Petugas Rutan Blora Gagalkan 9 tahanan yang Mencoba Kabur
Sabtu, 30 Juni 2018 14:00 WIBOleh Priyo Spd
Oleh Priyo Spd
Blora – Sembilan tahanan yang berusaha kabur berhasil digagalkan oleh ptugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Blora pada 19 Juni lalu. Upaya pelarian yang terekam CCTV Rutan berhasil digagalkan petugas di pintu utama Rutan. Dari sembilan orang tersebut diketahui lima orang berstatus WBP, empat tahanan titipan Kejaksaan.
Kepala Rutan Blora, Yhoga Aditya Ruswanto mengungkapkan, kejadian ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum berlangsung pada H+4 Lebaran kemarin.
“Satu petugas kami yang bernama Bramantyo juga sempat disekap dengan senjata tajam rakitan. Untungnya bisa melawan dan meringkusnya,” terangnya.
Dari sembilan orang tahanan yang hendak melarikan diri, lanjut Yoga , dua diantaranya diduga sebagai otak pelarian. Masing-masing adalah Agus Zubaidi alias Ledeng dan Aris Haryanto alias Tepos.
“Agus Zubaidi ditahan karena perkara 363 KUHP (curat) berstatus sebagai tahanan, sedangkan Aris Haryanto perkara nomor 35/2009 narkotika, dan tindak pidana pencurian dengan pidana penjara 5 tahun serta 1 tahun enam bulan,” imbuhnya.
Yhoga menjelaskan, kejadian ini diawali aksi salah satu tahanan berusaha membuka pintu utama, sementara lainnya sudah bersiap di belakangnya. Untungnya, salah satu petugas rutan bernama Bramantyo memergoki aksi mereka. Lantas menegurnya. Tidak terima dengan teguran, salah seorang tahanan nekat menyekap Bramantyo dan mengancam dengan senjata tajam buatan.
“Saat disekap dan diancaman dengan senjata tajam buatan (rakitan), Bramantyo lantas melawan dan berteriak hingga didengar petugas lainnya. Selanjutnya melakukan pengamanan dan digagalkan rencana pelarian itu,” imbuhnya.
Atas perbuatan itu, pihaknya mengamankan barang bukti senjata tajam rakitan yang dibuat dari besi baja yang dipipihkan. Selain itu rekaman closed circuit television (CCTV) saat WBP hendak lari dan menyekap petugas.
“Barang bukti kami amankan, kejadian ini menjadikan kami lebih waspada,” tambahnya.
Dari kejadian itu, Kepala Rutan Blora Yhoga Aditya Ruswanto, menilai sebuah pembelajaran bersama jajaraanya agar bekerja lebih fokus dan selalu waspada
“Peningkatan keamanan tidak hanya di pintu utama masuk ke Rutan. Namun diberlakukan di seluruh blok serta lingkungan penjara," imbuhnya.
Yoga bersyukur petugas Rutan tidak ada yang luka. Selain itu sembilan orang berhasil digagalkan saat hendak kabur.
“Alhamdulillah, pelarian bisa digagalkan,” terangnya.
Untuk memepertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini sembilan orang disanksi dengan sel isolasi. Selain itu dalam satu tahun ini tidak akan diajukan mendapatkan keringanan.
“Sekarang disel isolasi, haknya dicabut. Satu tahun tidak diusulkan CB dan lain-lain. Ini sudah direncanakna jauh-jauh hari,” terangnya. (teg/kik)






































