Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah Edisi ke-18 di Kalitidu
Rabu, 15 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pemerintah daerah kembali menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kini memasuki edisi ke-18 di wilayah Kecamatan Kalitidu pada Selasa (14/04/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi nyata dalam menghadapi fluktuasi harga pangan di pasar tradisional yang kerap membebani masyarakat. Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas esensial seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga aneka bawang dan cabai disediakan dengan harga yang jauh lebih miring dibandingkan harga pasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang sepanjang tahun 2026. Menurutnya, GPM di Kalitidu merupakan satu dari rangkaian 31 agenda yang telah dijadwalkan untuk menjangkau berbagai wilayah di Bojonegoro secara bergiliran.
“Ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah hadir langsung melakukan intervensi pasar demi memastikan tetap aman dan dompet tetap terjaga,” ujarnya.
Zaenal menambahkan bahwa penentuan lokasi pelaksanaan GPM tidak dilakukan secara acak, melainkan dengan memprioritaskan kawasan yang tengah mengalami tren kenaikan harga atau memiliki keterbatasan akses terhadap pangan murah. Dengan distribusi yang merata, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi.
"Target kami adalah 31 kali pelaksanaan selama setahun ini. Kami sebar di berbagai titik strategis agar manfaatnya merata. Harapannya, dengan frekuensi yang intensif, ekspektasi inflasi di tingkat konsumen dapat kita kendalikan bersama," pungkasnya.
Hadirnya GPM ini diharapkan mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan laju inflasi daerah sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan yang memadai bagi seluruh lapisan warga di Bumi Angling Dharma.(red/toh)





































