa Memiliki

Sejak tahun 2008, EMCL bersama-sama masyarakat telah membangun fasilitas air bersih dan jamban sehat di 20 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora. Fasilitas tersebut meliputi 27 menara air dengan jaringan pipa sepanjang lebih dari 64,7 km dan dimanfaatkan oleh 5.684 sambungan rumah.

Dalam pelaksanaannya EMCL bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kompeten di bidangnya. Program yang telah disetujui SKK Migas serta mitra Blok Cepu: Pertamina EP Cepu dan Badan Kerjasama PI Blok Cepu ini dimulai dengan pembentukan Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM). Beranggotakan masyarakat, HIPPAM berperan sebagai lembaga penggerak program, mulai dari pembentukan sampai pengelolaan jangka panjang.

Setelah terbentuk kepengurusan HIPPAM, dilanjutkan dengan penguatan kelembagaan dan peran HIPPAM dengan memberikan pelatihan manajemen organisasi dan keuangan, pembuatan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) lembaga, Peraturan Desa tentang air bersih, akta notaris lembaga, bantuan sarana dan prasarana berupa laptop dan perangkat lunak sistem keuangan, renovasi kantor serta pendirian koperasi.

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengungkapkan rasa terima kasih atas program penyediaan fasilitas air bersih di desanya, tepatnya di Dusun Ploso Lanang. Selama ini saat musim kemarau warga sangat kesulitan air dan hanya mengandalkan persediaan air dari tangki. “Keberadaan program ini dengan adanya tower air di RT 11 mampu mencukupi kebutuhan air di 4 RT, yakni di RT 10, 11, 16 dan 29,” paparnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono mengapresiasi EMCL yang telah membantu mengatasi kekurangan air bersih di Bojonegoro.  “Dengan partisipasi dari EMCL, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merasa terbantu dalam penanggulangan masalah kekeringan,” ujar dia.

Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, program ini merupakan wujud dari gotong royong dengan didasari rasa saling percaya untuk bersama-sama menyelesaikan masalah warga. “Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan dilakukan warga. Program ini milik masyarakat,” katanya.

Program ini merupakan komitmen industri hulu migas untuk berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. EMCL sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dibawah pengawasan SKK Migas mewujudkannya sebagai sebuah sinergi dengan semua pihak. Buktinya, dalam pelaksanaan program, EMCL bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, yakni Dinas Kesehatan, BAPPEDA, dan Dinas Pekerjaan Umum.  “Kerja sama ini merupakan bentuk sinkronisasi dengan program pemerintah,” pungkas Rexy. (*/inc)

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Bermain Biola Bagian dari Hidup Akip

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Kota) - Sambil menikmati sore hari di sekitar Alun Alun Kota Bojonegoro di bawah teduhnya pohon ...

Quote

Indonesia Emas, Siapa Tahu?

Catatan Dahlan Iskan

Indonesia Emas, Siapa Tahu?

*Oleh Dahlan Iskan TOLONGLAH saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau ...

Opini

AIDS Masihkah Mengerikan?

Hari AIDS Sedunia

AIDS Masihkah Mengerikan?

*Oleh dr Achmad Budi Karyono HARI ini 1 Desember merupakan hari yang cukup menakutkan bagi setiap warga yang mengetahui tentang ...

Eksis

Bripka Juhair, Punya Inovasi Sampaikan Pesan-Pesan Kamtibmas Melalui Wayang

Polisi Inovatif

Bripka Juhair, Punya Inovasi Sampaikan Pesan-Pesan Kamtibmas Melalui Wayang

*Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Banyak cara untuk menunjang tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang anggota Korps Bhayangkara. Bripka Juhair ...

Pelesir

Warung Semok Iwak Gloso Mbak Sumi yang Fenomenal

Warung Semok Iwak Gloso Mbak Sumi yang Fenomenal

Oleh Angga Reza Bojonegoro (Temayang) Sebuah warung sederhana berdiri di ujung selatan Kabupatan Bojonegoro di dekat jembatan Kedungjati turut Desa ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Sabtu, 16 Desember 2017

Berita Foto

Jembatan Tersumbat Sampah, Aliran Sungai Meluber ke Jalan

Jembatan Tersumbat Sampah, Aliran Sungai Meluber ke Jalan

Oleh Vera Astanti Malo - Sebuah jembatan di Desa Sumberrejo Kecamatan Malo tersumbat tumpukan sampah saat hujan deras sore tadi, ...

Infotorial

Kualitas Pendidikan Meningkat, SMP Negeri 1 Gayam Makin Membanggakan

Program Pengembangan Sekolah SKK Migas - EMCL

Kualitas Pendidikan Meningkat, SMP Negeri 1 Gayam Makin Membanggakan

*Oleh Imam Nurcahyo SUASANA tenang dan asri sangat terasa saat memasuki pintu masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gayam, ...

Resensi

Kisah Pi yang Inspiratif

Kisah Pi yang Inspiratif

Oleh Vera Astanti Ini adalah kisah petualangan Piscine Molitor Patel, biasa di panggil Pi, si tokoh utama, anak keturunan India ...

Feature

Muhammad Jamil Muhlisin, Dokter Teladan Tingkat Nasional Asal Blora

Muhammad Jamil Muhlisin, Dokter Teladan Tingkat Nasional Asal Blora

Oleh Priyo Spd Blora- Siapa yang tidak mengenal Dokter Jamil?dia adalah Dokter asal Kecamatan Kunduran dengan nama lengkap dr. Muhammad ...

Teras

Ada Konten Gambar Gerak (GIF) Pornografi di WhatsApp

Ada Konten Gambar Gerak (GIF) Pornografi di WhatsApp

*Oleh Imam Nurcahyo Lindungi anak-anak dari pornografi! SEJUMLAH media pada Minggu (05/11/2017) ramai memberitakan adanya unsur pornografi yang terdapat pada ...

Statistik

Hari ini

303 pengunjung

668 halaman dibuka

59 pengunjung online

Bulan ini

40.869 pengunjung

125.003 halaman dibuka

Tahun ini

1.000.655 pengunjung

3.992.033 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 580.212

Indonesia: 12.062

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015