News Ticker
  • Adam Bukan Manusia Pertama Karya Agus Mustofa
  • Petugas Penyeberangan Jembatan Bambu Bisa Dapat Rp 1 Juta dalam Sehari
  • Bak Truk Tronton Terguling di Margomulyo, Polisi Pantau Kelancaran Lalu-Lintas
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Pikap Tabrak Pohon Penghijauan di Kalitidu
  • Biaya Pembuatan Jembatan dari Bambu Bisa Mencapai 8 Juta Rupiah
  • KTM Bersenggolan dengan Honda Beat di Padangan, Tiga Orang Luka - Luka
  • Fotografi Bisa Menjelaskan yang Tak Bisa Ditulis
  • Jembatan Trucuk Akan Jadi Jembatan Tanpa Pancang Terpanjang di Jawa Timur
  • Musim Kemarau, Para Penambang Perahu Bangun Jembatan Penyebrangan Dari Bambu
  • Kapolres Bojonegoro Perintahkan Anggota Laksanakan Giat Cipta Kondis
  • Berkat Aplikasi CAS, Pelaku Tabrak Lari di Kalitidu, Berhasil Ditangkap Polsek Balen
  • Diduga Pengemudi Mengantuk, Xenia Tubruk Agya di Kalitidu, Lalu Melarikan Diri
  • Musim Kemarau Datang, Kabupaten Blora Siaga Kekeringan
  • Dari 10 Ribu Lulusan SMA, Baru 500 yang Kerja
  • Warga Desa Mojodelik Sepakat Ganti Rugi Pembebasan Lahan untuk Proyek JTB
  • Jika Ada Keluhan Masyarakat, EMCL Selalu Jalin Komunikasi dan Berikan Solusi
  • Meningkatnya Kasus HIV Berdampak pada Tingginya Kasus TB
  • Motor Tabrak Pejalan Kaki, 3 Orang Luka Luka
  • Kapolres Keluarkan Maklumat Selama Ramadan dan Perayaan Idul Fitri 1438 H
  • Yamaha F1Z Tubruk Pikap Dari Belakang di Balen, Pengendara Motor Patah Kaki

Mengelola Virus Khayalan Thoyyiban Migas di Bojonegoro

Mengelola Virus Khayalan Thoyyiban Migas di Bojonegoro

Oleh Kang Yoto

DENGAN adanya industri minyak dan gas bumi di Bojonegoro membawa dampak luar biasa. Salah satunya harapan yang tinggi dari masyarakat terhadap migas. Semua orang yakin bahwa kita akan menjadi kaya dengan migas.

Inilah yang menumbuhkan semacam virus baru di tengah masyarakat, yakni virus "Khayalan Thoyyiban" atau angan-angan yang indah akan minyak dan gas.

Khayalan Thoyyiban ini dimulai sebelum, sesaat, sedang atau saat puncak produksi. Kini ketika sedang produksi, apa yang ada dibenak mereka adalah bisa ikut mengolah, baik maintenance atau operation.

Karena itu, Khayalan Thoyyiban ini harus dimanage (kelola) dengan baik. Dengan maksud untuk memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat, utamanya adalah mereka yang berada di sekitar lokasi eksplorasi.

Mengapa demikian? Pertama, karena di tempat minyak ada proses penderitaan yang panjang. Kedua, di sekitar kegiatan eksplorasi kecenderungan SDM masih terbatas. Ketiga, masyarakat harus dapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang bersama di kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

Dari sinilah Kabupaten Bojonegoro menerapkan prinsip Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Penguatan ini dimaknai pada sisi keadilan distributif dan keadilan partisipatif.

Apa yang dikatakan orang tentang Kutukan Sumber Daya Migas itu lebih karena kesalahan pengelolaan. Kesalahan Sumber Daya Manusia inilah yang mengakibatkan kutukan, karena salah mengelola lingkungan, konflik, mental korupsi, dan belanja yang tidak tepat.

Untuk menghindari Kutukan Sumber Daya Migas, Bojonegoro membuat kebijakan yang mengarah pada penguatan SDM, infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi, dan penguatan fiskal dalam jangka panjang. Salah satunya, melalui Dana Abadi Migas sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan menyiapkan masa depan untuk anak cucu kita.

Harus dipahami betul bahwa anak cucu kita mempunyai hak-hak pula terhadap migas. Karenanya kita harus mengelola dengan baik. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Allah dan anak cucu kita.

Penguatan fiskal ini demi masa depan generasi mendatang, artinya Dana Abadi Migas ini untuk menyiapkan generasi Bojonegoro. Sehingga kita tidak sekedar meninggalkan cerita sejarah tentang kekayaan minyak kita. (*/tap)

*) Materi ini disampaikan Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto MSi saat membuka Lokakarya Pengelolaan Industri Hulu Migas di Indonesia yang diselenggarakan ExxonMobil Cepu Limited di Aston Bojonegoro City Hotel, Senin (19/12/2016) pagi.

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Fotografi Bisa Menjelaskan yang Tak Bisa Ditulis

Wahyu Budianto Toak, Fotografer Bojonegoro

Fotografi Bisa Menjelaskan yang Tak Bisa Ditulis

Oleh Vera Astanti Lelaki itu sibuk menangkap momen. Bukan hanya dengan mata, tetapi juga dengan sebuah kamera yang tercengkeram erat ...

Quote

Nasihat Alam Kubur: Hidup Diantara Keterbatasan, Gengsi dan Iri

Nasihat Alam Kubur: Hidup Diantara Keterbatasan, Gengsi dan Iri

*Oleh Kang Yoto SEPERTI biasa saat di samping makam ayah ibu, saya selalu mendapatkan kesempatan bertadabbur dan tazakkur kehidupan lewat ...

Opini

Depresi, Ayo Curhat

Hari Kesehatan Sedunia

Depresi, Ayo Curhat

Oleh dr Achmad Budi Karyono TANGGAL 7 April ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Di era medsos ini dunia kesehatan mengangkat ...

Eksis

Alham Muhammad Ubay, Atlet Panjat Tebing Yang Suka Menggambar

Alham Muhammad Ubay, Atlet Panjat Tebing Yang Suka Menggambar

Oleh Vera Astanti Bojonegoro Kota - Tidak semua orang mampu menaklukan ketakutannya, terutama ketakutan akan ketinggian. Jangankan melakukan kegiatan ekstrem, ...

Pelesir

Kemendes Kucurkan Rp 1,5 M untuk Wana Wisata Migas Kedungpupur

Kemendes Kucurkan Rp 1,5 M untuk Wana Wisata Migas Kedungpupur

Oleh Priyo Spd BLORA Sekeretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Anwar Sanusi, dalam kunjungan ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 29 Mei 2017

Berita Foto

Bak Truk Tronton Terguling di Margomulyo, Polisi Pantau Kelancaran Lalu-Lintas

Kecelakaan Tunggal

Bak Truk Tronton Terguling di Margomulyo, Polisi Pantau Kelancaran Lalu-Lintas

Oleh Heriyanto Margomulyo - Sebuah truk tronton bermuatan tepung, pada Minggu (28/05/2017) sekira pukul 14.00 WIB siang tadi, mengalami musibah ...

Infotorial

Pemuda Sekitar Operasi PEPC Siap Bersaing di Dunia Kerja

Pasca Pelatihan dan Sertifikasi Keterampilan Industri Migas

Pemuda Sekitar Operasi PEPC Siap Bersaing di Dunia Kerja

*Oleh Imam Nurcahyo BOJONEGORO-- Sebagai modal bersaing untuk mencari kerja atau untuk berwirausaha, sebanyak 20 pemuda yang berasal dari empat ...

Resensi

Adam Bukan Manusia Pertama Karya Agus Mustofa

Adam Bukan Manusia Pertama Karya Agus Mustofa

Oleh Muliyanto Nama Agus Mustofa cukup populer sebai penulis buku buku agama yang kontroversial. Buku buku yang Agus Mustfa tulis ...

Feature

Menyelarasakan Rasa dengan Musik Alternatif

Menyelarasakan Rasa dengan Musik Alternatif

Oleh Vera Astanti Bojonegoro - Dalam bermusik, alat apapun yang ada di sekeitar bisa digunakan, tinggal bisa mengolahnya atau tidak. ...

Teras

Surabaya Kini Jadi Kota Nyaman Ditinggali

Surabaya Kini Jadi Kota Nyaman Ditinggali

Oleh Heriyanto Bojonegoro Wajah Kota Surabaya kini banyak berubah. Tidak seperti dulu. Dulu Kota Pahlawan itu kesannya seperti lagunya Franky, ...

Statistik

Hari ini

216 pengunjung

444 halaman dibuka

75 pengunjung online

Bulan ini

115.750 pengunjung

354.570 halaman dibuka

Tahun ini

437.165 pengunjung

1.840.212 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 585.055

Indonesia: 13.171

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

\