News Ticker
  • Kedapatan Main Judi Domino di Kebun, 3 Orang Warga Kedungadem Diamankan Polisi
  • Perbaiki Mutu Pendidikan, Pemkab Bojonegoro Siapkan Rp 551 Miliar Untuk Perbaikan Kelas
  • Pemkab Bojonegoro Harap Desa Segera Ajukan Proposal Pencairan ADD dan DD
  • Motor Tabrak Pejalan Kaki di Temayang Bojonegoro, 3 Orang Dilarikan ke Puskesmas
  • Pemerintah Terus Upayakan Tarik Investor ke Bojonegoro
  • Bank Daerah Bojonegoro Beri Kemudahan Bantuan Pinjaman Bagi Para Pedagang
  • Tim Penggerak PKK Kota Blitar Study Bersama di Bojonegoro
  • Mliwis, Aplikasi Pantau Perkembangan Perkara Polres Bojonegoro
  • Pemkab Blora Luncurkan Aplikasi SIPADI untuk Permudah Pengecekan Aset
  • 172 PNS di Lingkup Pemkab Bojonegoro Terima SK PNS
  • Pengangguran di Bojonegoro Terbanyak Lulusan SMA
  • Ada Ratusan Bidang Tanah Milik Pemkab Bojonegoro Belum Bersertifikat
  • Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro Bermain Drama Memakai Bahasa Inggris
  • Pemkab Bojonegoro Terima Bantuan Pembangunan Sanitasi dari Kementrian PUPR
  • Harapan
  • Desa Ngringinrejo Kalitidu Wakili Bojonegoro Dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Timur
  • Pergi Tak Pamit, Warga Temayang Bojonegoro Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tegalan
  • Musim Kemarau, Banyak Petani di Bojonegoro Mengadu Peruntungan Tanam Tembakau
  • Kapolres Bojonegoro Ajak Masyarakat Bojonegoro Saksikan Film 22 Menit
  • Tayang Perdana di Bojonegoro, Film 22 Menit The Movie Diserbu Penonton

Catatan Dahlan Iskan

Indonesia Emas, Siapa Tahu?

*Oleh Dahlan Iskan

TOLONGLAH saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang mana? Kalau perorangan, siapa?

Saya sudah berusaha bertanya. Ke sana ke mari. Tapi gagal info. Sudah ke Google juga. Belum dapat jawaban memuaskan. Mungkin saya kurang gigih.

Ceritanya begini.

Bulan Agustus lalu istilah 'Indonesia Emas 2045' itu saya temukan di beberapa kampus.

Bulan itu saya sering diundang untuk jadi pembicara seminar.  Dengan topik 'Indonesia Emas 2045'. Di Universitas Airlangga. Di ITS. Di UIN Sunan Ampel. Juga saat diundang seminar yang diadakan BEM Universitas Indonesia.

Di tempat-tempat itu pun saya bertanya. Siapakah penggagas Indonesia Emas itu? Tidak menemukan jawabnya. Panitianya pun saya tanya: siapa pencetus istilah tersebut? Tidak tahu.

Saya sungguh kepo. Saya begitu ingin  mendapat penjelasan ini: Apa yang dimaksud Indonesia Emas 2045? Wujudnya seperti apa?  Cara mencapainya bagaimana? Programnya apa?

Tentu saya tahu ini: di tahun 2045 itu Indonesia berumur 100 tahun. Angka keramat. Hanya itu.

Adakah keinginan pencipta istilah tersebut Indonesia 'sudah' adil makmur di tahun itu? Atau 'baru' adil makmur 27 tahun lagi itu?

Kalau iya, tanda-tandanya apa? Gejalanya seperti apa? Yang utama: roadmap menuju adil makmur itu seperti apa?

Saya lebih kepo lagi setelah membandingkan dengan negara lain.

Terutama setelah mengetahui hasil kongres partai komunis Tiongkok ke-19 bulan Oktober 2017 lalu. Saat itu saya lagi di sana.

Salah satu hasil kongres itu mengejutkan saya: lima tahun lagi tidak boleh lagi ada orang miskin di Tiongkok. Tahun 2021 nanti kemiskinan sudah harus terhapus total. Lima tahun lagi.

Begitu jelas target itu. Begitu tegas batas waktu yang ditetapkan. Begitu konkrit  roadmap-nya.

Sebagai orang yang mengikuti dari jarak dekat apa yang dilakukan Tiongkok, saya yakin target menghapus kemiskinan itu pun akan tercapai.

Tiga puluh tahun lalu masih ada 800 juta orang miskin di Tiongkok. Saat itu Tiongkok masih lebih miskin dari Indonesia. Lalu diturunkan menjadi 600 juta. Turun lagi jadi 400 juta. Turun lagi tinggal 200 juta.

Saat ini orang miskin di Tiongkok tinggal 60 juta.

Setiap lima tahun angka penurunannya begitu nyata. Siapa yang tidak percaya kalau target berikutnya juga akan tercapai.

Tinggal yang 60 juta itulah yang akan diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

Indonesia Emas 2045 masih 27 tahun lagi. Bukan lima tahun lagi. Mungkin karena masih lama dianggap tidak perlu road map.

Toh kalau gagal yang menciptakan istilah itu tidak bisa dituntut. Mungkin di tahun 2045 itu dia sudah lama meninggal. (*/imm)

*) Catatan Dahlan Iskan akan secara rutin diterbitkan redaksi beritabojonegoro.comsetiap hari Senin

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Teras

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Ngaji Urip Bareng Kang Yoto

Oleh Muhammad Roqib Bojonegoro Apa yang dilakukan oleh Kang Yoto, sapaan Suyoto, mantan Bupati Bojonegoro dua periode yakni 2008-2013 dan ...

Opini

Manajemen Pelayanan Publik

Manajemen Pelayanan Publik

*Oleh Moh. Lutfi PELAYANAN publik merupakan suatu pelayanan yang wajib dilakukan oleh pemerintah sebagai manivestasi keperdulian kepada masyarakatnya. Pelayanan publik ...

Quote

Harapan

Harapan

Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I Harapan atau asa merupakan cita-cita keinginan bersifat abstrak ada dalam batin agar tercapai. Dalam ...

Sosok

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Eny Kojiro, Perempuan Asal Bojonegoro yang Geluti Seni Menghias Tumpeng

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Lobak, Timun, Batang, Sawi, Wortel dan aneka buah serta sayur ternyata tak hanya difungsikan menjadi sayur ...

Eksis

Musisi Blora Raih Rekor Dunia RHR

Musisi Blora Raih Rekor Dunia RHR

Oleh Priyo Spd BLORA- Prestasi membanggakan diukir musisi asal Blora, dia adalah Sarasta Adi Cahyono, yang meraih rekor dunia versi ...

Religi

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

Oase Ramadan

Tuntunan Shalat Ied (Fiqih Dua Hari Raya)

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes LEBARAN hampir tiba. Hari kemenangan, hari iedul fitri. Berikut ini beberapa nukilan yang ...

Berita Foto

Perjuangan Petugas di Tambakrejo Bojonegoro Saat Mengawal Logistik Pilkada Menuju TPS

Pilkada Serentak 2018

Perjuangan Petugas di Tambakrejo Bojonegoro Saat Mengawal Logistik Pilkada Menuju TPS

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro (Tambakrejo) - Perjuangan mengawal logistik pilkada serentak 2018 menuju tempat pemungutan suara (TPS) di daerah sangat ...

Feature

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

"VOC-Games" Media Pembelajaran Matematika Yang Menyenangkan

Oleh Imam Nurcahyo Bojonegoro - Berawal dari ketakutan pada matematika dan kerisauan akan budaya yang semakin terkikis, tiga mahasiswa Universitas ...

Resensi

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 Khutbah Jumat Cak Nur Oleh Muhammad Roqib Bagaimana bila khutbah yang dilakukan setiap hari Jumat ditulis dalam sebuah buku?. ...

Pelesir

4 Tempat Wisata di Banyuwangi Bagi Pecinta Alam

4 Tempat Wisata di Banyuwangi Bagi Pecinta Alam

Oleh Imam Nurcahyo SEDANG berada di Banyuwangi dan bingung harus berkunjung ke mana saja selama di sana? Anda tidak perlu ...

Statistik

Hari ini

1.420 kunjungan

2.708 halaman dibuka

68 pengunjung online

Bulan ini

72.289 kunjungan

125.168 halaman dibuka

Tahun ini

785.285 kunjungan

1.375.457 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 636.699

Indonesia: 12.334

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015