News Ticker
  • Pemprov Jatim Mulai Terapkan Work from Home
  • Strategi Pemkab Bojonegoro dalam Efisiensi Energi Menghadapi Dinamika Global
  • Spekta Bumi Fun Run 2026 Siap Digelar di Bojonegoro 3 Mei 2026
  • Wabup Bojonegoro Tinjau Pembangunan Jalan di Sekar, Pastikan Sesuai Standar
  • Satpol PP dan Dinsos Bojonegoro Gelar Patroli di Sejumlah Traffic Light
  • Tekan Pengangguran, Pemkab Bojonegoro Bakal Gelar Mini Jobfair
  • Prakiraan Cuaca 2 April 2026 di Bojonegoro
  • 02 April dalam Sejarah
  • Bupati Blora Ingatkan Jajaran OPD Perkuat Tata Kelola Bersih dan Cegah Korupsi
  • Ratusan Guru Raudhatul Athfal Bojonegoro Pererat Silaturahmi Melalui Momentum Halal Bihalal
  • Pemkab Bojonegoro Susun Strategi Edukasi Pengelolaan Sampah Menuju Adipura 2026
  • Ratusan Aparatur Sipil Negara Terima SK Pensiun, Bupati Bojonegoro Tekankan Pengabdian Masyarakat
  • Pentol Legend Depan BRI Bojonegoro, Kuliner Ndaging dan Empuk Tepi Jalan
  • Bupati Blora Ambil Sumpah Ratusan PNS, Tekankan Dedikasi dan Pelayanan Santun kepada Masyarakat
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 01 April 2026
  • 01 April dalam Sejarah
  • Dorong Transisi Energi Ramah Lingkungan, Bupati Bojonegoro Resmikan Fasilitas Pengisian Daya Becak Listrik
  • Mengenal Karakteristik dan Keunggulan Sapi Peranakan Ongole dari Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg Serentak, Pastikan Kesesuaian Distribusi dan Harga
  • Menurut Menteri LH, Jawa Timur Jadi Barometer Pengelolaan Sampah Terintegrasi
  • Siswa SRMA 18 Blora Kembali ke Asrama, Sekolah Tambah Jam Belajar
  • Ini Tarif Listrik per 1 April 2026 untuk Semua Golongan
  • Prakiraan Cuaca 31 Maret 2026 di Bojonegoro
  • 31 Maret dalam Sejarah
Kemarau Datang Lebih Awal, Tanaman Padi Petani di Kepohbaru, Bojonegoro, Alami Kekeringan

Kemarau Datang Lebih Awal, Tanaman Padi Petani di Kepohbaru, Bojonegoro, Alami Kekeringan

Bojonegoro - Memasuki musim kemarau tahun ini yang datang lebih awal, mengakibatkan ratusan hektare tanaman padi di lahan tadah hujan, milik petani di wilayah Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, alam kekeringan, sehingga banyak yang mati sebelum masa panen.
 
Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman padi para petani banyak yang mengalami puso atau gagal panen, sehingga membuat para petani di kecamatan setempat terancam rugi.
 
Berdasarkan data yang dihimpun awak media ini, dari 25 desa di wilayah Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, hanya ada 4 desa yang lahan pertaniannya dialiri irigasi dari jaring irigasi Waduk Pacal. Sementara 21 desa lainnya merupakan lawah pertanian tadah hujan.
 
 
Salah satu petani di Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Samsul Anam (40) menuturkan bahwa di desanya hujan sudah tidak turun sejak satu setengah bulan yang lalu atau sejak awal Mei 2021 lalu, saat padi yang telah ditanam petanai di desanya baru memasuki umur 40 hari.
 
Hal tersebut membuat para petani di desanya kesulitan mendapatkan pasokan air, sebab lahan sawah di desanya merupakan lahan tadah hujan yang jauh dari sungai maupun waduk.
 
"Dampaknya tanaman padi yang belum tua sebagian besar mengering. Hanya ada sedikit tanaman yang bisa dipanen, itupun tak sampai 50 persen," kata
 
 

Samsul Anam, petani di Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, saat beri keterangan. Kamis (10/05/2021) (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Menurut Samsul Anam, dari lahan miliknya seluas kurang lebih 2.000 meter persegi normalnya mampu menghasilkan kurang lebih dua ton gabah, namun kini turun darstis tak sampai satu ton, dan itupun dengan kualitas yang kurang baik, sehingga harga jualnyapun sangat rendah. Menurutnya, harga gabah kering panen di tingkat petani kini hanya berkisar Rp 3.500 per kilogramnya.
 
"Banyak petani di sini mengalami kerugian yang sebab seluruh modal yang telah kami keluarkan saat masa cocok tanam tidak sebanding dengan hasil panen," kata Samsul Anam.
 
Kini petani setempat hanya dapat pasrah. Mereka berharap ada upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk membantu kesuliatan petani, salah satunya dengan membangun waduk untuk pengairan atau irigasi yang sangat dibutuhkan oleh para petani di kecamatan setempat.
 
"Kabarnya pemerintah akan membangun waduk di Kepohbaru. Kami berharap semonga dapat segera dikerjakan agar ke depan petani dapat bercocok tanam secara normal dan tidak selalu kesulitan air seperti yang terjadi saat ini." tutur Samsul Anam berharap.
 
 
 
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Brangkal, Sumantri, saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa di desanya ada sejumlah petani yang mengalami gagal panen akibat kekuranan pasokan air.
 
Menurutnya, penyebabnya karena kekurangan pasokan air akibat musim kemarau yang datang lebih awal. Selain itu, lahan pertanian di desanya juga merupakan lahan tadah hujan sehingga untuk pengairan lahan pertanian di desa setempat sangat bergantung pada curah hujan.
 
"Iya benar, sebagaian tanaman padi milik warga mengalami gagal panen. Ada dua dusun yang mengalami gagal panen, yaitu Dusun Brangkal dan Dusun Kerjo. Penyebabnya karena kekurangan pasokan air," kata Sumantri.
 
 
 

Kondisi sawah petani di Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, yang alami kekeringan. Kamis (10/05/2021) (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Terpisah, Camat Kepohbaru Dra Sri Norma Arifah MM, saat dikonfirmasi awak media ini melalui sambungan telepon selulernya mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya kekeringan yang melanda tanaman padi milik petadi di Kecamatan Kepohbaru. Pihaknya mengaku akan segera melakukan pendataan di lapangan terkait kekeringan tersebut.
 
"Belum ada laporan. Kami akan melakukan pendataan di lapangan, atau bisa langsung kordinasi ke UPT Pertanian." tutur Dra Sri Norma Arifah MM.
 
 
 
Dari pantauan awak media ini di lapangan, selain di Desa Brangkal, beberapa tanaman padi milik para petani di wilayah Kecamatan Kepohbaru yang merupakan lahan tadah hujan, juga mengalami kekeringan, antara lain di Desa Cengkir, Desa Kepoh, Desa Pejok, dan Desa Sidomukti.
 
Sementara, jaringan irigasi daerah irigasi Waduk Pacal hanya ada di Desa Bayemgede, Sumberagung, Balongdowo, Turigede, sedangkan desa-desa lainnya merupakan lahan tadah hujan, sehingga pembangunan waduk untuk pengairan atau irigasi di wilayah kecamatan setempat sangat dibutuhkan agar para petani tidak selalu kesulitan air. (dan)
 
Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1775116019.0958 at start, 1775116019.5329 at end, 0.43707990646362 sec elapsed