News Ticker
  • BPJS Kesehatan Imbau Perusahaan Patuh Bayar Iuran Pekerja Secara Teratur
  • Rupiah Sentuh Rekor Terlemah, Tekanan Global dan Domestik Picu Kekhawatiran Pasar
  • Permintaan Kambing Kurban di Bojonegoro Meningkat, Peternak Mulai Kebanjiran Pesanan
  • Lelang Lima Jabatan OPD Pemkab Bojonegoro Masih Sepi Peminat
  • Sektor Jasa dan Perdagangan Dongkrak Investasi Bojonegoro, Laporan PMDN di Triwulan I
  • 13 Mei dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 13 Mei 2026 di Bojonegoro
  • Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Bojonegoro Siap Operasikan 85 Gerai
  • Pastikan Data Valid, ASN Bojonegoro Turun Lapangan Lakukan Ground Check Dua Pekan
  • Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Bojonegoro Rekam KTP-el dan Edukasi Bahaya Narkoba di SMKN 2
  • SMA Plus Ar Rahmat Borong Juara Olimpiade Ekonomi Unigoro 2026, SMAN 1 Kalitidu Raih Posisi Ketiga
  • Kemenkes Pastikan Serang Virus Belum Menginfeksi Manusia di Tengah Isu Wabah Hantavirus Global
  • Sidang Vonis Mantan Kasatpol PP Bojonegoro Heru Sugiarto Ditunda hingga Pekan Depan
  • Langkah Strategis Perkuat Sektor Energi dan Ekonomi Kreatif Jatim Lewat Pengesahan Dua Perda Baru
  • Prakiraan Cuaca 12 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 12 Mei dalam Sejarah
  • Menemukan Makna di Tengah Langkah yang Belum Selesai
  • Perkuat Tata Kelola Bisnis Lokal, Disperinaker Bojonegoro Bekali Pelaku IKM Ilmu Manajemen
  • Tabrakan Truk Molen dan Motor di Malo, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal, Seorang Lainnya Luka-luka
  • Pemkab, Kodim, dan BPJS Kesehatan Bojonegoro Luncurkan Desa Sehat JKN dan Penguatan KDMP
  • Pemprov Jatim dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Strategis Wujudkan Hilirisasi Inovasi
  • ASN Blora Kumpulkan Rp 370 Juta Lewat Gerakan Kencleng untuk Santuni Anak Yatim
  • Mengenal Makanan Penurun Kortisol untuk Mengelola Hormon Stres dan Menjaga Keseimbangan Tubuh
  • Waspada Pencatutan Nama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah untuk Modus Penipuan
Nikmati Keindahan Alam, Taklukkan Puncak Hargodumilah Gunung Lawu

Komunitas Bojonegoro 88

Nikmati Keindahan Alam, Taklukkan Puncak Hargodumilah Gunung Lawu

Oleh Imam Nurcahyo

Magetan - Gunung Lawu menjadi destinasi menantang untuk ditaklukkan di akhir pekan. Pengalaman mendaki Gunung Lawu akan terkenang seumur hidup dan memiliki banyak kisah mistis yang tersimpan didalamnya.

Banyak pendaki yang pernah mengalami kejadian mistis ketika mendaki untuk sampai kepuncak Gunung Lawu atau dikenal dengan Puncak Hargodumilah, yang merupakan puncak tertinggi di Gunung Lawu, berada pada di ketinggian 3265 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gunung Lawu,  berada di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan, Jawa Timurserta Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

 

Adalah  Heru Sugiharto, Agus Sutikno, Didik Madix dan Kawan Giri Santoso. Rombongan kecil yang tergabung dalam Komunitas Bojonegoro 88, yaitu kumpulan alumni SMA se Kabupaten Bojonegoro lulusan tahun 1988, pada Sabtu (05/05/2018) mencoba untuk mendaki ke Puncak Hargodumilah Gunung Lawu.

“Misi kami adalah untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam ciptaan illahi serta untuk melampiaskan hasrat akan kecintaan terhadap alam dengan cara menaklukkan puncak Puncak Hargodumilah Gunung Lawu.” tutur Heru Sugiharto, sealku ketua rombongan yang juga pentolan komunitas Bojonegoro 88.

Lebih lanjut, Heru Sugiharto kepada beritabojonegoro.com,  menuturkan kisah perjalanannya, menaklukkan puncak Hargodumilah Gunung Lawu.

Perjalanan dimulai pada Sabtu (05/05/2018). Pukul 01.00 WIB, rombongan kecil tersebut sampai di pintu gerbang Cemoro Sewu Magetan, sebagai titik awal pendakian. Sembari istirahat rombongan mempersiapkan perbekalan untuk mengawali pendakian ke Puncak Hargodumilah agar diberi kelancaran dan juga keselamatan selama melakukan pendakian dan kembali dengan selamat.

“Pendakian kami mulai tepat pukul 01.15 WIB, dari pintu gerbang Cemmoro Sewu,” jelasnya.

Selama pendakian mendapat tantangan yang tidak mudah mulai dengan hadirnya aroma mistis, perjalanan pendakian yang berat, melawan dinginnya hawa pegunungan. Namun perjalan yang berat dihadapi oleh rombongan tersebut salah satunya dengan bernyanyi dan berfoto di alam terbuka.

“Kami melewati itu semua dengan hati gembira, karena  menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang tidak ternilai ini dengan bebas tanpa merusaknya.” ujarnya.

Perjalanan ke puncak hargo dumilah tidak segampang yang dipikirkan oleh anggota rombongan, hal ini dibuktikan dengan dua orang anggota rombongan, Tikno dan Didik, tertinggal di Pos 4, yang terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan karena beberapa faktor, kelelahan. Sementara itu Heru dan Kawan masih bisa melanjutkan perjalanan dan sampai di Pos 5 pukul 17.30 WIB. Selanjutnya mereka berdua beristirahat di Pos 5 hingga keesokan harinya.

“Perjalanan memakan waktu cukup lama karena medan yang dilalui tidak seperti yang dibayangkan. Tenaga cukup terkuras.” tutunya.

Setalah cukup beristirahat di Pos 5, pada Minggu (06/05/2018)  tepat pukul 06.30 WIB, rombongan yang hanya tinggal tersisa dua orang, Heru dan Kawan, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Puncak Hargodumilah.

Sama seperti perjalanan dari titik awal sampai pos 5, perjalanan menuju puncak juga menghadapi medan yang berat, dinginnya hawa pegunungan, medan terjal dan badai angin yang cukup menguras tenaga. Sehingga mereka baru bisa sampai ke Puncak Hargodumilah pada Minggu (06/05/2018)  pukul 07.46

Setelah sampai di puncak, mereka beristirahat sambil menikmati keindahan alam ciptaan Illahi tersebut. Mereka sangat kagum dengan alam Indonesia yang begitu indah, sampai mereka tidak bisa berkata apa-apa.

“Hanya rasa syukur kepada Tuhan YME yang hanya bisa kami panjatkan.” imbuh Heru.

 

Setelah dirasa cukup berada di puncak, pada pukul 09.15 WIB, kedoanya kembali turun menuju ke titik awal pendakian. Rombongan baru sampai ke titik awal pendakian pada pukul 15.30 WIB.

“Kita sadar medan yang kita lalui berat dan kita sudah tidak muda lagi. Serta fisik kita juga tidak sekuat waktu muda dulu, maka dari itu perjalan kita memakan waktu yang cukup lama dari kebanyakan pendaki yang lainnya.” jelas Heru.

Namun, lanjut Heru, meski fisik mereka sudah tidak sekuat dulu dan umur sudah tidak muda lagi, semangat mereka tidak kalah dengan yang masih muda. Mereka berani bersaing dengan yang muda kalau soal semangat mendaki dan kecintaan terhadap alam Indonesia.

"Ini perjalanan dan perjuangan yang menyenangkan yang tidak akan kita lupakan dan Komunitas Bojonegoro 88 terus akan melakukan perjalanan sebagai wujut kecintaan serta dalam rang kamerawat dan menjaga alam Indonesia yang indah.” pungkas Heru. (*/imm)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Menemukan Makna di Tengah Langkah yang  Belum Selesai

Menemukan Makna di Tengah Langkah yang Belum Selesai

Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, banyak orang mulai mempertanyakan kembali arah perjalanan mereka. Target demi target dikejar, pencapaian ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film The Mummy Versi Lee Cronin, Horor Mengerikan dari Mitologi Klasik

Film The Mummy Versi Lee Cronin, Horor Mengerikan dari Mitologi Klasik

Dunia perfilman kembali dikejutkan dengan reinterpretasi radikal terhadap salah satu monster ikonik layar perak. Menjauh dari nuansa petualangan arkeologis ala ...

1778653998.9716 at start, 1778653999.241 at end, 0.26935195922852 sec elapsed