News Ticker
  • HXKED BY JAXTOD X UMBRAE1337
  • HXKED BY JAXTOD X UMBRAE1337
  • Perebutan Emas Cabor Futsal dan Bola Tangan Rampung, MMA Jadi Penutup Porkab II Bojonegoro 2026 Hari Ini
  • Kunjungan Kerja di Bojonegoro, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Rencana Pengembangan Batalyon TP 885 dan Brigif 33 di Dander
  • 11 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 Juli 2026
  • Kandang Ayam Senilai Rp2 M di Malo, Bojonegoro Ludes Terbakar
  • Panen Melon Bersama, Bupati Bojonegoro Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Modern
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp11,03 Miliar untuk Lima Program Beasiswa Mahasiswa
  • Seorang Lansia Bojonegoro Tewas Tertabrak Kereta Api Jayabaya di Perlintasan Baureno
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 10 Jul 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 10 Juli 2026
  • 10 Juli dalam Sejarah
  • Kecamatan Kota Dominasi Emas Kickboxing, Klasemen Sementara Porkab II Bojonegoro Masih Memimpin
  • Dalam Sehari Terjadi Enam Kebakaran Lahan di Bojonegoro, Ini Daftarnya
  • Pemkab Bojonegoro Berikan Pembinaan Ribuan Mahasiswa Penerima Beasiswa Daerah
  • "El Último Tango", Sepatu Spesial Adidas untuk Perjalanan Terakhir Messi di Piala Dunia
  • Kejari Bojonegoro Terima Tahap II Kasus Dugaan Peredaran Rokok Ilegal
  • Paripurna DPRD, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disetujui
  • Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Bojonegoro Distribusikan Air Bersih ke Sejumlah Desa
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Setiap OPD Lahirkan Inovasi Lewat BIA 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 9 Juli 2026
  • Rumah Kosong di Kapas, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai 150 Juta Rupiah
  • Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat
Selamatkan Generasi Emas Bojonegoro

Selamatkan Generasi Emas Bojonegoro

Oleh Atiek Setiyawan


Indonesia darurat Narkoba dan pelecehan seksual terhadap anak, lalu bagaimana dengan kita Bojonegoro akankah aman nyaman dan tenang tenang. Jangan mengira. Tahukah anda di awal tahun 2016 ini saja ada angka fantastis terkait jumlah kehamilan di Bojonegoro. Kodrat  hamil itu lumrah bagi kaum wanita, masalahnya bagaimana jika kehamilan itu terjadi di usia 14-16 tahun (kira kira usia SMP sampai kelas 1 SMA) bagaimana ini. Jumlah usia kehamilan antara 14-16 tahun di Bojonegoro di awal tahun 2016 ini mencapai 700 kasus. Bagaimana nasib mereka dan anak yang dilahirkan kelak, aneh bukan jika anak harus membesarkan anak. Belum lagi usia yang terlalu dini ternyata rentan terhadap beberapa resiko. Mulai kematian hingga pertumbuhan janin? Lalu bagaimana melihat kasus ini.

Angka 700 bukan angka yang enteng dan rendah, siapa yang harus bertanggungjawab?. Pemerintah ? Jangan melemparkan kesalahan pada orang lain. Jadi ingat lagu "Angge angge  orong orong  ora melu gawe melu momong”. Anak adalah tanggungjawab orang tua. Dimana mereka, sibuk tak ada waktu karena menyiapkan masa depan ataukah bagaimana. Pada intinya setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya, kerja keras dengan segala usaha demi anak anaknya kadang sedikit lepas, itulah manusia tak luput dari khilaf. Lalu bagaimana kita bisa menyelamatkan anak anak kita. Rasanya belum terlambat jika kita segera tersadar bahwa anak anak kita tetap membutuhkan sosok orang tua baik ibu dan ayah.

Mulailah dengan meluangkan waktu bersama anak, ya mulai menjadwalkan waktu keluarga. Ketua Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Bojonegoro, dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto membuat gerakan 1821. Apa itu, gerakan 1821 adalah mematikan handphone,gadget dan televisi mulai pukul 18.00 sampai dengan jam 21.00 WIB . Gerakan ini harus dimulai dari lingkungan keluarga utamanya orang tua. Rasanya kok aneh kita menuntut anak belajar malah kita asyik menonton televisi ataupun main gadget.

Orang tua adalah contoh terbaik bagi anak anaknya. Kita pun tak boleh egois menuntut sementara kita tak berbuat apapun. Setidaknya kita menghormati anak kita. Bukan hanya orang tua yang harus dihormati anak pun punya hak yang sama seperti orang tua. Kesadaran ini harus dimiliki oleh kedua orang tua dan anak anak, peran saling menguatkan mensupport adalah sangat penting. Apalagi anak anak yang tengah dalam proses pencarian jati diri orang tua harus aktif memantau. Aktif bukan mengekang apalagi terkesan tak peduli, mereka membutuhkan sosok sosok superhero yakni orang tua bukan sosok artis dan idola yang kini banyak memenuhi pikiran anak anak kita.

1821 salah satu langkah tepat menyelamatkan keluarga dan anak anak kita. Rasanya bukan suatu yang berat jika harus mematikan televisinya selama 3 jam. Hitung-hitung hemat energi dan mengurangi pengeluaran PLN.  Memanfaatkan waktu tiga jam untuk mendekatkan bersama keluarga semisal makan bersama, belajar atau mendampingi anak anak belajar. Setidaknya tanyakan apa yang terjadi hari ini dan apa saja yang telah dilalui anak anak kita. Bukannya kepo atau mau tahu urusan? Namun rasanya lumrah jika menanyakan hal itu.

 Mungkin diawal terasa aneh namun dengan pembiasan akan menjadi sebuah hal sederhana yang akan dirindukan. Jangan menunggu momen apa peristiwa untuk melakukan koreksi dari awal ini adalah demi anak anak kita. Kita sama sama sedang proses belajar, yang selama ini aktif dengan gadget dan lain lain. Berapa kali kita meliat handphone update status atau komen atas status orang lain jika dibandingkan bertanya kepada anak kita. Mari kita jawab sendiri sendiri. Hanphone medsos rasanya seperti mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat. Anak adalah masa depan kita, sebelum terlambat.

Mengapa 700 anak usia 14-16 tahun yang hamil di Bojonegoro di awal tahun 2016 ini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak anak kita?. Banyak pertanyaan yang terlintas di benak saya, apakah mereka yang kebablasan ataukah kita orang tua yang tak memiliki waktu untuk mengawasi anak anak kita. Atau kita salah memberikan kepercayaan kepada mereka. Ternyata banyak hal yang sudah terjadi. Era digital dan modernisasi kita anggap biasa tanpa sama sekali memikirkan proteksi untuk anak anak kita. Betapa mudah kita membiarkan anak anak mendapat gadget, mirisnya lagi kita sama sekali tak melakukan fungsi kontrol kepada mereka.

Ada hal lain yang membuat anak anak kita menjadi seperti ini apa itu? Televisi yang menyajikan tontonan gosip, sinetron yang mempertontonkan gaya hidup wah, gampangnya mendapatkan fasilitas mewah . Persaingan antar geng, gaya pacaran yang bebas disorot. Hei...hidup bukan sinetron. Uang tak datang serta merta. Siapa kita siapa orang tua kita. Apa ujug ujug dapat harta warisan apa menemukan bongkahan berlian saat lagi melamun. Kita bisa lihat bagaimana sinetron mengajarkan hidup enak mewah serba cukup tanpa kerja keras. Modal pacaran tahu tahu kaya. Kemana Komisi Penyiaran Indonesia. Aneh badan sensor kok ya meluluskan sinetron yang jauh dari jati diri bangsa dan sama sekali tak mendidik. Apa yang menjadi pertimbangan mereka? Dimana tolak ukurnya.

Jangan biarkan anak anak kita menyantap tontonan yang tak layak, kendali ditangan keluarga matikan tv gadget dan hp untuk sementara mulai jam 18.00 - 21.00 untuk menyelamatkan anak kita. Mau bergantung pada siapa KPI atau badan sensor mana mungkin kadang mereka gak benar benar menjalankan fungsinya buat apa. Lagipula televisi di rumah kita tinggal turn off dan lakukan aktifitas positif mengapa tidak. Ajakan ini semoga menyelamatkan generasi generasi emas kita aset aset dimasa depan. Jangan menunggu selagi kita bisa.

Wong pertanggungjawaban atas amanah anak juga akan dipertanyakan kepada kita, bukan kepada pemerintah, KPI, pemilik stasiun tv  oleh Allah SWT di yaumul hisab. Itu pasti akan terjadi tak mungkin tidak. Sudah waktunya kita bergerak dan berbuat. Turn off tv gadget mulai pukul 18.00 sampai 21.00. Insyallah kita bisa.

Penulis pegawai di Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro

Berita Terkait
  • Proses

  • Apa yang Terlihat

  • Cerita Kehidupan

  • Sering Kali

  • Apa yang Dicari

  • Kemauan

  • Kadang

  • Dahsyatnya Cinta

  • Istirahat

  • Perlu Contoh

  • Peduli

  • Kehormatan

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1783785900.3628 at start, 1783785900.6574 at end, 0.29459095001221 sec elapsed