News Ticker
  • Gubernur Khofifah dan DPRD Jatim Sahkan Dua Perda Strategis untuk Lindungi Petambak dan Perkuat Mitigasi Bencana
  • Perkuat Sinergitas Lintas Sektoral, Satpol PP dan 19 OPD Bojonegoro Teken Komitmen Wujudkan Ketertiban Umum
  • Sejarah Sarapan, dari Larangan Agama hingga Menjadi Tradisi Makan Paling Penting
  • Harga Emas Antam Rp 2.772.000 per Gram, Kembali Capai Harga Tertinggi
  • 21 Januari dalam Sejarah
  • Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro
  • Tantangan Bojonegoro Nasional Geopark Menuju UNESCO Global Geoparks
  • Revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro Usung Konsep Modern dan Fungsional, Anggaran Sebesar Rp 28 M
  • Bupati Setyo Wahono Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro
  • Tampung Keluhan Warga, Pemkab Bojonegoro Kembali Gelar Dialog 'Sapa Bupati'
  • Pentingnya Rehat Gadget untuk Kesehatan
  • 20 Januari dalam Sejarah
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Sarasehan Geopark, Matangkan Strategi Menuju Penilaian UNESCO
  • Anak Wajib Punya KIA, Begini Cara Mengurusnya
  • KAI Daop 8 Lakukan Rekayasa Perjalanan Jarak Jauh Imbas Normalisasi Pascabanjir
  • Sektor Pertanian Blora Raih Apresiasi Nasional, Bupati Arief Rohman Terima Penghargaan Padi Organik dari Kemendes PDTT
  • Fasilitasi Gaya Hidup Sehat Warga, Pemkab Bojonegoro Miliki 8 Gedung Olahraga
  • Hendak Buang Air di Sungai Bengawan Solo, Warga Kradenan, Blora Dilaporkan Tenggelam
  • Desa Kauman-Bojonegoro Raih Juara Lomba Desa Digital Tingkat Nasional
  • Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2.703.000 Per Gram, Kembali Pecahkan Rekor Baru
  • Waspada Oknum Petugas Gadungan, PLN Bojonegoro Tegaskan Prosedur Layanan Hanya Melalui Kanal Resmi
  • Riset Ungkap Durasi Tidur yang Optimal untuk Memangkas Kalori
  • 19 Januari dalam Sejarah
  • Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro
Cerita Peternak Burung Murai Batu Medan asal Blora, Tak Goyah Diterpa Pandemi COVID-19

Cerita Peternak Burung Murai Batu Medan asal Blora, Tak Goyah Diterpa Pandemi COVID-19

Blora - Sarbini atau biasa dipanggil Pak Bina (50), warga Desa Ngelobener RT 001 RW 008, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, terbilang sukses menggeluti usaha berternak burung jenis murai batu Medan.
 
Usaha ternak burung yang ia geluti sejak 16 tahun silam itu sudah mengahasilkan keuntungan ratusan juta rupiah.
Ia mengaku selama pandemi ini tidak begitu mempengaruhi penghasilan penjualannya. Terbukti sepanjang tahun 2020 lalu, usahanya terasebut mampu menghasilkan Rp 100 juta.
 
Saat ini Sarbini memiliki 50 kandang. Ia mengaku sempat memiliki 300 ekor burung. Karena banyak pembeli burung hasil tangkarannya, sekarang ini ia tinggal memiliki 40 pasang indukan.
 
 
Saat berbincang dengan awak media ini di kediamannya, Minggu (12/09/2021), Pak Bina mengaku dulunya sales perabotan rumah tangga, namun tahun 2005 ia berhenti dari pekerjaannya.
 
Sesaat setelah dia berhenti jualan keliling, ia mulai menekuni hobi berternak burung dan hingga saat ini ia telah berhasil menjadi peternak burung murai batu Medan.
 
"Selama pandemi COVID-19 kerjannya di rumah saja. Jadi saya fokus usaha ternak burung murai," ucap Bina.
 
Ia juga mengaku selama pandemi ini, tidak begitu mempengaruhi penghasilan penjualannya. Termasuk saat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), meskipun ada penurunan penjualan, namun tidak begitu banyak.
 
"Jadi biasanya banyak pembeli dari luar yang datang. Sekaran ini paling hanya dari Blora saja dan wilayah sekitar kecamatan," ucapnya
 
Bina mengaku berternak  burung murai batu Medan, berawal dari hobi pelihara burung.
 
"Iya, kenapa saya pilih mengembangbiakkan burung murai, karena dari kecil hobi dan sekarang fokus usaha seperti ini," katanya.
 
 

Sarbini (50), peternak burung murai batu asal Desa Ngelobener, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, saat merawat burung piaraannya. Minggu (12/09/2021) (foto: priyo/beritabojonegoro)

 
Bina menambahkan, kemajuan usaha ternak burung itu sudah mengahasilkan ratusan juta. Namun jumlah keuntungan itu, setiap tahun mengalami pasang surut.
 
"Keuntungan itu tidak langsung begitu saja, melainkan bertahap dan melalui banyak proses. Tahun 2020 lalu mencapai 100 juta rupiah." ujarnya.
 
 
Pria yang hanya lulusan SD ini mengaku, awalnya dia hanya beli satu burung murai, namun gagal. Setelah itu dia beli lagi hingga 8 pasang. Untungnya bisa bertahan dan berhasil sampai sekarang. Bina mengaku burung peliharaannya pernah mencapai 300 ekor.
 
“Ternak mulai 2005. Setelah masangkan jantan betina, itupun tidak langsung jadi butuh waktu hingga 7 kali baru berhasil. Beranak secara terus dan sampai sekarang. Paling banyak sampai 300 ekor. Sekarang masih 40 pasang, sebab sering laku terjual,” kata Bina.
 
Saat ini ia memiliki 50 kandang, karena banyak pebeli, sekarang tinggal 40 pasang. Bina berharap usaha ternak burungnya bisa terus berkembang dan menjadi lebih besar lagi.
 
“Modal awal dulu Rp 40 juta. Untuk beli beberapa jenis burung. Tapi yang berhasil murai. Sama buat kandang,” tuturnya menjelaskan.
 
Menurutnya, ternak burung murai batu tergolong gampang-gampang susah. Namun karena hobi dan karena suaranya yang khas, membuat burung murai banyak diburu pecinta burung, sehingga ia membulatkan tekad untuk berternak burung murai.
 
"Untuk saat ini saya tidak menyediakan burung untuk perlombaan. Sebab waktunya tidak memungkinkan, jadi hanya penangkaran,” tuturnya menambahkan.
 
 
 
Selama 16 tahun bergelut di dunia penangkaran burung murai, Bina mengaku menemui banyak kendala, namun itu sudah menjadi hal lumrah atau hal biasa dalam berternak burung.
 
Bina mengaku, budidaya burung murai batu cukup efektif dan cepat menghasilkan. Terpenting asupan makanan terpenuhi. Harus ada serangga tiap pagi dan sore. Dikasih jangkrik, kroto, dan pur dicampur air panas.
 
“Kendalanya ya penyakit, pemasangan dengan lawan jenis dan lainnya. Tapi kalau sudah dimulai dari kecil lebih mudah. Seperti yang saya lakukan ini. Mulai dari trotolan sudah dipasangkan,” kata Bina.
 
Menurutnya, dari telur hingga menetas hanya butuh waktu 14 hari saja. Setelah itu, satu minggu berikutnya, induan bisa bertelur kembali.
 
“Burung murai itu usia 6-7 bulan sudah bisa berproduksi. Sudah bisa bertelur. Secara bisnis lumayan,” ucapnya.
 
Untuk penjualan, dia tidak bisa memprediksi. Terkadang satu bulan laku 20 ekor, namun kadang juga cuma terjual 15 ekor. Semua tangkarannya tidak semuanya menetas. Sebab, terkadang ada yang nakal. Telurnya dibuang induknya. Sehingga tidak bisa menetas.
 
“Kata kuncinya sabar. Harga juga tidak tentu. Tergantung usia. Kadang sampai 4 hingga 5 juta rupiah untuk usia 8-7 bulan. Paling murah yang kecil 1,5 juta rupiah. Tapi kalau masih kecil tidak saya jual. Biar berkembang dulu,” katanya.
 
 
 
Selama ini, pembeli yang biasa membeli burung tangkarannya selain dari wilayah Kabupaten Blora sendiri juga ada dari Kabuaten Pati dan Kota Semarang. Bahkan ias sudah memiliki pelanggan tetap..
 
Menururutnya, selama pandemi COVID-19 ini harga burun murai batu memang sempat turun. Cukup lumayan, sekitar Rp 1 jutaan. Dia berharap, ke depan kalau bisa beli yang warna dan ekor panjang.
 
"Pesan saya untuk peternak burung, yang penting adalah kesabaran. Pertama hobi, kedua senang merawat, dan kesabaran." kata Sarbini. (teg/imm)
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro

Berita Video

Global Geoparks Network Association Kunjungi Sejumlah Geosite di Bojonegoro

Bojonegoro - Tim dari Global Geoparks Network (GGN) Association, selaku assessor UNESCO Global Geoparks (UGGp), laksanakan kunjungan atau verifikasi lapangan ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Berita Foto

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

Hiburan

Netflix Umumkan Secara Resmi Tayangan Baru Sepanjang Tahun 2026

Netflix Umumkan Secara Resmi Tayangan Baru Sepanjang Tahun 2026

Netflix kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap industri hiburan Indonesia dengan mengumumkan jajaran film dan serial original terbaru yang akan tayang ...

1768984802.9608 at start, 1768984803.8566 at end, 0.89583802223206 sec elapsed