News Ticker
  • Ruas Jalan Kabupaten di Blora Longsor, Aparat Gotong Royong Membuat Bronjong
  • Puluhan Warga Desa Tembeling, Bojonegoro Diduga Terima Sertifikat Tanah Palsu
  • Kejari Bojonegoro Telah Terima Hasil Perhitungan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Desa Deling
  • Cegah Kejahatan Jalanan dan Geng Motor, Polres Bojonegoro Tingkatkan Patroli
  • Kunjungi Stasiun Cepu, Blora, Komisaris PT KAI Dukung Penataan Stasiun
  • Jalan Darurat Penghubung Bojonegoro-Nganjuk Kini Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat
  • Hadiri Kirab Pusaka Hari Jadi Blora, KGPAA Mangkunegara X Doakan Blora Semakin Maju dan Sejahtera
  • Jembatan Jetak, Bojonegoro Longsor, Polisi Imbau Pengguna Jalan Berhati-hati
  • Tertabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek, Warga Kalitidu, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Diduga Serangan Jantung, Pedagang Sayur di Pasar Dander, Bojonegoro Meninggal Saat Berjualan
  • Penderita HIV/AIDS Baru di Bojonegoro Tahun 2022 Sebanyak 217 Orang, Naik 63 Persen
  • UMK Blora Tahun 2023 Diusulkan Naik 7,14 Persen Menjadi Rp 2.040.080
  • Peringati Hari AIDS Sedunia, Dinkes dan ODHA Blora Bagikan Bunga ke Pengendara
  • 4 Rumah di Kedewan, Bojonegoro Terimpa Tanah Longsor, Aparat Gabungan Bantu Evakuasi
  • Kali Kening Meluap, 6 Desa di Kecamatan Parengan, Tuban Diterjang Banjir
  • Pasca-Banjir Blora, Petugas Gabungan Gotong Royong Bersihkan Masjid dan Pasar Jepon
  • Jembatan Penghubung Antar Kecamatan di Blora Ambrol, Warga Harus Putar Arah
  • Hujan Deras, Sejumlah Kecamatan di Blora Dilanda Banjir
  • Dewan Pengupahan Usulkan UMK Bojonegoro Tahun 2023 Sebesar Rp 2.150.273,38
  • Petani di Sugihwaras, Bojonegoro Meninggal Dunia Saat 'Ndaut' di Sawah
  • Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro
  • Tabrakan Truk Vs Suzuki S-Presso di Sumberrejo, Bojonegoro, Satu Orang Tewas, 4 Lainnya Luka-Luka
  • Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Gempa Bumi di Cianjur
  • Pentingnya Mitigasi untuk Mengurangi Risiko Bencana di Bojonegoro

Opini: Cegah Stroke dengan Makanan Sehat

Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day diperingati pada tanggal 29 Oktober 2021. Peringatan tersebut diprakarsai oleh World Stroke Organization (WSO) yang menyediakan platform global bagi komunitas stroke untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong tindakan yang lebih baik terhadap penderita stroke di seluruh dunia.
 
Dalam peringatan Hari Stroke Sedunia tanggal 29 Oktober 2021 ini, tema kampanye yang diangkat adalah "Save Minutes, Save Lives". 
 
Save Minutes Save Lives, artinya saat seseorang terserang stroke, maka setiap detik yang berjalan usai serangan adalah waktu yang sangat krusial. Jaringan otak dan jutaan neuron yang ada di dalamnya perlahan akan melemah jika tidak segera mendapatkan pertolongan yang seharusnya. 

#adsense#
 
Kalau mendengar kata stroke, hampir semua orang merasa ketakutan karena identik dengan tidak bisa berbuat apa apa dan akan bergantung pada bantuan orang lain.
 
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak.
 
Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, diharapkan kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari.
 
Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan dengan segera. Semakin cepat mendapat pertolongan yang benar, semakin tidak terlalu berat akibat yang dideritanya nanti dan segera bisa pulih kembali.
 
Oleh karena itu kita perlu sekali kewaspadaan yang antara lain dengan adanya Hari Stroke sedunia pada 29 Oktober 2021. Hampir semua insan kesehatan pada hari ini mengingatkan pada masyarakat tentang kewaspadaan terhadap serangan stroke, yang ternyata banyak ‘dibuat’ oleh ‘ulah’ penderita sendiri.
 
Dengan adanya peringatan Hari Stroke Sedunia maka menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran pada seriusnya ancaman penyakit tersebut dan tingginya angka penderita saat ini. Selain itu juga menjadi saat yang tepat untuk kampanye tentang cara mengurangi penderita stroke melalui kesadaran masyarakat yang lebih baik pada faktor risiko dan tanda-tanda stroke.
 
 
Stroke tidak melihat status sosial seseorang, tua, atau sering juga yang muda, baik yang bertempat tinggal di kota atau pun pedesaan. Semua orang dengan penyakit dasar tertentu bisa terkena stroke, apabila kurang atau tidak mengindahkan pola hidup sehat, sehingga penyakitnya tidak terkontrol. Sehingga terjadi komplikasi yang ‘menakutkan’, stroke, yang seakan tamatlah riwayatnya karena akan tidak bisa segalanya lagi.
 
Gejala stroke berikut ini bisa kita kenali agar dapat melakukan tindakan yang tepat, sehingga yang terserang bisa segera tertolong.
 
1).Cara bicara penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walau mereka terlihat sadar
2).Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun, tidak simetris
3).Lengan atau kaki si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, karena itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu atau bahkan kedua lengan atau kakinya
 
Bila kita mengamati gejala-gejala di atas, sebaiknya secepatnya di bawa ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan dan tidak terserang stroke total.
 
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 12 penderita stroke per 1.000 penduduk Indonesia, dan semakin tahun angka itu cenderung meningkat.
 
Stroke juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Orang yang usianya lebih dari 65 tahun paling berisiko terkena stroke. Namun dua puluh lima persen stroke terjadi pada orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.
 
Orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk akan mudah terserang stoke. Selain itu orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes, juga lebih beresiko terhadap stroke.
 
 
Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika kita makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok dan tidak minum alkohol.
 
Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat juga bisa mengurangi resiko terkena stroke. Pada sebagian orang, obat untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.
 
Kewaspadaan terhadap stroke harus kita tingkatkan, karena serangan stroke akan menyisakan disabilitas yang tidak kita harapkan, seakan kita tidak berguna lagi. Apalagi sudah dua tahun ini semua orang di dunia hidup dalam kondisi pandemi, jadi harus lebih mewaspadai semuanya.
 
Oleh karena itu kita semua harus selalu melaksanakan pola hidup sehat agar selalu terjaga keseimbangan kesehatan pada diri kita, sehingga komplikasi penyakit yang ada tidak akan terjadi. Dan kebahagiaan bersama akan selalu mengiringi kita semua, karena kita selalu melaksanakan ProKes dengan benar untuk melindungi diri dan sesama.
 
Semoga kita selalu sehat. (*/imm)
 
 
Penulis: dr H Achmad Budi Karyono (Penulis Direktur RS Muhammadiyah Cepu, Blora)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Berita Terkait

Videotorial

Bupati Blora Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Ke-345 Kabupaten Bojonegoro

Hari Jadi Bojonegoro Ke-345

Bupati Blora Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Ke-345 Kabupaten Bojonegoro

Selamat Ulang Tahun Bojonegoro Bupati Blora, H. Arief Rohman SIP MSi, sampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-345 ...

Berita Video

Viral, 2 Pengemudi di Tambakboyo, Tuban Berkelahi di Tengah Jalan

Viral, 2 Pengemudi di Tambakboyo, Tuban Berkelahi di Tengah Jalan

Tuban - Sebuah rekaman video memperlihatkan perkelahian antara dua orang pengemudi, di Jalan Pantura, turut Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Waspadai Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

Opini

Waspadai Penyakit Gagal Ginjal Akut Misterius

Pandemi COVID-19 belum berakhir. Beberapa penyakit serius dan ganas yang lain, mengekor dan ikut meramaikan situasi yang mencemaskan. Dunia sudah ...

Quote

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Bagaimana Ucapan Idulfitri yang Benar Sesuai Sunah Rasulullah

Saat datangnya Hari Raya Idulfitri, sering kita liha atau dengar ucapan: "Mohon Maaf Lahir dan Batin, seolah-olah saat IdulfFitri hanya ...

Infotorial

Menjaga Keselamatan Sesama

Menjaga Keselamatan Sesama

'Menjadi pahlawan tidak harus selalu berlaga di medan peperangan. Banyak hal yang bisa dilakukan, termasuk menjaga keselamatan lingkungan dan sesama. ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Feature

Hari Raya Iduladha, Bawa Berkah bagi Produsen Besek Bambu di Blora

Hari Raya Iduladha, Bawa Berkah bagi Produsen Besek Bambu di Blora

Blora - Hari Raya Iduladha, membawa berkah bagi sejumlah perajin besek (anyaman bambu) di wilayah Kabupaten Blora. Salah satunya adalah ...

Religi

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Akan Gelar Salat Iduladha 9 Juli 2022

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro Akan Gelar Salat Iduladha 9 Juli 2022

Bojonegoro - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro, akan menggelar Salat Iduladha 1443 Hijriah pada Sabtu 9 Juli 2022. Khusus ...

Wisata

Menengok Wisata Petik Buah Semangka di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Blora

Menengok Wisata Petik Buah Semangka di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Blora

Blora Budi daya buah semangka di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, memasuki masa panen. Momen tersebut dikemas oleh pemerintah ...

1670370961.8064 at start, 1670370962.0805 at end, 0.27408003807068 sec elapsed