News Ticker
  • Polres Bojonegoro Titipkan 19 Tahanan Ke Rutan Bojonegoro
  • Jenazah Boimin, Warga Margomulyo Yang Ditemukan Meninggal Dunia, Telah Dimakamkan
  • Belok Tak Beri Isyarat, Avanza Ditubruk Honda Verza di Kalitidu, Pengendara Verza Luka-Luka
  • Polres Bojonegoro Limpahkan 2 Tersangka Perjudian di Kepohbaru, Pada JPU
  • Sambut Ramadhan, Para Pekerja Proyek JTB Gelar Doa Bersama Anak Yatim di Desa Bandungrejo
  • Polres Bojonegoro Amankan Tiga Orang Warga Ngasem yang Kedapatan Bermain Judi Erek-Erek
  • Polres Bojonegoro Tangkap Seorang Pengedar dan Dua Orang Pengguna Narkotika Jenis Sabu
  • Pemkab Bojonegoro Berikan Sosialisasi Open Data Kontrak kepada 150 Kontraktor
  • Kunjungan Kerja Manajer Sub National OGP Internasional di Bojonegoro
  • BSunsa Ajak Anak Anak Gemari Membaca Buku
  • Proyek JTB Diprediksi Molor Lagi, Pemkab Hanya Bisa Menunggu
  • Antisipasi Arus Mudik Lebaran, Operasikan Dua KA Tambahan
  • Operasi Patuh Hari Terakhir, Sat Lantas Polres Bojonegoro Tindak 315 Pelanggar
  • Seorang Kakek Warga Margomulyo Ditemukan Meninggal Dunia, Tersungkur di Parit Tegalan
  • Hadiri Rakor Forkopimda se Jatim, Kapolres Bersama Forpimda Bojonegoro Berkomitmen Jaga Kondusifitas Wilayah
  • Kurang Konsentrasi, Yamaha Vixion Seruduk Honda Mobilio di Balen, Pengendara Vixion Terluka
  • Kreatif, PKK Olah Menu Bahan Lokal Jadi Beragam Olahan Makanan
  • Warga Lokalisasi Jepon, Ikuti Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
  • PPSDM Migas Cepu, Laksanakan Diklat Gratis Peningkatan Ketrampilan Masyarakat
  • Razia Pagi, Sat Lantas Polres Bojonegoro Tindak 137 Pelanggar

Petani Bantaran Bengawan Solo Nekat Tanam Padi Lagi

Petani Bantaran Bengawan Solo Nekat Tanam Padi Lagi

Oleh Heriyanto

Kanor - Para petani di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro kembali nekat menanam padi. Di antaranya tersebar di Kecamatan Baureno, Kanor dan Balen. Mereka tidak takut tanamannya tenggelam, meski banjir susulan mengintai wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. 

Khamim, salah satu petani di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno mengaku, nekat menanam padi karena beras di rumah stoknya sudah menipis. Sehingga jika tanaman padinya kali ini panen, bisa menjadi cadangan hingga bulan September mendatang. 

"Harapannya tidak terendam banjir, karena jika nanti panen untuk cadangan pangan sampai bulan sembilan," ujarnya, Selasa (10/01/2017).

Ia mulai menyebar benih padi sejak tiga minggu yang lalu. Selain dirinya, petani lainnya juga melakukan hal yang sama. Meski demikian, banyak petani lain di Kecamatan Kanor yang membeli benih padi dari desa lain. Ditanya apakah tidak takut kebanjiran, ia mengaku tidak. 

"Sudah mendengar informasi dari radio kalau bulan Februari diprediksi akan banjir lagi, tapi kami sudah bertekad. Kebanjiran ya sudah, karena memang daerahnya sering kebanjiran," ungkapnya.

Ia mengaku belum mengikutkan program klaim asuransi petani. Sebab, di daerahnya belum ada informasi maupun pendaftaran klaim asuransi padi yang digagas Pemkab Bojonegoro itu.

"Belum ikut asuransi semua petani di sini. Di Desa Temu Kecamatan Kanor juga belum ada informasi asuransi padi," jelasnya.

Para petani di wilayah timur Bojonegoro itu pada awal Desember lalu mengalami kerugian hingga puluhan juta per orang. Sebab, tanaman padi yang sudah berumur 1 hingga 2 bulan mati terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Parahnya, mereka tidak mendapatkan ganti rugi dari program klaim asuransi petani. Sebab, masyarakat belum banyak yang megikuti. (her/kik)

 

 

 

 

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Berita TerkiniBerita Poluler

Sosok

Menilik Semangat Juang dan Berbagi Pak Tris Pinggiran

Menilik Semangat Juang dan Berbagi Pak Tris Pinggiran

Oleh Muliyanto "Jika ingin sukses dalam hidup, muliakanlah dan bahagiakanlah kedua orang tuamu, terutama ibumu, ibumu dan ibumu. Pasti Allah ...

Quote

Dari Gelap Menuju Cahaya, Dari Kritis Sinis Menuju Kritis Reflektif

Dari Gelap Menuju Cahaya, Dari Kritis Sinis Menuju Kritis Reflektif

*Oleh Kang Yoto MARI tinggalkan sinisme dan mari perkuat daya kritis dan reflektif. Sinisme, bermula dari upaya mengagungkan apa yang ...

Opini

Depresi, Ayo Curhat

Hari Kesehatan Sedunia

Depresi, Ayo Curhat

Oleh dr Achmad Budi Karyono TANGGAL 7 April ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Di era medsos ini dunia kesehatan mengangkat ...

Eksis

Alham Muhammad Ubay, Atlet Panjat Tebing Yang Suka Menggambar

Alham Muhammad Ubay, Atlet Panjat Tebing Yang Suka Menggambar

Oleh Vera Astanti Bojonegoro Kota - Tidak semua orang mampu menaklukan ketakutannya, terutama ketakutan akan ketinggian. Jangankan melakukan kegiatan ekstrem, ...

Pelesir

Kemendes Kucurkan Rp 1,5 M untuk Wana Wisata Migas Kedungpupur

Kemendes Kucurkan Rp 1,5 M untuk Wana Wisata Migas Kedungpupur

Oleh Priyo Spd BLORA Sekeretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Anwar Sanusi, dalam kunjungan ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Rabu, 24 Mei 2017

Berita Foto

Gus Ipul Tiba di Bojonegoro Menggunakan Heli

Gus Ipul Tiba di Bojonegoro Menggunakan Heli

*Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro Kota - Drs Syaifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Gus Ipul, pada Sabtu (20/05/2017) sekira ...

Infotorial

Pemuda Sekitar Operasi PEPC Siap Bersaing di Dunia Kerja

Pasca Pelatihan dan Sertifikasi Keterampilan Industri Migas

Pemuda Sekitar Operasi PEPC Siap Bersaing di Dunia Kerja

*Oleh Imam Nurcahyo BOJONEGORO-- Sebagai modal bersaing untuk mencari kerja atau untuk berwirausaha, sebanyak 20 pemuda yang berasal dari empat ...

Resensi

Novel Eragon Karya Christhoper Paolini

Buku

Novel Eragon Karya Christhoper Paolini

Oleh Muliyanto Eragon adalah anak petani sederhana. Dia hidup bersama paman dan sepupunya--Roran. Eragon suka berburu, untuk memenuhi kebutuhan daging ...

Feature

Menyelarasakan Rasa dengan Musik Alternatif

Menyelarasakan Rasa dengan Musik Alternatif

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Dalam bermusik, alat apapun yang ada di sekeitar bisa digunakan, tinggal bisa mengolahnya atau tidak. ...

Teras

Surabaya Kini Jadi Kota Nyaman Ditinggali

Surabaya Kini Jadi Kota Nyaman Ditinggali

Oleh Heriyanto Bojonegoro Wajah Kota Surabaya kini banyak berubah. Tidak seperti dulu. Dulu Kota Pahlawan itu kesannya seperti lagunya Franky, ...

Statistik

Hari ini

1.175 pengunjung

2.163 halaman dibuka

116 pengunjung online

Bulan ini

100.523 pengunjung

305.033 halaman dibuka

Tahun ini

423.382 pengunjung

1.790.664 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 569.388

Indonesia: 13.209

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\