Warga di Bojonegoro Mulai Keluhkan Kelangkaan Elpiji Melon Jelang Idulfitri
Selasa, 17 Maret 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, warga Kabupaten Bojonegoro di sejumlah wilayah mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai LPG melon. Selain mengeluhkan kelangkaan, warga juga mengeluhkan ada harga di tingkat pengecer yang melonjak drastis hingga mencapai Rp35 ribu per tabung. Bahkan di media sosial Facebook, terdapat warga yang menawarkan dua tabung gas dengan harga mencapai Rp100 ribu.
Kelangkaan LPG bersubsidi ini disebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir dan merata di hampir seluruh kecamatan di Bojonegoro. Kondisi tersebut memicu keresahan warga, terutama karena kebutuhan rumah tangga meningkat tajam di ujung Ramadan. Keluhan masyarakat pun ramai disuarakan melalui media sosial, di mana warga mengaku harus berkeliling ke berbagai toko dan pangkalan tanpa kepastian hasil.
Warga Desa Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro, Suyanto, mengaku sangat kesulitan mendapatkan LPG meski telah mencarinya ke sejumlah tempat. Ia menjelaskan bahwa banyak toko sudah dia datangi, namun stok kosong sejak kemarin sampai hari ini, Selasa (17/03/2026).
Hal serupa dialami Lutfi, seorang warga asal Kecamatan Kapas yang bekerja pada UMKM di Kecamatan Kota, yang mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Dia telah memesan LPG kepada pengecer langganannya namun kosong dan tidak bisa memastikan kapan stok tersedia. Sejumlah tempat dia datangi namun hasilnya nihil. Ia baru bisa mendapatkan LPG di daerah Kecamatan Kapas.
"Tempat kerja saya di kota, saya cari LPG di kota tidak menemukan. Semua toko yang saya datangi kosong dan tidak tahu kapan akan ada stoknya. Akhirnya saya berhasil beli di Kecamatan Kapas," katanya.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengklaim bahwa distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Timur sebenarnya tetap berjalan lancar. Perusahaan hilir Pertamina ini menyatakan telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat. Sepanjang Maret 2026, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan melalui mekanisme fakultatif dan extra dropping sebesar 10 persen, atau setara 3.657.666 tabung LPG 3 kilogram di Jawa Timur guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyalur resmi. Menurutnya, Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota pemerintah dan melakukan pemantauan distribusi secara berkala agar pasokan tetap tersedia bagi masyarakat. Selain itu, Pertamina melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, termasuk penerapan harga eceran tertinggi atau HET.
Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Masyarakat yang mampu secara ekonomi diimbau untuk menggunakan LPG non-subsidi agar distribusi gas melon ini bisa lebih tepat sasaran kepada yang membutuhkan.
































.md.jpg)






