News Ticker
  • Hati-Hati Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah
  • Pengusaha Katering Asal Kota Bojonegoro Manfatkan Media Sosial untuk Promosi
  • Isi Waktu Luang Selama Pandemi COVID-19, Guru di Bojonegoro Jual Aneka Varian Rempeyek
  • Mayat yang Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Baureno, Bojonegoro, Belum Teridentifikasi
  • Polda Jatim Salurkan Bantuan Rp 1,8 Miliar untuk Korban Bencana Alam
  • Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Baureno Bojonegoro
  • Sembuh dari COVID-19, 23 Anggota Polres Bojonegoro Lakukan Donor Plasma Konvalesen
  • Kali Grojogan Blora Dibersihkan, Ditemukan Sampah 'Kutang'
  • Boneka Amigurumi Produksi Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Laris di Pasaran
  • Bosan Jadi Karyawan, Pemuda Bojonegoro Jual Es Cao, Sebulan Omzetnya Belasan Juta
  • Polisi Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Desa Sukorejo, Bojonegoro Kota
  • 5 Rumah Warga di Desa Semanding Bojonegoro Kota Terancam Longsor
  • Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Resmikan Taman Gajah Bolong di Baureno
  • KPU Blora Tetapkan Pasangan Arief Rohman-Tri Yulis Setyowati Pemenang Pilkada 2020
  • Pemkab Bojonegoro Segera Perbaiki Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang di Desa Jatiblimbing, Dander
  • Dampak Pandemi, Perempuan Asal Kalitidu Bojonegoro ini Produksi Camilan 'Balung Kuwuk'
  • Ibu Rumah Tangga Asal Ngasem Bojonegoro ini Olah Umbi Jadi Makanan Modern
  • Polisi Kerahkan Anjing Pelacak dalam Pengamanan Penetapan Paslon Terpilih Pilkada Blora 2020
  • Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Resmikan Kantor Kecamatan Kedungadem
  • Program Rumah Layak Huni EMCL di Desa Beged dan Ngraho, Gayang, Bojonegoro, Dimulai
  • Diterjang Banjir, Tembok Jembatan di Desa Jatiblimbing, Dander, Bojonegoro, Ambrol
  • Ratusan Rumah Warga di Kecamatan Dander dan Kapas Bojonegoro, Tergenang Banjir
  • Terjaring Razia Protokol Kesehatan COVID-19, 21 Orang Warga Blora Disanksi Sosial
  • 795 Orang di Sumberrejo Bojonegoro Terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan COVID-19

Opini

Selamatkan Orang Utan dari Kepunahan

ORANG UTAN, nama lainnya adalah mawas, adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dari buah-buahan, daun, dan kuncup, hidup di hutan hujan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan (spesies pongo pygmaeus) dan Sumatera (spesies pongo abelii).
 
Populasi orang utan kian hari kian berkurang, bahkan dalam 20 tahun terakhir populasi orang utan Kalimantan telah berkurang hingga 55 persen. Orang utan Sumatera masuk dalam kategori sangat terancam punah karena populasinya tinggal 7,5 ribu individu di alam. Sementara orang utan Kalimantan masuk dalam kategori terancam punah dan tersisa 57 ribu individu. Jika populasi orang utan semakin berkurang, tidak mustahil suatu saat nanti orang utan akan punah.
 
Beberapa penyebab berkurangnya populasi orang utan di antaranya adalah praktik perburuan dan pembalakan liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, perubahan iklim, dan kebakaran hutan.
 
World Wildlife Fund for Nature (WWF) atau organisasi internasional non-pemerintah yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan, pada 2004 melaporkan, orang utan di Kalimantan jumlahnya diperkirakan 104,7 ribu ekor yang menghuni kawasan seluas 155 ribu kilometer persegi. Hal ini merupakan penurunan, dari estimasi 288,5 ribu ekor pada 1973. Diperkirakan, jumlahnya akan menurun lagi menjadi 47 ribu ekor pada 2025.
 
 
Istilah 'orang utan' diambil dari kata dalam Bahasa Melayu, yaitu 'orang' yang berarti manusia dan 'utan' yang berarti hutan. Orang utan mencakup dua sub-spesies, yaitu orang utan sumatera (pongo abelii) dan orang utan kalimantan atau borneo (pongo pygmaeus). Yang unik adalah orang utan memiliki kekerabatan dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, di mana orang utan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96.4 persen
 
Ciri-ciri orang utan ialah mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor, tinggi sekitar 1,25 hingga 1,5 meter, memiliki tubuh yang diselimuti rambut merah kecoklatan, mempunyai kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi. Saat mencapai tingkat kematangan seksual, orang utan jantan memiliki pelipis yang gemuk pada kedua sisi, ubun-ubun yang besar, rambut menjadi panjang dan tumbuh janggut disekitar wajah.
 
Selain itu orang utan juga mempunyai indra yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba. Berat orang utan jantan sekitar 50–90 kilogram, sedangkan orang utan betina beratnya sekitar 30–50 kilogram. Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari, telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia.
 
 
Berkurangnya populasi orang utan tidak terlepas dari ulah manusia yang bertindak semaunya sendiri. Orang utan banyak diburu manusia, karena memasuki wilayah perkebunan atau perusahaan dan mencuri makanan warga sehingga dianggap hama oleh manusia. Mereka masuk di wilayah warga karena di hutan mereka tidak bisa menemukan makanan.
 
Pengurangan hutan dengan skala besar (deforestasi) untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit dan pemukiman warga membuat habitat orang utan semakin menyempit dan mengancam kelangsungan hidup hewan ini. Tidak heran jika seringkali orang utan masuk ke wilayah warga dan mengamuk. Mereka juga makhluk hidup yang bisa marah jika rumah mereka dirusak.
 
Ada beberapa kasus yang menunjukkan betapa kejamnya manusia terhadap satwa langka tersebut. Contohnya di Kalimantan Tengah, beberapa warga tega membakar dan memakan orang utan beramai-ramai. Tindakan tersebut menunjukan bahwa manusia zaman sekarang sudah tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Bahkan di Langsa, Aceh, terdapat sindikat perdagangan satwa langka, salah satunya memperdagangkan bayi orang utan. Bayi orang utan kerap 'diculik' dari induknya dan dijual sebagai hewan peliharaan. Penculikan bayi orang utan ini umumnya melibatkan pembunuhan induk orang utan, sehingga setiap satu bayi orang utan yang diculik, satu induk dewasa harus mati.
 
Selain itu, orang utan juga diburu untuk diambil tengkoraknya dan dijual dengan harga tinggi. Berbagai macam motif mulai dari iseng, hobi, sampai untuk mencari keuntungan pribadi, membuat semakin maraknya kasus serupa. Hal itu  menunjukan rasa kemanusiaan manusia yang semakin luntur oleh keegoisan mereka. Kehidupan satwa langka di ambang kepunahan apabila pemerintah tidak tegas dalam menangani kasus tersebut.        
 
Orang utan mempunyai peranan penting bagi lingkungan sekitarnya. Seperti kalimat yang dikutip dari Chaerul Saleh dari salah satu artikelnya yang di-posting di World Wildlife Fund Indonesia. "Orang utan berperan besar dalam pemeliharaan habitat mereka. Jika orang utan punah, maka hutan suatu hari nanti pun akan hilang."
 
Chaerul Saleh mengatakan seperti itu karena orang utan berperan penting sebagai distributor utama biji-bijian di seluruh kawasan hutan. Hal tersebut terjadi karena orang utan mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah besar. Biji buah-buahan akan mereka taburkan ke seluruh hutan. Banyak buah dan tanaman lainnya yang merupakan komponen penting dari hutan hujan tropis, bergantung pada penyebaran biji oleh orang utan. Karena orang utan merupakan penyebar biji yang handal, ia sering disebut gardeners of the forest.
 
Jika populasi orang utan semakin berkurang, tidak mustahil suatu saat nanti orang utan akan punah. Kepunahan orang utan tentunya mempunyai pengaruh khususnya di bidang pariwisata Indonesia. Dengan punahnya orang utan, Indonesia kehilangan salah satu pesona untuk menarik minat wisatawan dan hal itu berpengaruh bagi devisa negara yang memang sebagian besar diambil dari para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.
 
Punahnya orang utan berpengaruh terhadap generasi yang akan datang. Mereka tidak dapat menikmati keindahan dan keunikan orang utan secara langsung dengan mata mereka sendri. Mereka hanya dapat melihatnya melalui gambar atau lewat media lain. Sangat disayangkan jika hal tersebut sampai terjadi pada generasi kita selanjutnya. Di mata dunia internasional, kita bisa dicap sebagai negara yang tidak bisa melindungi sumber daya alam (SDA) dengan baik.
 
 
Untuk mencegah kepunahan orang utan atau agar orang utan tidak terus-menerus diburu, pemerintah telah menerapkan Undang-Undang nomor 1990, tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.
 
Pasal 21 ayat (1) Setiap orang dilarang untuk: a). mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati; b). mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.
 
Pasal 21 ayat (2) Setiap orang dilarang untuk: a). menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; b). menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati; c). mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; d). memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; e). mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dilindungi.
 
 
Masih dalam undang-undang yang sama, barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran, maka akan dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) dan atau ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. Sementara, barang siapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran, maka akan dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) dan atau ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta.
 
Selain itu, pemerintah juga telah membuat peraturan yang berhubungan dengan satwa, antara lain: 1). Peraturan Pemerintah No.13 tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru; 2). Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1994 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan di Taman Hutan Raya; 3). Peraturan Pemerintah Nomor 68 tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.
 
Dengan adanya peraturan perundang-undangan yang telah dibuat oleh pemerintah, sikap masyarakat juga menentukan tingkat keberhasilan dijalankannya peraturan tersebut. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi, salah satu caranya adalah melaporkan pelaku perburuan orang utan sehingga jumlah kasus tersebut dapat berkurang sehingga dapat mencegah kepunahan orang utan.
 
 
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita ikut ambil bagian dalam pelestarian satwa langka, khususnya orang utan yang sekarang kondisinya sudah memprihatinkan. Kita dapat melakukan cara sederhana namun tetap berpengaruh dalam pelestarian orang utan antara lain: 1). Memberikan penjelasan kepada masyarakat akan pentingnya kelestarian binatang langka untuk tetap hidup di habitatnya. Sehingga, masyarakat tidak lagi mengusik keberadaan orang utan dan menjaga binatang langka tersebut untuk tetap hidup di habitat aslinya; 2). Mendukung setiap aktivitas pelestarian binatang langka yang dilakukan oleh lembaga pelestarian lingkungan;
 
Selanjutnya 3). Tidak melakukan perburuan binatang langka dan melaporkan setiap aktivitas perburuan binatang langka kepada pihak berwajib; 4). Tidak melakukan transaksi atas binatang langka, terutama binatang hidup; 5). Tidak memelihara orang utan; 6). Tidak memakai ataupun membeli souvenir yang terbuat dari bagian tubuh hewan yang dilindungi; dan 7). Menjaga dan melestarikan hutan dengan tidak menebang pohon sembarangan sehingga hewan langka tetap nyaman pada habitat aslinya.
 
Sekarang kita sudah mengerti betapa pentingnya menjaga kelestarian orang utan, jadi mulai sekarang mari kita jalankan tugas kita sebagai bentuk partisipasi untuk menjaga kelestarian orang utan.
 
Jangan biarkan orang utan punah, sehingga tidak hanya kita yang dapat menikmati keunikan orang utan, tetapi generasi yang akan datang juga dapt menikmati keunikan orang utan. (*/imm)
 
 
*Penulis: Mahasiswa Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga
 
Ilustrasi: Orang Utan Mammalia Arboreal (Foto Pixabay)
 
Berita Terkait

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, beserta staf dan jajaran sampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2020 dan ...

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Bojonegoro - Seorang warga Kabupaten Bojonegoro, yang berstatus positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19), pada Sabtu (11/07/2020), sekitar pukul 01.30 WIB ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Keterbukaan Data Pasien di Rumah Sakit

Opini

Keterbukaan Data Pasien di Rumah Sakit

"Tulisa ini mencoba menanggapi peristiwa di akhir tahun 2020, di mana ada rumah sakit (RS) swasta di Indonesia yang dituntut ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Cerita Pratama Arhan Alif Rifai, Pemain Timnas U-19 Indonesia, Anak Pedangang Sayur di Blora

Sosok

Cerita Pratama Arhan Alif Rifai, Pemain Timnas U-19 Indonesia, Anak Pedangang Sayur di Blora

Blora - Pemain muda klub Liga 1 PSIS Semarang asal Kabupaten Blora, Pratama Arhan Alif Rifai, mendapat beberapa kesempatan baru ...

Eksis

Komunitas Pajero Indonesia Bangun Sebuah Masjid Tidak Layak di Desa Pragelan, Bojonegoro

Komunitas Pajero Indonesia Bangun Sebuah Masjid Tidak Layak di Desa Pragelan, Bojonegoro

Bojonegoro - Komunitas Pajero Indonesia Bersatu (PIB), kembali menggelar bakti sosial dengan melakukan pembangunan sebuah masjid yang kurang layak yang ...

Infotorial

Energi di Tengah Pandemi

Energi di Tengah Pandemi

Lebaran tahun ini terasa berbeda untuk Siti Mahmudah. Ia tidak bisa berkunjung ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi. Juga tidak ...

Berita Foto

Foto Tembok Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro yang Alami Retak

Jembatan Glendeng Retak

Foto Tembok Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro yang Alami Retak

Bojonegoro - Tembok penahan pada Jembatan Glendeng, yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, yang berada di Desa Simo Kecamatan ...

Feature

Di Tengah Pandemi COVID-19, Warung Semok Ikan Gloso Bojonegoro Tetap Ramai Pembeli

Wisata Kuliner

Di Tengah Pandemi COVID-19, Warung Semok Ikan Gloso Bojonegoro Tetap Ramai Pembeli

Bojonegoro - Di Kabupaten Bojonegoro, ada sebuah warung yang cukup fenomenal. Namanya Warung Semok Mbak Sumi, yang menawarkan menu spesial ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Objek Wisata Guyangan Park Bojonegoro, Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Wisata

Objek Wisata Guyangan Park Bojonegoro, Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Bojonegoro - 'Guyangkan Park' adalah salah satu objek wisata terbaru di Kabupaten Bojonegoro. Lokasinya berada di kawasan hutan milik Perhutani, ...

Hiburan

Produser Film Internasional, Setting Lokasi di Bojonegoro

Produser Film Internasional, Setting Lokasi di Bojonegoro

Bojonegoro - Proses preproduksi film internasional berjudul Autobiography, kerja sama produksi antara sineas Indonesia dengan sineas Polandia, Perancis, Jerman dan ...

Statistik

Hari ini

307 kunjungan

461 halaman dibuka

67 pengunjung online

Bulan ini

74.787 kunjungan

107.926 halaman dibuka

Tahun ini

74.787 kunjungan

107.926 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 871.243

Indonesia: 25.453

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1611534145.4252 at start, 1611534145.7404 at end, 0.31520795822144 sec elapsed