Perkuat Sinergi, KORMI Bojonegoro Matangkan Strategi Olahraga Masyarakat di Raker 2025
Rabu, 24 Desember 2025 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bojonegoro secara resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 di Singapore Resto pada Selasa, 23 Desember 2025. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi mendalam, konsolidasi antar-pengurus, sekaligus menyusun peta jalan program kerja demi memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat Bojonegoro.
Dukungan penuh terhadap langkah KORMI datang langsung dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora), Arief Nanang Sugianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana prasarana yang representatif. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembangunan sport center di Jalan Veteran serta penyediaan gedung olahraga di berbagai titik kecamatan agar akses berolahraga semakin dekat dengan warga.
Arief menjelaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut memang didedikasikan untuk kepentingan publik. Demi mempermudah akses warga, Pemkab menerapkan tarif sewa yang sangat terjangkau yakni hanya Rp100 ribu per jam dengan fasilitas yang sudah memadai. Tidak hanya soal fisik bangunan, pemanfaatan fasilitas ini juga telah bertransformasi ke arah digital melalui aplikasi bernama Bang Tigor.
"Inovasi ini memungkinkan masyarakat melakukan pemesanan jadwal secara daring dan melakukan pembayaran nontunai melalui sistem QRIS. Hingga saat ini, antusiasme warga terlihat sangat tinggi dengan banyaknya jadwal peminjaman yang sudah masuk hingga Maret mendatang," kata Arief.
Upaya ini merupakan bagian dari visi besar mewujudkan Bojonegoro Membanggakan yang diukur melalui tiga pilar utama, yakni Indeks Pembangunan Olahraga, Indeks Pembangunan Kepemudaan, serta Indeks Pemajuan Kesenian Tradisional. Melalui sinergi dan komunikasi yang harmonis, diharapkan capaian pembangunan di sektor olahraga dapat melampaui target yang telah ditetapkan oleh pimpinan daerah.
Sementara itu, Ketua KORMI Bojonegoro, Ali Mahmudi, memaparkan bahwa saat ini pihaknya menaungi sebanyak 17 Induk Organisasi Olahraga Masyarakat (Inorga). Namun, KORMI tidak membatasi diri hanya pada organisasi formal saja. Komunitas hobi maupun kelompok masyarakat yang aktif berolahraga secara rutin tetap diakomodir sebagai bagian dari kearifan lokal.
"Saat ini, kelompok-kelompok komunitas tersebut tengah dalam proses pendataan agar pembinaan ke depan bisa lebih merata," kata dia.
Mengenai struktur organisasinya, Inorga di bawah naungan KORMI terbagi dalam tiga kategori besar, yaitu Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya, Olahraga Petualangan dan Tantangan, serta Olahraga Kebugaran dan Kesehatan. Adapun ke-17 organisasi yang telah bergabung antara lain adalah KOSTI, PORTINA, PELANGI, FESPATI, PERPATRI, IESPA, KIS, IOF, ABI, FONI, PORPI, STI, ILDI, ASIAFI, PORSI, ATTI, dan ATNI.
Menatap masa depan, KORMI Bojonegoro juga telah menyiapkan berbagai agenda besar untuk tahun 2026 yang akan diajukan kepada Dinpora. Rencana tersebut mencakup kegiatan rutin senam di area Car Free Day, pengiriman kontingen atlet ke luar daerah, hingga keikutsertaan dalam Festival Olahraga Provinsi 2026.
"Selain itu, berbagai ajang kompetisi seperti lomba senam dan festival olahraga tradisional akan terus digalakkan guna menjaga semangat kebugaran masyarakat Bojonegoro," kata Ali Mahmudi.(red/toh)































.md.jpg)






