RSUD dr Soetomo Raih Peringkat 1 Nasional SCImago 2026, Gubernur Khofifah Mengaku Bangga
Senin, 22 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menempati peringkat pertama nasional dalam SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 di sektor kesehatan. Capaian ini memicu rasa bangga dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menilai hasil tersebut sebagai wujud pengakuan internasional terhadap kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur sekaligus Indonesia. RSUD Dr. Soetomo berhasil membuktikan bahwa rumah sakit daerah mampu tampil sebagai institusi kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (22/06/2026).
Khofifah menilai prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian dalam pemeringkatan internasional, melainkan representasi keberhasilan transformasi layanan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pelayanan medis, penguatan riset, inovasi, hingga kontribusi sosial bagi masyarakat.
Berdasarkan data pemeringkatan SCImago Institutions Rankings 2026, rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur itu menempati peringkat pertama di Indonesia pada seluruh kategori penilaian, mulai dari peringkat keseluruhan (overall rank), peringkat penelitian (research rank), hingga peringkat dampak sosial (societal rank).
Tidak hanya berjaya di level nasional, RSUD Dr Soetomo juga mencatatkan posisi strategis di kancah global dengan menempati peringkat ke-58 dunia untuk kategori keseluruhan dan peringkat ke-22 dunia untuk kategori dampak sosial. Sementara di tingkat regional, rumah sakit ini berada di peringkat ke-35 di Asia untuk kategori keseluruhan, peringkat ke-6 di Asia pada kategori dampak sosial, peringkat ke-55 di kawasan ASEAN untuk kategori keseluruhan, serta peringkat ke-19 ASEAN pada kategori dampak sosial.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter, perawat, tenaga kesehatan, peneliti, manajemen, dan semua pihak yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, rumah sakit saat ini tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan medis semata. Rumah sakit dituntut untuk mampu menjadi pusat penelitian, inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan tenaga kesehatan, sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang luas bagi publik.
“Rumah sakit masa depan harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. RSUD Dr. Soetomo telah menunjukkan peran tersebut dengan sangat baik,” tegas Khofifah.
Sebagai langkah ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta penguatan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan rujukan dunia. Dengan kerja keras dan kolaborasi, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi episentrum layanan kesehatan berkualitas di Indonesia,” katanya.
Mantan Menteri Sosial itu juga berharap capaian prestisius ini dapat menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran RSUD Dr Soetomo untuk tidak berhenti berinovasi serta terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat luas.
“Penghargaan dan peringkat adalah pengakuan atas kerja keras. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan manfaat, menghadirkan harapan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Itulah tujuan utama yang harus terus kita jaga bersama,” katanya.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mulyanto





































