Jelang Idul Fitri Pemkab Bojonegoro Gelar GPM di Trucuk untuk Pastikan Harga Pangan Stabil
Minggu, 15 Maret 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pokok melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Trucuk pada Kamis (12/03/2026) lalu. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menekan laju inflasi serta memperkuat daya beli masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Antusiasme warga dalam kegiatan ini sangat tinggi hingga membuat komoditas utama ludes terjual hanya dalam hitungan jam. Dalam kegiatan tersebut, DKPP Bojonegoro menyalurkan stok bahan pangan dalam jumlah besar yang meliputi satu ton beras, lima puluh dos Minyakita, serta dua puluh lima dos minyak Fortune. Selain itu, warga juga menyerbu komoditas lain seperti delapan puluh kilogram telur ayam, empat puluh kilogram bawang merah, dan tiga puluh kilogram bawang putih yang dijual dengan harga di bawah rata-rata pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyatakan bahwa pelaksanaan program ini secara konsisten merupakan kunci utama dalam menjaga psikologi pasar agar tetap stabil, khususnya di wilayah kecamatan. Ia mengapresiasi kelancaran acara dan menyebut bahwa kehadiran program ini menjadi solusi nyata yang sangat dinantikan masyarakat.
"Alhamdulillah, kegiatan GPM di Kecamatan Trucuk hari ini berjalan sangat lancar dan sukses. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan bahwa program ini memang menjadi solusi nyata yang ditunggu-tunggu warga untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Zaenal Fanani.
DKPP berencana untuk terus memetakan wilayah-wilayah strategis lainnya guna memastikan distribusi pangan murah dapat menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Bojonegoro secara merata. Dengan adanya program berkala ini, pemerintah berharap fluktuasi harga di tingkat konsumen dapat terkendali sehingga ketahanan pangan keluarga di Bojonegoro tetap terjaga dengan kuat di tengah tantangan pasar menjelang lebaran.
Warga Desa Mori Kecamatan trucuk bernama Syafii mengaku terbantu adanya GPM dari Pemkab ini. Menurutnya harganya cukup terjangkau sehingga cukup meringankan beban pengeluaran.
"Senang karena lebih murah jadi terasa meringankan beban, karena banyak bahan dapur yang mahal sekarang ini," kata Syafii, warga Desa Mori Kecamatan Trucuk.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir













.sm.jpg)


















.md.jpg)






