Gubernur Khofifah Sediakan Ratusan Ribu Beasiswa untuk Pelajar dan Mahasiswa Jatim
Minggu, 21 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan Komitmen Bersama Program Beasiswa Pendidikan bagi siswa dan mahasiswa tahun 2026. Program strategis ini menyediakan kuota yang sangat besar, yakni menyasar lebih dari 143 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa total kuota tersebut secara rinci terdiri atas 81.131 kuota beasiswa serta potongan biaya pendidikan untuk calon murid SMA dan SMK swasta. Sementara itu, untuk jenjang perguruan tinggi, tersedia 62 ribu kuota beasiswa serta keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Timur.
"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata pemerintah provinsi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata secara inklusif. Guna menyukseskan program ini, pemerintah merangkul berbagai lembaga pendidikan swasta untuk berkolaborasi menyediakan skema beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan bagi para peserta didik," kata Khofifah, Sabtu (20/06/2026).
Hingga pertengahan Juni tahun 2026, antusiasme lembaga pendidikan swasta tercatat sangat tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sudah ada delapan puluh empat Perguruan Tinggi Swasta yang berkomitmen kuat memberikan kuota beasiswa dan keringanan biaya kuliah. Menariknya, kerja sama ini tidak hanya mencakup keringanan biaya akademik semata, melainkan juga mencakup pemberian bantuan biaya hidup bagi mahasiswa baru yang memenuhi kriteria.
Lonjakan partisipasi juga terlihat jelas pada jenjang pendidikan menengah. Pada tahun ajaran sebelumnya, jumlah sekolah menengah swasta yang terlibat sebanyak seribu tujuh ratus tujuh puluh dua sekolah. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar delapan belas koma delapan puluh empat persen pada tahun ajaran baru kali ini, di mana kini terdapat dua ribu seratus enam sekolah swasta yang berpartisipasi aktif.
Secara lebih detail, penerima manfaat untuk jenjang sekolah menengah swasta terbagi menjadi dua kategori utama. Sebanyak 44.121 anak akan menerima beasiswa penuh. Di sisi lain, sebanyak 36.710 siswa lainnya mendapatkan potongan pembiayaan dalam bentuk pembebasan uang gedung, keringanan sumbangan pembinaan pendidikan atau SPP, serta berbagai bantuan penunjang kegiatan belajar lainnya.
"Seluruh capaian angka ini memiliki makna sosial yang sangat mendalam di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa di balik deretan statistik tersebut tersimpan harapan besar dari para orang tua, semangat juang anak-anak untuk belajar, serta peluang emas lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul serta berdaya saing global," kata Khofifah.
Penyediaan akses pendidikan swasta yang terjangkau ini dirasa sangat mendesak mengingat adanya keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pada tahun 2026 ini, jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Timur menembus angka 618.479 murid. Di sisi lain, total daya tampung gabungan seluruh SMA dan SMK negeri yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 39,55 persen dari total lulusan tersebut.
Kondisi tersebut menyisakan sekitar 60,45 persen lulusan atau setara dengan 373 ribu anak yang harus melanjutkan pendidikannya lewat jalur swasta maupun jalur alternatif lainnya.
"Adanya program kemitraan beasiswa ini diharapkan mampu menjembatani celah tersebut, sekaligus menjadi instrumen penting untuk menekan angka anak tidak sekolah dan mendongkrak angka partisipasi kasar di Jawa Timur," ujr Khofifah.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata dunia pendidikan swasta, dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada sepuluh SMA dan SMK swasta yang mengalokasikan kuota beasiswa terbanyak. Untuk kategori SMK swasta, apresiasi tertinggi diberikan kepada SMK Krian dua Sidoarjo, dilanjutkan oleh SMKS YPM delapan Sidoarjo, serta SMKS Ibrahimy satu Sukorejo Situbondo.
Sementara itu untuk kategori SMA swasta, penghargaan tertinggi diraih oleh SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang, disusul oleh SMA Islam NU Pujon Malang, serta SMA Plus Darul Hikmah Jember. Melalui apresiasi ini, Pemprov Jatim berharap kemitraan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terus terjalin erat demi memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi. (red/mul)





































