News Ticker
  • Jembatan Trucuk Dipastikan Selesai Agustus 2018
  • Terkait Pengelolaan Parkir di Bojonegoro, Komisi A Beri Beberapa Rekomendasi
  • Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu Raih Predikat 100 Desa Terbaik Nasional
  • Sat Lantas Polres Blora Sosialisasikan Keselamatan Berlalulintas di Sekolah
  • Kebakaran Hutan Terjadi di Kecamatan Trucuk Bojonegoro
  • Nasehat
  • Mahasiswa UNY KKN di Blora, Bupati Harap Mahasiswa Bantu Maksimalkan Potensi Desa
  • Polres Bojonegoro Ungkap 2 Kasus Pencurian, 3 Orang Pelaku Diamankan
  • Setubuhi 2 Orang Gadis, Lelaki Asal Ngasem Bojonegoro Ditangkap Polisi
  • Polres Bojonegoro Tangkap Seorang Pengedar Narkotika Jenis Sabu
  • Polres Bojonegoro Rilis Ungkap Kasus Bulan Juli 2018
  • Antisipasi Tindak Kriminalitas, Sat Shabara Polres Blora Latihan Bongkar Pasang Senjata
  • Pembangunan Masjid Agung Baitunnur Blora Mulai Dikerjakan
  • Berpikir
  • Harga Telur Ayam Broiler di Bojonegoro Melambung
  • Tim Geopark Bojonegoro Hadiri Konferensi Nasional Geopark Indonesia
  • Refreshing
  • Diserempet Motor, Pengayuh Sepeda di Sugihwaras Bojonegoro Luka-Luka
  • Sudah Belasan Hektare Hutan Jati di Bojonegoro Terbakar, Diduga Akibat Kelalaian Manusia
  • Semak Belukar Hutan Jati di Dander Bojonegoro Terbakar

Note from Kang Yoto

Apa Yang Akan Membuat Anak-anak Gagal Hidup?

*Oleh Kang Yoto

ANAK-ANAK diciptakan dengan segala potensi, namun apabila tidak dikembangkan dan berkembang dengan maksimal sangat mungkin kelak menjadi manusia yang gagal. Manusia gagal itu adalah mereka yang tidak mampu hidup mandiri, tidak mendapatkan pendapatan karena tidak mampu berkontribusi memberi manfaat terhadap sesama. Disebut manusia gagal total kalau hidupnya merugikan pihak lain.

Mungkin ada yang bertanya bukankah mereka masih mungkin hidup di kebunnya sendiri, makan dari apa yang dihasilkannya. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab, sebab hampir sudah tidak ada lagi manusia bojonegoro yang akan hidup seperti itu.

Kelangsungan hidup manusia saat ini, apalagi di masa mendatang ditentukan oleh seberapa besar kontribusinya dalam kehidupan. Dalam bahasa ekonomi, kontribusi itu bisa berupa karya barang, pikiran, seni dan jasa. Semakin besar kontribusinya maka semakin besar apa yang akan didapatkan: tahta, harta, cinta dan kata pujian.

Untuk inilah sebagai orang tua, pendidik dan Pemerintah yang mendapatkan amanah undang undang menyiapkan kesiapan hidup generasi mendatang, maka harus dilakukan apa saja yang membantu anak anak bisa tumbuh berkembang semaksimal mungkin. Inilah beberapa hal yang penting untuk kita lakukan.

A.Personal anak: Inilah sasaran pendidikan. Minimal ada tujuh ketrampilan hidup yang harus dimiliki anak anak: 1. Trampil berniat baik; 2. Trampil merencanakan dan memproduksi apa yang akan diproduksi untuk dikontribusikan bagi kehidupan; 3. Trampil berkomunikasi; 4. Trampil kerkolaborasi; 5. Trampil berpikir kritis; 6. Trampil berinovasi dan 7. Trampil mengelola hidup yang berbahagia: ridho, syukur, sabar, mujahadah dan ikhlas.
Tujuh ketrampilan ini sangat relevan agar mampu hidup ditengah kompetisi ekonomi, kemoderenan dan kebhinekaan.
 
B.Dimensi instrumental, yaitu:
1.Kesungguhan pendidikan melaksanakan pendidikan dengan standart kompetesi,
2.Orang tua yang sangat peduli dalam menyiapkan anaknya agar sehat, cerdas, produktif dan bahagia.
3.Lingkungan sosial yang kondusif dan mendukung proses belajar baik di rumah, masyarakat maupun sekolah.
4.Sarana dan prasarana yang diperlukan baik di sekolah, jalan, sarana publik, kantor, tempat ibadah yang diperlukan untuk mendukung proses belajar.
 
C.Dimensi situasional: tekad semua warga untuk mendukung proses belajar generasi muda lewat keteladanan, norma dan aturan yang menguatkan, situasi dan kebiasaan yang mendukung.
Untuk ini mari menjadi tekad bersama di keluarga dan lingkungan RT bahwa mulai jam 17.30 sampai dengan 21.00 dipastikan anak anak menikmati suasana belajar di keluarga dan lingkungan warga. Pastikan tidak ada TV hidup yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan belajar anak anak. Pastikan tidak ada orang tua yang sibuk dengan handphonenya.
 
D.Prototype: praktik pendidikan yang memungkinkan pertumbuhan maksimal tujuh ketrampilan hidup tidak cukup dilaksanakan di kelas, apalagi hanya dengan pendidikan klasikal. Untuk ini diperlukan model pembelajaran projek: terutama projek projek yang langsung berhubungan dengan bagaimana hidup ini berlangsung: pertanian, pengelolaan lingkungan sehat produktif, pengelolaan pemerintahan desa, industri pembuatan sarana kehidupan dan seterusnya. Dalam belajar protoype ini maka diharapkan seluruh ketrampilan hidup dapat dievaluasi dan dikembangkan.

Ingat pesan luhur nenek moyang:

"Yen nandur bakal panen mburine, Yen ora obah yo ora bakal Mamah, Ning ojo obah sing medeni bocah"

Kembali ke pertanyaan judul tulisan ini: kapan anak anak akan gagal hidupnya? 
Jawabnya: anak anak akan gagal hidupnya bila mereka gagal menguasai, mengembangkan dan mengoptimalkan  tujuh ketrampilan hidup tersebut.

Apakah kita akan menjadi bagian dari orang tua, pendidik dan pejabat Pemerintah yang gagal menyiapkan anak anak, mungkin ya mungkin tidak. Semua kembali ke kita. (*/inc)

 

*) Disunting ulang oleh Imam Nurcahyo

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto, sapaan Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008-2013 dan ...

Opini

Manajemen Pelayanan Publik

Manajemen Pelayanan Publik

*Oleh Moh. Lutfi PELAYANAN publik merupakan suatu pelayanan yang wajib dilakukan oleh pemerintah sebagai manivestasi keperdulian kepada masyarakatnya. Pelayanan publik ...

Quote

Nasehat

Nasehat

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Nasehat memiliki arti murni, suci, bersih, ajaran kebaikan, agar selalu pada jalan kebenaran. Sebagai ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Musisi Blora Raih Rekor Dunia RHR

Musisi Blora Raih Rekor Dunia RHR

Oleh Priyo Spd BLORA- Prestasi membanggakan diukir musisi asal Blora, dia adalah Sarasta Adi Cahyono, yang meraih rekor dunia versi ...

Religi

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

Oase Ramadan

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes LEBARAN hampir tiba. Hari kemenangan, hari iedul fitri. Berikut ini beberapa nukilan yang ...

Berita Foto

Perjuangan Petugas di Tambakrejo Bojonegoro Saat Mengawal Logistik Pilkada Menuju TPS

Pilkada Serentak 2018

Perjuangan Petugas di Tambakrejo Bojonegoro Saat Mengawal Logistik Pilkada Menuju TPS

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro (Tambakrejo) - Perjuangan mengawal logistik pilkada serentak 2018 menuju tempat pemungutan suara (TPS) di daerah sangat ...

Feature

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Berawal dari ketakutan pada matematika dan kerisauan akan budaya yang semakin terkikis, tiga mahasiswa Universitas ...

Resensi

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur Oleh Muhammad Roqib Bagaimana bila khutbah yang dilakukan setiap hari Jumat ditulis dalam sebuah buku?. ...

Pelesir

4 Tempat Wisata di Banyuwangi Bagi Pecinta Alam

4 Tempat Wisata di Banyuwangi Bagi Pecinta Alam

Oleh Imam Nurcahyo SEDANG berada di Banyuwangi dan bingung harus berkunjung ke mana saja selama di sana? Anda tidak perlu ...

Statistik

Hari ini

546 kunjungan

1.031 halaman dibuka

107 pengunjung online

Bulan ini

59.222 kunjungan

101.653 halaman dibuka

Tahun ini

772.223 kunjungan

1.351.942 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 639.783

Indonesia: 13.144

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015