News Ticker
  • 10 Hikmah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadan
  • Polisi Tangkap 4 Pelaku Pencurian Ruko di Kalitidu Bojonegoro
  • Blewah, Masih Jadi Menu Favorit Buka Puasa di Bojonegoro
  • Polres Bojonegoro Masih Dalami Motif Pembunuhan Bayi Oleh Ibu Kandungnya
  • Orang Bertaqwa Harus Kaya
  • Ancaman Bagi Yang Tidak Puasa di Bulan Ramadan
  • Masjid Darussalam Bojonegoro Setiap Hari Bagi 700 Takjil
  • Penjual Kembang Api di Bojonegoro, Tak Seramai Dulu Lagi
  • Tradisi Buka Puasa Bersama di Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro, Jaga Kerukunan Antar Umat
  • Iuran BPJS Kesehatan Masyarakat Miskin Ditanggung Pemerintah
  • Inilah 19 Keutamaan Bulan Ramadan
  • Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Pembunuhan Bayi, Oleh Ibu Kandungnya
  • Kapolres Bojonegoro Salurkan Bantuan Pada Warga Kurang Mampu
  • Puasa Dengan Prasangka
  • Penjual Takjil Dadakan, Mengadu Peruntungan di Bulan Ramadan
  • Kemarau Datang, Warga Desa Mlinjeng Sumberrejo Mulai Kesuliatan Air Bersih
  • Terjatuh Lalu Ditabrak Mobil, Pemotor di Baureno Bojonegoro Luka Berat
  • Selama Ramadan, Polres Bojonegoro Gelar Program Peci
  • Pj Bupati Bojonegoro Imbau Warga Masyarakat Aktifkan Siskamling
  • Kapolres Bojonegoro Harap, Perbedaan Jadi Kekuatan

Persetubuhan Terhadap Anak Gadis di Bawah Umur

Hamili Dua Gadis, Pemuda Tak Bertanggungjawab Ini Diamankan Polisi

Hamili Dua Gadis, Pemuda Tak Bertanggungjawab Ini Diamankan Polisi

Oleh Heriyanto

Bojonegoro Kota – Seorang lelaki berinisial TJ (28) warga Desa Butoh Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro mendekam di jeruji besi Mapolres Bojonegoro gara-gara menghamili dua gadis dan tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua orang tua kedua gadis yang masih berstatus pelajar itu melapor ke polisi karena merasa menjadi korban perbuatan bejat lelaki tidak bertanggungjawab itu.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi dalam jumpa pers hari ini, Rabu (04/01/2017) pukul 09.00 WIB di halaman Mapolres. Kepada awak media, Kapolres Wahyu mengatakan bahwa kedua korban tidak saling mengenal dan perbuatan persetubuhan dilakukan secara terpisah.

Salah satu korban bernama DP (18), gadis pelajar asal Desa Setren Kecamatan Ngasem. DP berkenalan dengan TJ diberi nomor ponsel milik pelaku TJ oleh temannya, Nurul Ismingsih, pada bulan Mei 2016 lalu. Selanjutnya, pada 1 Juni 2016, mereka bertemu di hutan jati Desa Setren. Keduanya berkenalan lantas  jadian alias sepakat pacaran.

Selang sehari, pada 3 Juni, mereka bertemu lagi di hutan Desa Setren dan pelaku mengajak berhubungan badan, namun korban menolak. Tidak menyerah, Tj terus merajuk hingga beberapa kali, yakni pada tanggal 5 dan Juni. Hingga pada 8 Juni, pelaku TJ datang ke rumah korban, DP.

“Pelaku mengajak melakukan persetubuhan. Saat itu orang tua korban tidak di rumah. Korban bersedia berhubungan badan saat itu karena dijanjikan akan dinikahi kalau hamil,” terang Kapolres Wahyu.

Kemudian pada 8 Oktober, korban ternyata hamil. Korban meminta pertanggungjawaban kepada pelaku, namun pelaku menolak. Pelaku mengaku kepada korban bahwa dia akan menikah dengan seorang perempuan bernama M. Tidak terima, orang tua DP melapor ke polisi.

“Sementara M sendiri, juga korban TJ. Sama dengan DS, M disetubuhi dan dijanjikan akan dinikahi,” kata Kapolres.

M (18) adalah gadis asal Dusun Gampeng Desa Butoh Kecamatan Ngasem. Pertemuan M dengan TJ terjadi saat keduanya nonton ketoprak di Desa Treunggulungan  pada 28 Agustus 2016. Setelah pertemuan itu, keduanya sepakat pacaran dan terlibat hubungan badan sebanyak 11 kali. “Pertama kali berhubungan badan di rumah korban,” kata Kapolres.

Setelah itu, kedua orang tua pelaku dan korban sepakat menikahkan mereka pada 29 Januari 2017 ini.  Namun keluarga korban mendengar informasi kalau tersangka dilaporkan karena menghamili perempuan lain, yang tak lain adalah DP. Orang tua korban segera melapor ke polisi.

Polres segera bertindak dengan mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa 1 buah seprei yang dijadikan alas bersetubuh dengan M, dan dari perbuatannya dengan DS diamaknkan barang bukti berupa1 kaos warna hijau, celana dalam warna putih-pink, dan celana dalam warna hitam-putih.

“Atas perbuatanya diancam dengan pasal 81 ayat 2 UU RI tentang perlindungan anak. Pelaku diancam pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda maksimal 5 miliar,” pungkas Kapolres. (her/moha)

Berita Bojonegoro
Berita Terkait
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro
Berita Bojonegoro

Sosok

Wulandari, Sinden Idol 2018 Asal Kradenan Blora

Wulandari, Sinden Idol 2018 Asal Kradenan Blora

Oleh Priyo Spd Blora - Potensi seni dan budaya di Kabupaten Blora terus mengalami kemajuan dan regenerasi yang tidak ada ...

Quote

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

Catatan Dahlan Iskan

Ketemu Audry Yang Tidak Bisa Tidur

*Oleh Dahlan Iskan Saya dapat kabar Audry lagi di Singapura. Gadis Surabaya yang genius. Dan pernah saya tulis panjang lebar. ...

Opini

Orang Bertaqwa Harus Kaya

Opini

Orang Bertaqwa Harus Kaya

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes DALAM surat Al-Baqoroh (3-4) disebutkan bahwa salah satu ciri orang bertaqwa adalah mereka ...

Eksis

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Eksklusif

Bertemu J-Rocks Band di Belakang Panggung, MGS SMAN 1 Bojonegoro

Oleh Siti Ainur Rodhiyah Bojonegoro - Terlihat sebuah mobil tiba menuju belakang Gedung Serba Guna Bojonegoro, tempat dilaksanakannya malam pagelaran ...

Pelesir

Transformasi Desa Nelayan Pangkah Wetan Gresik, Menjadi Destinasi Wisata MBS

Transformasi Desa Nelayan Pangkah Wetan Gresik, Menjadi Destinasi Wisata MBS

Oleh Moh Roqib Gresik - Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik adalah salah satu bentuk desa yang mampu ...

Religi

10 Hikmah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadan

Oase Ramadan

10 Hikmah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadan

*Oleh Drs H Sholikhin Jamik SH MHes IBADAH puasa Ramadan memiliki banyak keutamaan dan diantara keutamaan tersebut sebagian besar manfaat ...

Kegiatan Masyarakat Bojonegoro

Senin, 21 Mei 2018

Berita Foto

Foto-Foto Jembatan Babat Lamongan Yang Ambrol

Berita Foto

Foto-Foto Jembatan Babat Lamongan Yang Ambrol

Oleh Imam Nurcahyo Tuban - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban dan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, ...

Infotorial

Air Bersih Sampai di Rumah, Hidup Warga Gayam Lebih Mudah

Program Air Bersih SKK Migas - ExxonMobil

Air Bersih Sampai di Rumah, Hidup Warga Gayam Lebih Mudah

Oleh Imam Nurcahyo Setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau, warga Dusun Sumur Pandan, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro ...

Resensi

Indonesia, Bangsa Super 2052

Indonesia, Bangsa Super 2052

Oleh Muliyanto Bojonegoro - Jika Novel Ghost Fleet menggambarkan Indonesia bubar pada tahun 2030. Namun justru buku yg ditulis oleh ...

Feature

Siswa Smansa Blora Rayakan Kelulusan dengan Bersedekah

Siswa Smansa Blora Rayakan Kelulusan dengan Bersedekah

Oleh Priyo Spd Blora - Kelulusan sekolah memang pantas untuk disyukuri, bahkan dirayakan. Namun bentuk syukur dan perayaan itu jangan ...

Teras

Belum Genap 3 Bulan, di Bojonegoro Terjadi 10 Kasus Gantung Diri

Belum Genap 3 Bulan, di Bojonegoro Terjadi 10 Kasus Gantung Diri

Oleh Imam Nurcahyo BELUM genap tiga bulan, atau jika dihitung, pada Rabu (21/03/2018) hari ini, tahun 2018 baru berjalan selama ...

Statistik

Hari ini

917 kunjungan

1.497 halaman dibuka

48 pengunjung online

Bulan ini

88.401 kunjungan

148.605 halaman dibuka

Tahun ini

563.411 kunjungan

997.011 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 641.488

Indonesia: 11.790

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015