Disbudpar Ingin Jadikan Situs Kubur Batu Malo sebagai Cagar Wisata
Kamis, 03 Maret 2016 16:00 WIBOleh Sindi Fatika Sari
Oleh Sindi Fatika Sari
Malo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro saat ini sedang berupaya menjadikan situs kubur batu di Malo sebagai cagar wisata. Upaya itu sekarang masih dalam tahap perencanaan. Tahap perencanaan meliputi evaluasi, pembuatan situs, dan pembangunan fisiknya.
Sebelumnya, pada pertengahan Januari lalu Tim Ahli Arkeologi Indonesia Komisariat Daerah Jawa Timur memastikan kubur batu di kawasan hutan jati di Desa Tanggir, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, merupakan kubur batu dari jaman Megalitikum. Dari hasil survei di lokasi setempat terdapat sedikitnya 10 kubur batu yang mengelompok, tapi ada juga kubur batu yang terpisah.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan dan Pelestarian Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Suyanto, situs kubur batu di Desa Tanggir, Kecamatan Malo, layak dikembangkan sebagai wisata sejarah. Hal itu dipastikan bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro.
“Kubur batu banyak ditemukan di sana, maka dari itu di Malo layak dijadikan tempat wisata sejarah. Batunya pun masih utuh,” ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Kamis (03/03).
Dia menambahkan, dalam tahap perencanaan cagar wisata ini Disbudpar membuat peta-peta lokasi. Selain itu juga membentuk tim. Salah satu di antara tim tersebut, yaitu tim pemantau. Sementara masyarakat lokal juga dilibatkan dalam perencanaan cagar wisata tersebut. Tahap perencanaan cagar wisata itu meliputi evaluasi, pembuatan situs, dan pembangunan fisiknya.
“Pada bulan ini (Maret) kami berencana mengumpulkan seniman dan budayawan. Kita rembuk bersama-sama tentang penemuan kubur batu ini," pungkasnya. (fat/tap)
*) Foto kubur batu dari infopublik.id












































.md.jpg)






