Branding Wisata Lewat Lagu, Pemkab Bojonegoro Sukses Gelar Grand Final Cipta Jingle Geopark di Kayangan Api
Minggu, 24 Mei 2026 18:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pelataran objek wisata alam Kayangan Api di Kecamatan Ngasem terlihat meriah pada Minggu (24/05/2026). Ratusan pasang mata menyaksikan gelaran grand final lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro yang berlangsung penuh antusias di bawah rindangnya pepohonan geosite kebanggaan daerah tersebut. Agenda kreatif ini menjadi salah satu strategi akselerasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkokoh promosi serta identitas audio guna mengantarkan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, dalam laporannya menjelaskan bahwa terdapat sepuluh finalis yang berhasil menembus babak puncak ini. Seluruh kontestan yang tampil merupakan kurasi terbaik dari rangkaian kompetisi yang telah dibuka sejak akhir Februari lalu. Pemilihan lokasi di Kayangan Api sengaja dilakukan karena tempat ini memegang status krusial sebagai salah satu geosite utama yang membutuhkan media promosi inovatif agar semakin dikenal luas oleh publik.
Langkah menyusun audio branding dinilai sangat taktis untuk mendekatkan kekayaan alam kepada masyarakat melalui medium seni musik. Elzadeba menegaskan bahwa kegiatan ini memicu keterlibatan aktif dari kalangan muda serta para pekerja seni lokal dalam melestarikan sekaligus mengangkat potensi pariwisata yang berpijak pada warisan geologi, kebudayaan, hingga keanekaragaman hayati setempat.
“Geopark Bojonegoro memiliki kekayaan warisan geologi, budaya, dan hayati yang menjadi identitas daerah sekaligus memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan penguatan promosi dan peningkatan daya tarik, salah satunya melalui jingle yang mudah dikenal dan diingat masyarakat,” ungkap Elzadeba.
Seluruh karya yang masuk ke meja panitia dinilai secara ketat oleh dewan juri yang memiliki kompetensi tinggi di bidang musik serta ekonomi kreatif untuk menyaring empat komposisi terbaik. Hasil gubahan yang keluar sebagai pemenang nantinya bakal diadopsi secara resmi sebagai instrumen promosi berkala dalam berbagai agenda daerah maupun nasional.
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini juga mengalir dari jajaran eksekutif daerah. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi, yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro, menyatakan bahwa kawasan geopark memiliki fungsi multidimensi yang mencakup aspek edukasi, konservasi, sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat akar rumput. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendorong percepatan status UNESCO Global Geopark dengan merangkul seluruh lini masyarakat.
“Jingle bukan sekadar lagu, tetapi media komunikasi yang efektif untuk memperkenalkan identitas daerah secara lebih menarik, mudah diingat, dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kreativitas anak-anak muda Bojonegoro yang mampu mendukung pengembangan pariwisata dan memperkuat kecintaan terhadap warisan alam dan budaya daerah,” pungkasnya.
Pada akhir perlombaan, dewan juri menetapkan Assyifa Mazroatul Fadzillah dengan karya berjudul Abadi Neng Bojonegoro sebagai peraih Juara 1. Posisi kedua ditempati oleh Dwi Novaberliananto yang membawakan jingle Geopark Bojonegoro, Wajah Nusantara. Sementara itu, Diky Fathu Rokhman dengan lagu Geopark Bojonegoro Harmoni nan Abadi menduduki peringkat ketiga, disusul oleh Felesia Hepy Novianti lewat karya bertajuk Jelajahi Keajaibannya yang dinobatkan sebagai Juara Favorit.
Keberhasilan penyelenggaraan acara di situs geologi ini diharapkan memicu semangat baru bagi ekosistem industri kreatif lokal untuk terus melahirkan karya yang berakar pada kearifan lokal Bojonegoro.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir





































