News Ticker
  • Diduga Serangan Jantung, Petani di Balen, Bojonegoro Meninggal di Sawah
  • Rembesan Air Berbau Gas Muncul di Dalam Rumah Warga Ngasem, Bojonegoro
  • Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu
  • Kodim Bojonegoro Gelar Kemah Sabtu Minggu di Wisata Grogolan
  • Marak Penipuan Aplikasi IKD, Dinas Dukcapil Bojonegoro Imbau Warga Lebih Waspada
  • Program Beasiswa Pemkab Bojonegoro Masih Sepi Pendaftar
  • 7 Rumah Warga Bojonegoro di Bantaran Bengawan Solo Terancam Longsor, Penanganan Terganjal Dokumen
  • Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Tegaskan Penanganan Stunting Harus Berbasis Data dan Kualitas Air Bersih
  • Kamis Malam di Kafe Satu Sisi, Musisi Bojonegoro Berkumpul dalam Harmoni Kolaborasi
  • Tips Menghilangkan Iklan Menganggu yang Terus Muncul di HP
  • Perkiraan Cuaca Bojonegoro Hari Ini
  • 27 Maret dalam Sejarah
  • Tim Gabungan Ungkap Sederet Pemicu Kelangkaan LPG 3 Kg di Bojonegoro, Tindak Tegas Pangkalan Nakal
  • Pendaftaran Beasiswa Bojonegoro 2026 Gelombang Pertama Dibuka Hingga 10 April
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Kembali CFD Minggu 29 Maret 2026
  • Ikon Lampu Mliwis Putih Percantik Jembatan TBT, Tim PJU Bojonegoro Siaga Penuh Selama Cuti Lebaran
  • Pemprov Jatim Berlakukan WFH bagi ASN Setiap Rabu Mulai 1 April 2026
  • Perkiraan Cuaca 26 Maret 2026 di Bojonegoro
  • 26 Maret dalam Sejarah
  • Khofifah Puji Peran Tagana sebagai Ujung Tombak Penanggulangan Bencana di Jawa Timur
  • Puncak Pink Moon Bulan April 2026: Cek Waktu dan Posisi Terbaik untuk Melihatnya
  • Pemkab Bojonegoro Awali Hari Kerja Pasca lebaran dengan Apel dan Halal Bihalal, Tekankan Kinerja dan Efisiensi
  • Bill Gates Ungkap Tiga Profesi yang Paling Aman dari Disrupsi AI
  • Meninggal Malam Jumat Wage, Makam Warga Dander, Bojonegoro Dibongkar Orang Tak Dikenal
Memahami dan Menyikapi Perbedaan Hari Raya (Bagian 1)

Memahami dan Menyikapi Perbedaan Hari Raya (Bagian 1)

Oleh Drs.H. Sholikhin Jamik, SH.

Kemungkinan besar Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah tahun ini ada perbedaan (baca: tidak sama) dengan ketentuan pemerintah. Karena berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 10 Dzulhijjah 1436 Hijriyah jatuh pada hari Rabu Kliwon ( 23 September 2015). Sementara pemerintah, berdasarkan kalender, jatuh pada hari Kamis, tanggal 24 September 2015.

Bagi kita masyarakat awam, dalam menghadapi perbedaan, bukan memposisikan diri mana menang atau kalah dan salah atau benar. Tapi harus berusaha memahami adanya perbedaan kemudian bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi perbedaan tersebut sambil mencari solusi yang Islami.

Banyak yang bertanya, mengapa dan apa yang menjadi penyebab terjadinya perbedaan dalam menentukan hari raya. ( baca: apalagi dalam hari raya Idul adha nanti ada puasa Arofah yang kata orang harus sama/ mengikuti saudara kita yang berhaji saat wukuf di Arofah, 9 Dzulhijjah waktu dan tanggalan Arab Saudi). Padahal semua sepakat, dalam menentukan awal bulan itu berdasarkan melihat/ kemunculan HILAL ( bulan sabit), bukan berdasarkan hari ( Senin, Selasa, Rabu dst). Bila kita memahami penyebab terjadinya perbedaan, minimal ada 3 sebab yaitu :

Pertama, penanggalan Islam ditentukan berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi, dan pemulaan tanggal dimulai setelah matahari tenggelam ( maghrib ). Sedangkan secara umum masyarakat dunia, termasuk Indonesia, sudah terbiasa menggunakan penanggalan berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari dan permulaan tanggal dimulai setelah jam 24.00 (tengah malam).

Perlu diketahui bahwa jumlah hari dalam satu bulan menurut penanggalan Islam adalah antara 29 atau 30 hari. Adapun umur tahun rata-rata adalah 354 hari. Namun ada yang 355 hari. Akan tetapi, sebenarnya lama peredaran bulan mengelilingi bumi tidak persis 29 hari atau 30 hari. Begitu juga umur dalam satu tahun tidak persis 354 hari atau 355 hari.

Jika dalam penanggalan masehi, penambahan 1 hari diletakkan pada bulan Februari di mana biasanya berumur 28 hari menjadi 29 hari. Namun, dalam penanggalan, Islam penambahan 1 hari tidak selalu pada bulan tertentu. Namun secara otomatis mengikuti posisi bulan. Dengan demikian, setiap tahunnya rata-rata terjadi selisih 11 antara penanggalan Islam dengan penanggalan masehi, karena umur tahun masehi rata-rata 365 hari sedangkan umur tahun hijriyah / islam rata-rata 354 hari. Adapun untuk menentukan permulaan tanggal atau hari, jika dalam penanggalan masehi perubahan atau permulaan tanggal / hari dimulai setelah jam 24.00 ( tengah malam ), maka dalam penanggalan Islam dimulai setelah matahari tenggelam.

Mengingat sebagian besar umat manusia, termasuk umat Islam Indonesia, sudah terbiasa menggunakan penanggalan masehi yang berpedoman peredaran bumi mengelilingi Matahari -- dan permulaan hari / tanggal dihitung setelah jam 24.00, maka sebagian besar umat Islam masih menganggap bahwa bila harinya sama tanggal juga dianggap sama. Misalnya saat di Indonesia pada hari Senin Legi tanggal 14 September 2015 adalah tanggal 1 Dzulhijjah, apakah di Arab Saudi juga tanggal 1 Dzulhijjah? Ternyata belum tentu. Karena jarak waktu Indonesia dengan Arab Saudi ada 4 jam. Apalagi jarah antara Indonesia dengan USA yang terpaut hampir 13 jam. Amat sangat mungkin harinya tidak sama dengan Indonesia.

Bumi kita berbentuk bulat, bukan datar.

Bumi yang kita diami adalah bulat dan posisi bulan dan matahari setiap waktu bergeser dengan perhitungan kasar. Setiap jam kedudukan bulan dan matahari dilihat dari bumi bergeser, lebih cepat matahari + 1/2º, atau setiap 2 jam  + 1º.

Mengingat bentuk bumi adalah bulat dan posisi kedudukan bulan dan matahari dilihat dari bumi selalu bergeser lebih cepat matahari + 1º setiap dua jam, maka dimungkinkan pada hari yang sama di suatu negara belum bisa melihat bulan, baik secara perhitungan ( hisab ) maupun dengan mata telanjang ( ru’yat ). Namun di negara lain, pada hari yang sama, sudah bisa melihat bulan, baik secara hisab maupun ru’yat.

Atau bisa juga terjadi di negara yang sama bagi mereka yang menggunakan metode hisab sudah memasuki bulan baru karena posisi bulan pada waktu matahari tenggelam sudah terwujud/ diatas ufuk. Namun sebaliknya bagi yang menggunakan metode ru’yat, meskipun secara perhitungan ketika matahari tenggelam posisi bulan sudah sudah jauh diatas ufuk, namun karena belum bisa melihat bulan dengan mata -dan umur bulan masih 29 hari, maka pada hari tersebut belum dinyatakan sebagai tanggal /bulan baru.

Contoh, Indonesia dan Arab Saudi: perbedaan atau selisih waktu antara Indonesia dan Arab Saudi adalah  + 4 jam. Sehingga ada perbedaan posisi kedudukan antara bulan dan matahari dilihat dari bumi antara Indonesia dan Arab Saudi  + 2º. Bila dicontohkan, misalnya saat matahari tenggelam posisi hilal 1º. Apabila pada hari Ahad tanggal 13 September 2015, di Indonesia posisi bulan pada waktu matahari tenggelam 1º, maka yang menggunakan metode hisab wujudul hilal ( berapapun tinggi hilal saat matahari terbenam, yang penting hilal sudah di atas ufuk) hari Senin tanggal 14 September 2015 sudah dinyatakan masuk bulan baru. Tapi bagi yang menggunakan metode ru’yatul hilal, maka pada hari Senin 14 September 2015 belum dinyatakan memasuki bulan baru. Karena dengan kedudukan atau posisi bulan pada waktu matahari tenggelam 1º, dipastikan mata telanjang belum bisa melihat hilal. Sedangkan di Arab Saudi pada hari yang sama Ahad tanggal 13 September 2015,  posisi bulan sudah 3º, sehingga dimungkinkan bisa dilihat dengan mata telanjang. Sehingga hari Senin 14 September 2015 dinyatakan telah memasuki bulan baru 1 Dzulhijjah 1436 H.

Dengan demikian, dimungkinkan bisa terjadi perbedaan dalam penentuan awal bulan antara golongan/ kelompok yang memakai metode hisab wujudul hilal (Senin, 14 September 2015 ) dengan yang memakai metode ru’yatul hilal (Selasa, 15 September 2015 ).

Bersambung bagian 2

)* Penulis adalah alumni kursus hisab dan rukyat, yang diadakan Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur tahun 2006.

Banner Ucapan Idulfitri 1447 H ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Meriahkan Ulang Tahun ke-30, BPR Bojonegoro Bakal Hadirkan Band Ungu

Bojonegoro - PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda) melakukan terobosan besar dalam memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan berencana menghadirkan ...

1774628188.9999 at start, 1774628189.6483 at end, 0.648353099823 sec elapsed