Seorang Penambang Pasir Tewas Tertimbung Tanah Longsor di Padangan
Rabu, 12 April 2017 20:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Padangan – Seorang penambang pasir di Desa Tebon Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro meninggal dalam perawatan karena kecelakaan saat bekerja kemarin, Selasa (11/04/2017).
Menurut keterangan Kapolsek Padangan AKP Dhani Rinawan berdasar laporan saksi, korban bernama Koerul (52) warga Desa Prangi RT 001 RW 001 Kecamatan Padangan. Dia merupakan penambang pasir manual di tambang Desa Tebon. Dia tertimbun longsoran tanah saat bekerja di tambang.
“Dia sedang menaikan pasir dengan alat sekop ke truk pengangkut. Namun gundukan tanah di sekitar tempat itu longsor,” kata Kapolsek.
Teman korban, Kislan (48) warga Desa Tapelan Kecamatan Ngraho, yang mengetahui longsoran tanah sebelum menimbun korban sebenarnya sudah meneriaki agar korban lari. Namun kejadian begitu cepat, longsoran tanah menimbun korban hingga sebatas perut dalam posisi berdiri.
“Korban lalu dibawa ke warung dekat tempat kejadian, di sana korban mengeluh sesak dadanya. Akhirnya ada inisiati warga untuk membawa korban ke rumah sakit di Solo,” kata Kapolsek.
Dalam pejalanan sampai Ngawi, korban mengeluh perutnya sakit. Lalu korban dibawa ke RS Widodo Ngawi. Di rumah sakit tersebut korban meninggal setengah jam kemudian.
“Korban kemudian dibawa pulang untuk dikembalikan ke keluarga dan diproses pemakamannya,” kata Kapolsek.
Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan dan menyatakan tidak akan melakukan tuntutan hukum kepada siapapun. Pernyataan ditandatangani pada kertas bermaterai. (her/moha)





































