News Ticker
  • Film Train Dreams (2025), Kisah Haru Lelaki Pekerja Kasar yang Sederhana Penuh Makna
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Terus Tambah Jaringan Irigasi
  • Jangan Lewatkan Gerakan Pangan Murah Pemkab Bojonegoro di Jl. Mas Tumapel Hari Ini
  • BI Jatim Luncurkan Program SERAMBI 2026, Siapkan Rp24,6 T Uang Layak Edar
  • Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Naik Rp 28.000 jadi Rp 2.944.000 per Gram
  • Sering Melewatkan Sahur? Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan
  • 20 Februari dalam Sejarah
  • Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Bebas Maladministrasi dari Ombudsman Jatim
  • Pemkab Bojonegoro Target Bangun 876 Unit Sanitasi Baru di 2026
  • Check-out Sekarang, Pay Later, Film Komedi Tentang Potret Satir Jeratan Pinjol
  • Pemkab Bojonegoro Matangkan Rencana Jalan Lingkar Selatan Terintegrasi Flyover, Target Mulai Tahap Desain Detail 2026
  • Pegiat Lingkungan Bojonegoro Kolaborasi Ekspedisi Pencarian Anggrek Larat Hijau di Hutan
  • Naik Rp 38.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.916.000 per Gram
  • Harga Daging Ayam Ras dan Telur Masih Tinggi di Atas Acuan, Pemerintah Bantah Imbas Program MBG
  • Tips Praktis Tetap Fit dan Bugar Selama Puasa Ramadan
  • 19 Februari dalam Sejarah
  • Komisi C DPRD Bojonegoro Gelar Audiensi Bahas Kekerasan Seksual, Pernikahan Dini, dan Putus Sekolah  
  • Kapolres Bojonegoro Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Lantas
  • Turun Rp 40.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.878.000 per Gram
  • Warga Desa Trucuk, Bojonegoro, Ikuti Praktik Pengelolaan Sampah
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Angkutan Pelajar Gratis Kembali Beroperasi Pasca-Lebaran 2026
  • Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Lewat BGSI: Tekan Biaya Kesehatan Penyakit Kronis dengan Genomik Personal
  • Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili: Semoga Bawa Kedamaian dan Keadilan Sosial
  • BI Jatim Ingatkan Warga Waspadai Penukaran Uang Palsu Jelang Lebaran
Selamatkan Generasi Emas Bojonegoro

Selamatkan Generasi Emas Bojonegoro

Oleh Atiek Setiyawan


Indonesia darurat Narkoba dan pelecehan seksual terhadap anak, lalu bagaimana dengan kita Bojonegoro akankah aman nyaman dan tenang tenang. Jangan mengira. Tahukah anda di awal tahun 2016 ini saja ada angka fantastis terkait jumlah kehamilan di Bojonegoro. Kodrat  hamil itu lumrah bagi kaum wanita, masalahnya bagaimana jika kehamilan itu terjadi di usia 14-16 tahun (kira kira usia SMP sampai kelas 1 SMA) bagaimana ini. Jumlah usia kehamilan antara 14-16 tahun di Bojonegoro di awal tahun 2016 ini mencapai 700 kasus. Bagaimana nasib mereka dan anak yang dilahirkan kelak, aneh bukan jika anak harus membesarkan anak. Belum lagi usia yang terlalu dini ternyata rentan terhadap beberapa resiko. Mulai kematian hingga pertumbuhan janin? Lalu bagaimana melihat kasus ini.

Angka 700 bukan angka yang enteng dan rendah, siapa yang harus bertanggungjawab?. Pemerintah ? Jangan melemparkan kesalahan pada orang lain. Jadi ingat lagu "Angge angge  orong orong  ora melu gawe melu momong”. Anak adalah tanggungjawab orang tua. Dimana mereka, sibuk tak ada waktu karena menyiapkan masa depan ataukah bagaimana. Pada intinya setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya, kerja keras dengan segala usaha demi anak anaknya kadang sedikit lepas, itulah manusia tak luput dari khilaf. Lalu bagaimana kita bisa menyelamatkan anak anak kita. Rasanya belum terlambat jika kita segera tersadar bahwa anak anak kita tetap membutuhkan sosok orang tua baik ibu dan ayah.

Mulailah dengan meluangkan waktu bersama anak, ya mulai menjadwalkan waktu keluarga. Ketua Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Bojonegoro, dra. Hj. Mahfudhoh Suyoto membuat gerakan 1821. Apa itu, gerakan 1821 adalah mematikan handphone,gadget dan televisi mulai pukul 18.00 sampai dengan jam 21.00 WIB . Gerakan ini harus dimulai dari lingkungan keluarga utamanya orang tua. Rasanya kok aneh kita menuntut anak belajar malah kita asyik menonton televisi ataupun main gadget.

Orang tua adalah contoh terbaik bagi anak anaknya. Kita pun tak boleh egois menuntut sementara kita tak berbuat apapun. Setidaknya kita menghormati anak kita. Bukan hanya orang tua yang harus dihormati anak pun punya hak yang sama seperti orang tua. Kesadaran ini harus dimiliki oleh kedua orang tua dan anak anak, peran saling menguatkan mensupport adalah sangat penting. Apalagi anak anak yang tengah dalam proses pencarian jati diri orang tua harus aktif memantau. Aktif bukan mengekang apalagi terkesan tak peduli, mereka membutuhkan sosok sosok superhero yakni orang tua bukan sosok artis dan idola yang kini banyak memenuhi pikiran anak anak kita.

1821 salah satu langkah tepat menyelamatkan keluarga dan anak anak kita. Rasanya bukan suatu yang berat jika harus mematikan televisinya selama 3 jam. Hitung-hitung hemat energi dan mengurangi pengeluaran PLN.  Memanfaatkan waktu tiga jam untuk mendekatkan bersama keluarga semisal makan bersama, belajar atau mendampingi anak anak belajar. Setidaknya tanyakan apa yang terjadi hari ini dan apa saja yang telah dilalui anak anak kita. Bukannya kepo atau mau tahu urusan? Namun rasanya lumrah jika menanyakan hal itu.

 Mungkin diawal terasa aneh namun dengan pembiasan akan menjadi sebuah hal sederhana yang akan dirindukan. Jangan menunggu momen apa peristiwa untuk melakukan koreksi dari awal ini adalah demi anak anak kita. Kita sama sama sedang proses belajar, yang selama ini aktif dengan gadget dan lain lain. Berapa kali kita meliat handphone update status atau komen atas status orang lain jika dibandingkan bertanya kepada anak kita. Mari kita jawab sendiri sendiri. Hanphone medsos rasanya seperti mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat. Anak adalah masa depan kita, sebelum terlambat.

Mengapa 700 anak usia 14-16 tahun yang hamil di Bojonegoro di awal tahun 2016 ini. Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak anak kita?. Banyak pertanyaan yang terlintas di benak saya, apakah mereka yang kebablasan ataukah kita orang tua yang tak memiliki waktu untuk mengawasi anak anak kita. Atau kita salah memberikan kepercayaan kepada mereka. Ternyata banyak hal yang sudah terjadi. Era digital dan modernisasi kita anggap biasa tanpa sama sekali memikirkan proteksi untuk anak anak kita. Betapa mudah kita membiarkan anak anak mendapat gadget, mirisnya lagi kita sama sekali tak melakukan fungsi kontrol kepada mereka.

Ada hal lain yang membuat anak anak kita menjadi seperti ini apa itu? Televisi yang menyajikan tontonan gosip, sinetron yang mempertontonkan gaya hidup wah, gampangnya mendapatkan fasilitas mewah . Persaingan antar geng, gaya pacaran yang bebas disorot. Hei...hidup bukan sinetron. Uang tak datang serta merta. Siapa kita siapa orang tua kita. Apa ujug ujug dapat harta warisan apa menemukan bongkahan berlian saat lagi melamun. Kita bisa lihat bagaimana sinetron mengajarkan hidup enak mewah serba cukup tanpa kerja keras. Modal pacaran tahu tahu kaya. Kemana Komisi Penyiaran Indonesia. Aneh badan sensor kok ya meluluskan sinetron yang jauh dari jati diri bangsa dan sama sekali tak mendidik. Apa yang menjadi pertimbangan mereka? Dimana tolak ukurnya.

Jangan biarkan anak anak kita menyantap tontonan yang tak layak, kendali ditangan keluarga matikan tv gadget dan hp untuk sementara mulai jam 18.00 - 21.00 untuk menyelamatkan anak kita. Mau bergantung pada siapa KPI atau badan sensor mana mungkin kadang mereka gak benar benar menjalankan fungsinya buat apa. Lagipula televisi di rumah kita tinggal turn off dan lakukan aktifitas positif mengapa tidak. Ajakan ini semoga menyelamatkan generasi generasi emas kita aset aset dimasa depan. Jangan menunggu selagi kita bisa.

Wong pertanggungjawaban atas amanah anak juga akan dipertanyakan kepada kita, bukan kepada pemerintah, KPI, pemilik stasiun tv  oleh Allah SWT di yaumul hisab. Itu pasti akan terjadi tak mungkin tidak. Sudah waktunya kita bergerak dan berbuat. Turn off tv gadget mulai pukul 18.00 sampai 21.00. Insyallah kita bisa.

Penulis pegawai di Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro

Berita Terkait
  • Keluar

  • Proses

  • Apa yang Terlihat

  • Cerita Kehidupan

  • Sering Kali

  • Apa yang Dicari

  • Kemauan

  • Kadang

  • Dahsyatnya Cinta

  • Istirahat

  • Perlu Contoh

  • Peduli

  • Kehormatan

  • Tidak Sama

  • Alasan

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Hati-hati! Lewat Skema Phising, Akun Instagram Bisa Dibajak Kurang dari 3 Menit

Teknologi

Hati-hati! Lewat Skema Phising, Akun Instagram Bisa Dibajak Kurang dari 3 Menit

Bojonegoro - Salah satu aplikasi media sosial (Medsos) Instagram, juga memiliki kerentanan keamanan, sehingga berpotensi diambil alih (dibajak) oleh orang ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1771609180.9613 at start, 1771609181.2142 at end, 0.25293588638306 sec elapsed