Peristiwa Penemuan Mayat
Mayat Yang Ditemukan di Bengawan Solo Kasiman Bojonegoro, Identitasnya Telah Diketahui
Kamis, 27 Februari 2020 13:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat laki-laki yang awalnya belum diketahui identitasnya, ditemukan mengapung di aliran sungai Bengawan Solo, turut wilayah Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/02/2020) sekira pukul 17.00 WIB.
Setelah dievakuasi, mayat tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dan pada Kamis (27/02/2020) siang, dilakukan visum atau otopsi, hingga akhirnya identitas mayat tersebut berhasil diketahui.
Korban diketahui bernama Lestari (35), warga Desa Nganti RT 034 RW 011 Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, yang sebelumnya dilaporkan hilang ke Polsek Ngraho Polres Bojonegoro, sejak Senin (24/02/2020) lalu.
Kepastian tersebut diketahui setelah kedua orang tua korban, yaitu ayahnya yang bernama Lamidi (50) dan ibunya Ngatemi (55) dengan didampingi perangkat desa setempat, datang langsung ke RSUD Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro, untuk memastikan identitas korban tersebut.
Hal tersebut disampaikan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, yang dipimpin oleh dokter Supadjar.
"Identitas mayat tersebut diketahu bernama Lestari, warga Desa Nganti RT 034 RW 011 Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin tanggal 24 Pebruari 2020 lalu." kata dokter Supadjar.
Keluaraga korban Lestari, yang ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Bengawan Solo, Desa Batokan Kecamatan Kasiman, saat menunggu proses penyerahan jenazah di RSUD Bojonegoro. Kamis (27/02/2020)
Dokter Supadjar menerangkan bahwa berdasarkan hasil visum luar, didapati ciri-ciri korban, panjang mayat 168 sentimeter, badan kurus, kulit sawo matang, rambut keriting pendek, dan saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek warna merah dengan strip hitam, yang saat itu hampir terlepas namun masih menyangkut pada pergelangan kaki korban.
Selain itu korban memiliki ciri-ciri khusus yaitu, gigi tidak teratur, kuku kaki panjang dan terdapat bekas jahitan luka pada lutut kiri dan korban mengenakan.
"Dari ciri-ciri khusus tersebut dan dari celana pendek yang dipakai korban, kedua orang tua korban meyakini bahwa korban adalah anak kandungnya," kata dokter Supadjar.
Dokter Supajar juga menerangkan bahwa penyebab kematian korban dipastikan akibat tenggelam. "Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam," tutur dokter Supadjar mengimbuhkan.
Sementara, dari informasi yang dihimpun awak media ini dari keluarganya, sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui meninggalkan rumah pada Senin (24/02/2020) sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu, ibu korban, Ngatemi, awalnya mengetahui korban berada di rumah namun beberapa saat kemudian korban meninggalkan rumah tanpa pamit, sehingga keluarganya dengan dibantu warga setempat berusaha melakukan pencarian.
Namun korban tidak diketemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Ngraho, dan hingga akhirnya pada Rabu (26/02/2020) sekira pukul 17.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia, mengapung di sungai Bengawan Solo, turut wilayah Desa Batokan Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro.
Saat berita ini ditulis, pada pukul 13.00 WIB, jenazah korban Lestari masih dalam proses di kamar jenazah RSUD Bojonegoro. Sementara proses penyerahan jenazah kepada keluarganya dilaksanakan oleh aparat kepolisian dari Polsek Kasiman. (red/imm)