Ekspresi Bahagia Petani Bojonegoro Terima Bantuan Mesin Penunjang Produksi Pertanian
Rabu, 03 Juni 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Rona bahagia terpancar dari wajah para petani saat menerima langsung bantuan alat dan mesin pertanian dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Penyerahan fasilitas penunjang produktivitas tersebut dilaksanakan di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro pada Selasa (02/06/226) kemarin.
Bagi para petani, bantuan ini dipandang sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah yang membawa harapan baru untuk mendongkrak kapasitas hasil panen sekaligus mengefisiensikan beban kerja di area persawahan.
Melalui DKPP, otoritas daerah mendistribusikan delapan unit alsintan kepada delapan kelompok tani serta gabungan kelompok tani yang tersebar di wilayah beberapa kecamatan. Rincian armada mekanisasi yang diserahkan meliputi enam unit traktor roda 2, satu unit traktor roda 4, dan satu unit rice transplanter atau mesin penanam padi.
Adapun para penerima traktor roda 2 menyasar pada Poktan Bina Karya II dan Poktan Bina Karya 01 asal Desa Mayangrejo Kecamatan Kalitidu, Poktan Tani Makmur Diporono asal Desa Klampok Kecamatan Kapas, Poktan Sumber Mulyo asal Desa Bubulan Kecamatan Bubulan, Poktan Tani Mulyo Dua asal Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo, serta Gapoktan Tani Subur asal Desa Bayemgede Kecamatan Kepohbaru.
Kemudian untuk mesin penanam padi diserahkan khusus kepada Poktan Subur Makmur asal Desa Ngemplak Kecamatan Baureno. Sementara itu, fasilitas traktor roda 4 dialokasikan untuk mendukung operasional Poktan Sejahtera asal Desa Tlatah Kecamatan Purwosari.
Ketua Poktan Subur Makmur Desa Ngemplak Kecamatan Baureno, A. Kirnan, menyampaikan rasa syukur mendalam setelah kelompoknya dipercaya mengelola unit rice transplanter. Dirinya menilai teknologi ini menjadi solusi konkret atas hambatan proses tanam padi yang selama ini masih mengandalkan cara-cara konvensional.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani. Dengan adanya rice transplanter, pekerjaan tanam menjadi lebih cepat, lebih rapi, dan biaya tenaga kerja bisa ditekan,” ujar Kirnan.
Lebih lanjut, Kirnan mengungkapkan bahwa kelangkaan tenaga kerja saat musim tanam serempak tiba sering kali menjadi momok bagi komunitas petani setempat. Kehadiran mesin modern ini diproyeksikan mampu mengurai kendala waktu sehingga siklus budidaya dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
“Kalau tanam bisa lebih cepat, tanaman juga bisa tumbuh seragam dan hasil panen diharapkan meningkat. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan produksi pertanian,” tambahnya.
Pihaknya berkomitmen untuk mengawal penggunaan alat ini secara kolektif demi kepentingan seluruh anggota kelompok tani, serta memastikan perawatan berkala berjalan maksimal agar usia pakai mesin dapat bertahan dalam jangka panjang.






































