News Ticker
  • Wamenhaj RI Minta Aparat Hukum Tegas Tangkap Pelaku Korupsi Penyelenggaraan Haji
  • Bupati Bojonegoro Terima Penghargaan Bidang Ketahanan Pangan dari Presiden Prabowo
  • Pemkab Bojonegoro Ikuti Acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional secara Daring
  • APBD Bojonegoro 2026 Ditetapkan Rp6,49 T, Prioritas pada Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur
  • Hati-Hati! Beredar Akun Facebook Mengaku Bupati Bojonegoro, Mayarakat Diminta Waspada
  • Manfaat Kunyit untuk Kesehatan, dari Anti-Inflamasi hingga Anti-Kanker
  • 7 januari dalam Sejarah
  • 9 Embung di Bojonegoro Selesai Dibangun, Jamin Ketersediaan Air Baku untuk Pertanian
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Gudang Penyimpanan Solar di Balen, Bojonegoro Terbakar
  • Pemkab Bojonegoro Matangkan Proyek Strategis 2026, Pasar Kota Bakal Jadi Bangunan Multifungsi Tiga Lantai
  • Waspada Bahaya Gula Berlebih, Ancaman Kesehatan Anda
  • 6 Januari dalam Sejarah
  • Pingsan saat Mancing di Bendung Gerak, Warga Trucuk, Bojonegoro Meninggal di Rumah Sakit
  • Sesosok Mayat Perempuan Warga Bojonegoro Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Soko, Tuban
  • Nataru 2025/2026, Stasiun Bojonegoro Layani 42 Ribu Penumpang, Arus Balik Masih Tinggi
  • Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Masih Tinggi Jelang Akhir Libur Nataru 2025/2026
  • Bambang Sutrisno, Penerus Ajaran Samin, Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025
  • Khofifah Pimpin Evaluasi Kinerja 2025, Susun Strategi Pembangunan Jatim 2026
  • Tips Penting Jaga Kesehatan Pendengaran dari Penggunaan Earphone
  • 4 Januari, Hari Braille Sedunia
  • Kecelakaan Beruntun di Sumberrejo, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal Dunia
  • Waspada Cuaca Ekstrem di Jatim hingga 10 Januari
  • Pemkab Bojonegoro Pasang Stiker di Rumah Keluarga Miskin Penerima Bansos
  • Layanan Cek Kesehatan Gratis Dinkes Bojonegoro Capai 534.394 Orang
Menengok Usaha Penggemukan Kambing, Kelompok Ternak 'Tunggal Jagad' Desa Ngampal, Bojonegoro

Menengok Usaha Penggemukan Kambing, Kelompok Ternak 'Tunggal Jagad' Desa Ngampal, Bojonegoro

Bojonegoro - Usaha ternak kambing, atau tepatnya penggemukan kambing, nampaknya mulai diminati warga di Kabupaten Bojonegoro. Terbukti, sejumlah warga di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro ini secara berkelompok serius menggeluti usaha peternakan (penggemukan) kambing atau domba.
 
 
Salah satu alasannya, karena di Kabupaten Bojonegoro, sumber pakan ternak yang berasal dari limbah produksi pertanian, seperti jerami, kulit kedelai dan batang jagung, sangat melimpah di desa setempat dan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.
 
Selain itu, permintaan akan kebutuhan daging (kambing) juga terus meningkat. Terlebih lagi jelang perayaan hari raya Iduladha, permintaan kambing untuk hewan kurban relatif cukup banyak, sehingga usaha peternakan kambing memiliki prospek yang cukup baik untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
 
Melihat kondisi tersebut, lantas sejumlah warga di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro berinisiatif membentuk kelompok ternak yang mereka beri nama 'Tunggal Jagad, yang saat ini beranggotakan 11 orang.
 
 
 

 

Suasana kandang kambing Kelompok Ternak 'Tunggal Jagad, di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Minggu (12/07/2020)

 
 
Ketua Kelompok Ternak Tunggal Jagad, Andrian Al Hadin Taqwa SKom (28) di temui awak media ini di kandang ternaknya di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro , Minggu (12/07/2020) menuturkan, bahwa kelompok ternak kambing yang ia kelola bersama para tetangganya tersebut baru berjalan hampir 2 tahun dan saat ini memiliki atau merawat 54 ekor kambing gibas (domba) milik para anggota kelompoknya, dengan jumlah kepemilikan yang bervariasi.
 
Menurutnya, pada awalnya dirinya berniat ingin menggeluti usaha ternak kambing sendirian, sehingga ia mengawali usaha tersebut dengan membangun kandang berukuran 20 meter kali 20 meter. Namun setelah kandang tersebut jadi, dirinya kehabisan modal (untuk beli kambing), atau masih banyak ruang kosong di kandang yang baru ia buat, atau dengan kata lain tidak semuanya terisi kambing, sehingga dirinya berinisiatif menawarkan kepada para tetangga untuk membentuk kelompok ternak agar bisa bersama-sama memelihara kambing secara kelompok, dengan menggunakan kandang yang telah ia buat tersebut.
 
"Awalnya kami stor modal untuk pembelian bibit kambing, kemudian dirawat bersama-sama. Setelah kambing laku terjual, keuntungannya dibagi sesuai modal atau kepemilikan masing-masing anggota," tutur Andri. Minggu (12/07/2020)
 
 
 
Andri menuturkan bahwa kambing yang dibeli untuk digemukkan rata-rata usia 6 hingga 7 bulan dengan harga kisaran Rp. 1,5 juta - Rp 1,7 juta. Kemudian kambing-kambing tersebut dirawat untuk digemukkan hingga usia kurang lebih 1 tahun atau selama 5 bulan (150 hari).
 
Menurut Andri, untuk kambing usia 1 tahun, harga jualnya kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta, sehingga masih ada margin keuntungan kotor kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta untuk tiap ekor kambing. Sementara untuk biaya pakan setiap kambing sebesar Rp 2 ribu per hari. Dengan begitu untuk jangka waktu 5 bulan atau 150 hari penggemukan, setiap ekor kambing membutuhkan biaya sekitar Rp 300 ribu.
 
"Jadi selama jangka waktu 5 bulan penggemukan, setiap ekor kambing keuntungan bersih kisaran 700 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah. Kalau pas hari raya iduladha, keuntungannya bisa lebih," tutur Andri.
 
Sementara untuk pakan ternak kambing tersebut, Andri mengaku kelompoknya membuat sendiri, dengan membeli bahan baku dari para petani di wilayahnya, berupa limbah pertanian seperti jerami, kulit kedelai dan batang jagung (tebon), dan lain-lain, yang menurutnya sangat melimpah.
 
"Untuk pakan buat sendiri. Beli bahan dasar dari petani kemudian kita campur dengan beberapa bahan lainnya lalu difermentasi, sehingga biaya produksi khususnya untuk pakan, relatif murah," kata Andri.
 
 
 

Suasana kandang kambing Kelompok Ternak 'Tunggal Jagad, di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Minggu (12/07/2020)

 
 
Berharap Dapat Bantuan untuk Rencana Pengembangan Usaha
 
Melihat prospek usaha ternak kambing secara kelompok yang menurutnya cukup potensial, Andri bersama-sama anggota kelompokya berkeinginan untuk mengembangkan usaha penggemukan kambing tersebut, namun menurutnya saat ini dirinya bersama anggota kelompoknya masih terkendala terkait dengan modal, khususnya untuk pembuatan kandang dan pembelian bibit.
 
Sementara lahan untuk membangun kandang, Andri mengaku masih ada tanah milik keluarganya berukuran 40 meter kali 30 meter yang sudah disiapkan untuk pengembangan usaha ternak kambing tersebut bersama dengan anggota kelompoknya.
 
"Modal yang paling besar untuk pembuatan kandang, yang kedua modal untuk pembelian bibit kambing. Untuk lahan kebetulan ini sudah ada yang rencana akan saya pergunakan untuk pengembangan ternak kambing bersama-sama anggota kelompok yang lain. Itung-itung membantu peningkatan ekonomi para tetangga," tutur Andri.
 
 
 
Andri juga mengaku bahwa untuk modal usaha ternak (penggemukan) kambing kelompoknya saat ini, dirinya bersama anggota kelompok yang lain tidak menggunakan modal pinjaman dari bank.
Sementara saat ditanya apakah sudah pernah menerima bantuan, baik dari pemerintah maupun lembaga lain, Andri mengaku hingga saat ini kelompok ternak yang ia pimpin belum pernah menerima bantuan.
 
"Pernah sih berharap dapat bantuan, tapi ke mana mengajukannya ini masih cari-cari informasi. Ynag kedua, kelompok ternak kami ini juga baru 2 tahun berdiri, masih tergolong baru, jadi mungkin masih belum banyak yang tahu juga kali," tutur Andri.
 
Andri juga mengungkapkan bahwa saat ini dirinya bersama anggota kelompoknya tetap fokus memelihara kambing-kambing yang saat ini dimiliki, sambil berharap jelang perayaan hari raya Iduladha tahun ini, kambing milik kelompoknya banyak yang laku trjual dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sehingga dapat dipergunakan untuk modal pembelian bibit lebih banyak lagi, agar usaha kelompoknya tersebut dapat terus berkembang.
 
"Sampai saat ini sudah ada 7 orang yang pesan untuk kurban nanti. Semoga jelang hari raya kurban nanti, banyak yang terjual, sehingga bisa dibelikan kambing lagi untuk digemukkan lagi," kata Andri.
 
 
 
Sementara, jika ada warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Sumberrejo dan sekitarnya  yang ingin membeli kambing dari kelompok ternaknya, dapat menghubungi nomor telepon milik Andri, di nomor 0815 5952 1922 atau pada anggota kelompoknya yang bernama Suhadi, di nomor 0812 3445 695. (red/imm)
 
Banner Ucapan Nataru ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Geopark Bojonegoro Berpeluang Raih UNESCO Global Geopark

Berita Video

Geopark Bojonegoro Berpeluang Raih UNESCO Global Geopark

Bojonegoro - Peluang Bojonegoro Geopark untuk meraih UNESCO Global Geopark (UGGp) cukup besar, karena Bojonegoro mengangkat tema petroleum system paling ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1767808557.6421 at start, 1767808558.1081 at end, 0.46601414680481 sec elapsed