News Ticker
  • Atasi Nyeri Menstruasi dengan Jamu Kunyit Asam, Begini Aturan Minum yang Tepat Menurut Pakar Kesehatan
  • EastFood Indonesia Expo 2026, Wadah Strategis UMKM dan Industri Kuliner Perluas Pasar Global
  • Ini Tips Pemasaran Digital Inovatif untuk UMKM dari Owner Dasilva
  • Langkah Menuju Geopark Internasional, Pemkab Bojonegoro Lakukan Kunjungan Pra Validasi
  • Dispusip Bojonegoro Gelar Lomba Bertutur SD/ MI Tingkat Kabupaten, Asah Kemampuan Public Speaking Anak
  • 19 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 19 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Pengayuh Sepeda Tewas Ditabrak Pengendara Motor Tak Dikenal di Baureno, Bojonegoro
  • Kantor Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,35 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Musda II IJTI Korda Pantura Raya, Muhammad Mahrus Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2029
  • Tips Percantik Visual Foto Produk UMKM dengan Memanfaatkan AI
  • Dudy Oris Ajak Nostalgia Penggemar Bojonegoro dengan Lagu Kasih Putih hingga Engkau Masih Anak Sekolah
  • Bupati Wahono Jelaskan Makna Tema Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Kenalkan Marketplace Baru untuk UMKM
  • 18 Juni dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 18 Juni 2026 di Bojonegoro
  • Mayat Laki-laki Asal Cirebon Ditemukan di Tepi Rel Kereta Api Jetak Bojonegoro
  • Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Buka Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026
  • Pertunjukan Reog hingga Tari Warnai Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Sebelum Resmi Dibuka
  • PLN Butuh 154 Juta Ton Batubara, Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Aman
  • Hilirisasi Pertanian Bojonegoro Diperkuat Lewat Peresmian Pabrik Porang di Sekar
  • Jalan Sehat 1 Muharram Pemprov Jatim Berakhir Ricuh, Kupon Rusak dan Warga Merangsek Panggung
  • Khidmat, Ratusan Warga Ikuti Ruwatan Murwakala 2026 di Kayangan Api Bojonegoro
  • 17 Juni dalam Sejarah
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Berikut Rangkaian Acaranya
Dana Abadi Harus Ada Pada Tiap Tahun Anggaran

Dana Abadi Harus Ada Pada Tiap Tahun Anggaran

Oleh Nasruli Chusna

Kota - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus melakukan upaya untuk mematangkan Raperda Dana Abadi Migas. Dana Abadi Migas disusun akan selalu ada pada tiap tahun anggaran di APBD.

"Rancangan Perda Dana Abadi Migas, terdapat pasal yang mengatur tentang kewajiban Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mengalokasikan Dana Abadi pada setiap tahun anggaran di APBD," kata Aw. Syaiful Huda, Direktur Bojonegoro Institute.

Lebih lanjut, pria yang sering disapa Awe ini menjelaskan untuk penghitungan alokasi Dana Abadi Migas, yang dirimuskan dalam Raperda adalah sebesar 40 persen dari jumlah rata-rata 5 tahun penerimaan DBH Migas dan DBH PBB Sektor Migas Kabupaten Bojonegoro. Lima tahun dihitung berdasarkan tiga tahun dari realisasi penerimaan, tahun berjalan dan proyeksi satu tahun mendatang. Selain itu, ditambah lagi 100 persen dari penerimaan Participating Interest (PI).

Nilai tersebut bisa saja berubah. Bisa berkurang dan bertambah pada saat pembahasan di legislatif. Karenanya ia berharap supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mengirim Raperda yang sudah difinalisasi pada pertengahan Bulan Juni 2016 kemarin.

Menurut Awe, nama panggilannya, ada beberapa alasan yang menjadi dasar pemikiran pembentukan Dana abadi migas. Diantaranya didasarkan hakikat sumber daya migas merupakan sumber daya tak terbarukan. Sehingga pasti akan habis. Oleh sebab itu harus ada  strategi untuk menjaga keberlangsungan penerimaan pendapatan darinya.

"Pada saat produksi migas nanti sudah berhenti, maka penerimaan DBH Migas juga ikut berhenti. Tetapi dengan adanya dana saving, yang bentuknya Dana Abadi Migas ini. Dengan pengelolaan yang baik, maka daerah tetap akan terus mendapatkan penerimaan dari keuntungan penempatan investasi Dana Abadi,"  jelas Awe.

Selain itu pembentukan Dana Abadi Migas juga untuk menghadapi volatilitas (gejolak anggaran). Karena naik-turunya penerimaaan sektor migas, yang memberikan dampak ketidakpastian. Dengan adanya Dana Abadi Migas dapat difungsikan untuk stabilisasi fiskal.

"Bisa dipinjam pada saat penerimaan mengalami penurunan yang ekstrim untuk menstabilkan anggaran," jelas Awe.

Pembentukan Dana Abadi Migas juga untuk memperhalus belanja daerah. Menghindari belanja-belanja berlebihan (over spending), dengan meningkatan efektifitas belanja dan prioritas pembangunan.

Adanya dorongan moral untuk mendistribusikan penerimaan pendapatan dari sektor migas secara adil, untuk generasi saat ini dan generasi akan datang. "Dengan menyisihkan sebagian penerimaan pendapatan dari sektor migas dalam bentuk dana saving, yang dapat digunakan pada saat migas habis," lanjutnya.

Awe menambahkan bahwa era migas di Kabupaten Bojonegoro tidaklah lama. Ia menyebutkan dari Lapangan Banyuurip-Blok Cepu pada saat 2030 nanti, diperkirakan hanya mampu berproduksi sekitar 10 ribuan barel perhari.

Dengan dasar inilah, menurut Awe menjadikan banyak pihak berinisiatif mendorong pembentukan Dana Abadi Migas Kabupaten Bojonegoro, termasuk Bojonegoro Institute. (rul/moha)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1781902555.2236 at start, 1781902556.1908 at end, 0.96720600128174 sec elapsed