News Ticker
  • Pemkab Bojonegoro Wacanakan Pengembangan Kecamatan Trucuk Sebagai 'Border City'
  • Tebing Jalan di Kedewan Bojonegoro Ambles dan Longsor, Timpa Dinding Rumah Warga
  • Kapolres Tegaskan Akan Tindak Perjudian dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Bojonegoro
  • Bangun Stabilitas Politik, Pemkab Bojonegoro Gelar Harmonisasi Sosial Politik
  • Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro Gelar Pelatihan Penanganan Ular
  • Pemkab Bojonegoro Targetkan 2020 Jadi Kabupaten ODF
  • Tahun 2020, Pemkab Bojonegoro Targetkan Tidak Ada Status Desa Tertinggal
  • Mayat yang Ditemukan di Bengawan Solo Adalah Warga Kelurahan Ngrowo Bojonegoro
  • Mayat Yang Ditemukan di Tepi Bengawan Solo Bojonegoro, Identitasnya Masih Belum Diketahui
  • Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan di Bengawan Solo Desa Mulyoagung Bojonegoro
  • Antisipasi Penularan Virus Corona, Dinkes Bojonegoro Imbau Warga Berperilaku Hidup Sehat
  • Kapolres Bojonegoro Harap Tokoh Agama Berperan Aktif dalam Harkamtibmas
  • Pemkab Blora Imbau Warga Tidak Perlu Panik Adanya Virus Corona
  • Satpol PP Bojonegoro Amankan 6 Orang PSK, Seorang di Antaranya Positif HIV/AIDS
  • Bangun Smart City, Pemkab Bojonegoro Gandeng AWS Indonesia
  • Atlet Lari Putri Asal Bojonegoro Raih Juara Pertama dalam Brawijaya Run 10K di Surabaya
  • Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Ngasem Bojonegoro Terbakar, Kerugian Rp 300 Juta
  • Sehari Setelah Diresmikan, Ribuan Warga Kunjungi Taman Lokomotif Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Pimpin Pengamanan Puncak Perayaan Imlek di Kelenteng Hok Swie Bio
  • Banjir Kembali Terjadi di Desa Gondang Bojonegoro, Ratusan Rumah Warga Tergenang
  • Mendadak Putar Balik, Supra Ditabrak Scoopy di Ngraho Bojonegoro, 3 Orang Luka-Luka
  • Polres Bojonegoro Beri Pengamanan Perayaan Imlek di Kelenteng Hok Swie Bio
  • Dewan Pers Proses AMSI Jadi Konstituen Dewan Pers
  • Jelang Imlek, Polisi Blora Intensifkan Patroli ke Kelenteng Hok Tik Bio
  • Pemkab Bojonegoro Targetkan Prevalensi Stunting 2020 Turun Hingga 7,15 Persen

Opini

Dampak Buruk Kecanduan Bermain Game pada Anak

Game atau video game, merupakan salah satu hiburan yang digemari banyak orang. Saat ini, cukup banyak orang yang menghabiskan waktu luangnya dengan bermain game, khusunya game online (daring).
Pria maupun wanita, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, sering merasa senang dan terhibur saat bermain game, baik melalui komputer, laptop, atau ponsel.
 
Tidak sedikit anak-anak dan remaja kecanduan bermain game, atau bermain game dalam waktu lama secara terus menerus, akhirnya mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game daripada melakukan kegiatan positif lainnya, seperti belajar dan bermain atau bersosialisasi bersama teman-teman.
 
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa dampak negatif yang disebabkan kecanduan bermain game pada anak-anak dan remaja, sangat serius.
 
 
Terdapat pernyataan bahwa bermain game memiliki dampak positif, seperti dapat membantu mengurangi stres, merasa terhibur, mendapatkan teman baru, membantu membuat keputusan lebih cepat, atau bahkan membantu meningkatkan keterampilan bahasa asing.
 
Menurut pendapat tersebut, bermain game juga bisa memberikan efek positif bagi anak atau remaja, yakni ketangkasan strategi, kecepatan reaksi, dan mengasah kreativitas. Anak juga jadi mengikuti perkembangan teknologi, yaitu gawai dan internet. Anak juga jadi luwes berkomunikasi dengan sesamanya, bahkan lintas negara.
 
Namun, anak-anak dan remaja yang kecanduan bermain game atau bermain game terus-menerus dalam waktu yang lama tanpa ada jeda sama sekali, ternyata memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan fisik dan psikologis.
 
Alasan pertama, mengapa anak-anak dan remaja tidak boleh terus-menerus bermain game adalah karena dapat membuat mereka kurang banyak bergerak, sehingga lama kelamaan kemampuan motorik anak atau remaja akan menurun, akibatnya pertumbuhan badannya jadi tidak maksimal dan berisiko mengalami obesitas.
 
Dengan tingkat risiko obesitas yang tinggi, sangat penting bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan beraktivitas. Sedangkan dengan bermain game, tubuh anak tidak banyak melakukan aktivitas.
 
Selain itu, bermain game dengan berlebihan akan berdampak negatif pada mata. Menatap komputer, laptop, atau layar ponsel secara berlebihan, dapat membuat mata letih, berair atau sakit, bahkan bisa menyebabkan mata minus, yang mengharuskan anak mengenakan kaca mata, sampai kerusakan saraf mata.  
 
Ada banyak kesenangan yang bisa didapat ketika anak beraktivitas di luar. Ini tidak berarti anak harus berlari jarak jauh dalam waktu yang lama. Anak-anak bisa melakukan hal-hal kecil, seperti berjalan atau jogging dengan jangka waktu tertentu.
 
Alasan kedua, bahwa menurut penelitian, kecanduan bermain game bisa membuat anak mengalami gangguan konsentrasi. Ketika anak kecanduan bermain game, mengakibatkan konsentrasi anak menurun, sehingga ia mudah lupa dan gagal fokus. Paparan radiasi dari perangkat elektronik juga bisa melemahkan konsentrasi anak.
 
Jika seluruh anak atau remaja mengurangi jumlah waktu bermain game selama 30-40 menit setiap hari dan menggunakan waktu tersebut untuk belajar, seluruh generasi ini akan mencapai hasil yang lebih baik, yang nantinya dimungkinkan mereka akan mendapatkan karir yang diinginkan.
 
Misalnya, jika anak-anak atau remaja siswa sekolah menengah ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, belajar tambahan di waktu luang akan berdampak pada hasil ujian masuk perguruan tinggi. Mendapatkan pendidikan yang baik adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk masa depan anak.
 
Alasan ketiga, terlalu sering bermain game tidak bagus untuk keterampilan sosial. Anak-anak atau remaja yang kecanduan bermain game biasanya akan lebih memilih bermain game di rumah daripada bermain di luar bersama teman-temannya, akibatnya mereka akan jadi canggung atau kurang cakap jika harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
 
Tidak hanya kemampuan bersosialisasi saja yang bermasalah, anak-anak atau remaja yang kecanduan bermain game juga akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.
 
 
Beberapa remaja mungkin berpikir bahwa mereka dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan teman-teman lain saat bermain game, dan mereka pikir itu adalah bentuk sosialisasi dengan cara mereka sendiri. Namun tidak akan dapat mengalahkan komunikasi tatap muka, karena kegiatan berkomunikasi bukan hanya sekadar mendengarkan dan memberi respon perkataan orang lain, tapi juga termasuk membaca ekspresi lawan bicara.
 
Mengembangkan keterampilan komunikasi yang tepat merupakan salah satu hal yang penting karena suatu hari anak-anak akan membutuhkan keterampilan tersebut, seperti selama wawancara atau membangun hubungan dengan pihak lain.
 
Membangun komunikasi yang baik dengan teman-teman secara langsung jauh lebih menyenangkan daripada duduk di dalam ruangan dan hanya bermain game sepanjang hari.
 
Akan lebih baik jika anak-anak menghabiskan waktu luang dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, seperti belajar dan bersosialisasi, daripada bermain game sepanjang hari di dalam rumah.
 
Memang tidak harus berhenti sepenuhnya karena terkadang anak-anak atau remaja, juga membutuhkan hiburan tertentu, tetapi akan lebih baik jika mereka menggunakan waktu luang dengan hal-hal lain yang jauh lebih baik dan lebih bermanfaat, sehingga di masa depan, anak-anak tidak akan menyesali apa yang telah dilakukan.
 
 
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dampak negatif pada anak akibat kecanduan bermain game lebih besar ketimbang dampak positifnya.
 
Selanjutnya, guna mencegah dan menghindari anak-anak atau remaja dari kecanduan bermain game, maka diperlukan peran aktif orangtua, lingkungan sekolah dan orang-orang di lingkungan sekitar, untuk sedini mungkin memberikan perhatian dan melakukan pencegahan agar anak-anak atau remaja, terhindar dari kecanduan bermain game.
 
Orangtua perlu menetapkan aturan, kapan anak boleh bermain game termasuk durasi waktunya, dan jangan membebaskan anak terus-menerus bermain game.
Di lingkungan sekolah harus diberlakukan aturan agar anak-anak tidak bermain game pada saat jam-jam istrirahat di sekolah. Sementara untuk masyarakat luas, harus turut peduli manakala mendapati atau menemukan anak-anak yang bermain game di tempat-tempat persewaan game, khususnya pada jam-jam belajar.  
 
Jika sudah ada indikasi anak mulai kecanduan bermain game, sebaiknya orangtua segera mengambil langkah tegas dengan membatasi frekuensi bermain game atau bahkan melarang anak bermain game, dan mendorong anak untuk melakukan berbagai aktivitas positif baik di rumah atau di luar rumah. (*/imm)
 
 
*Penulis: Khalifah Alifaisyah Baydilla (Mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat, UNS)
 
Ilustrasi: mobile gaming (foto: pixabay)
 
Berita Terkait

Videotorial

Dishub Bojonegoro Imbau Masyarakat Tertib Berlalu-Lintas saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

Videotorial

Dishub Bojonegoro Imbau Masyarakat Tertib Berlalu-Lintas saat Perayaan Natal dan Tahun Baru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Adie Witjaksono SSos MSi, dalam rangka perayaan Natal dan ...

Berita Video

Ini Kata Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, di Momen Peringatan Hari Ibu 2019

Ini Kata Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, di Momen Peringatan Hari Ibu 2019

Bojonegoro - Nyai Dr HC Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Istri Presiden RI ke-4, Almarhum KH Abdurrahman Wahid dan Gubernur ...

Teras

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

Hari Batik Nasional, Sudahkah Anda Menggunakan Batik?

HARI INI, 2 Oktober 2019, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional ini terjadi ketika pada 2 Oktober ...

Opini

Waspadai Virus Flu Wuhan yang Misterius

Opini

Waspadai Virus Flu Wuhan yang Misterius

AWAL tahun 2020, media global memberitakan adanya kasus infeksi oleh virus misterius, yang akhirnya pada Sabtu (11/01/2020), Pemerintah negeri Tiongkok ...

Quote

Pendekatan

Quote

Pendekatan

Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan ...

Sosok

13 Tahun Tak ada Kabar, Sri Naning Wahyu Kurniawati, TKI Asal Blora Ini Akhirnya Pulang

Sosok

13 Tahun Tak ada Kabar, Sri Naning Wahyu Kurniawati, TKI Asal Blora Ini Akhirnya Pulang

Blora - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, pada Jumat (17/01/2020), menerima kepulangan Sri Naning Wahyu Kurniawati (26) ...

Eksis

Komunitas Otomotif di Bojonegoro Gelar Bakti Sosial pada Warga Terdampak Bencana di Sekar

Komunitas Otomotif di Bojonegoro Gelar Bakti Sosial pada Warga Terdampak Bencana di Sekar

Bojonegoro - Komunitas otomotif yang tergabung dalam Suzuki Jimny Katana Indonesia (SKIN) Chapter Bojonegoro dan Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengcab ...

Infotorial

Zumba Party, Dalam Rangka HUT Aston dan Fave Hotel Bojonegoro Berlangsung Meriah

Zumba Party, Dalam Rangka HUT Aston dan Fave Hotel Bojonegoro Berlangsung Meriah

Bojonegoro - Zumba Party, sebagai rangkaian Road to Anniversary Aston Bojonegoro City Hotel and Fave Hotel Sudirman Bojonegoro, dalam rangka ...

Berita Foto

Suasana Baru di Depan Pendapa Pemkab Bojonegoro

Berita Foto

Suasana Baru di Depan Pendapa Pemkab Bojonegoro

#adsense# Bojonegoro - Pemandangan berbeda terlihat di depan Pendapa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, di Jalan Mas Tumapel Bojonegoro. Papan nama kantor ...

Feature

Berkah Hari Raya Imlek, Bagi Perajin Barongsai di Bojonegoro

Features

Berkah Hari Raya Imlek, Bagi Perajin Barongsai di Bojonegoro

Bojonegoro - Setiap jelang perayaan Tahun Baru Imlek, selalu membawa berkah tersendiri bagi Pujianto (43), Perajin barongsai yang beralamat di ...

Religi

Sinta Nuriyah dan Khofifah, Hadiri Pengajian Akbar di Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro

Sinta Nuriyah dan Khofifah, Hadiri Pengajian Akbar di Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro

Bojonegoro - Nyai Dr HC Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Istri Presiden RI ke-4, Almarhum KH Abdurrahman Wahid; Gubernur Jawa ...

Pelesir

Sehari Setelah Diresmikan, Ribuan Warga Kunjungi Taman Lokomotif Bojonegoro

Sehari Setelah Diresmikan, Ribuan Warga Kunjungi Taman Lokomotif Bojonegoro

Bojonegoro - Sebagaimana diketahui, Taman Lokomotif yang berada di Jalan Teuku Umar Bojonegoro Kota, pada Jumat (24/01/2020) kemarin pagi, diresmikan ...

Hiburan

Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar, Netizen dan Awak Media, Nonton Bareng Film Sang Prawira

Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar, Netizen dan Awak Media, Nonton Bareng Film Sang Prawira

Bojonegoro - Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH, pada Rabu (04/12/2019) malam, mengajak sejumlah pelajar, netizen dan awak ...

Statistik

Hari ini

169 kunjungan

219 halaman dibuka

0 pengunjung online

Bulan ini

243.248 kunjungan

334.560 halaman dibuka

Tahun ini

243.248 kunjungan

334.560 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 555.195

Indonesia: 9.120

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1580320543.0439 at start, 1580320543.3136 at end, 0.26971387863159 sec elapsed