Peristiwa Orang Meninggal Mendadak
Diduga Serangan Jantung, Warga Temayang Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan
Minggu, 24 November 2019 09:00 WIBOleh Tim Redaksi Editor Imam Nurcahyo
Bojonegoro (Temayang) - Seorang laki-laki bernama Darmin (58), warga Dusun Nguncaran Desa Jono RT 012 RW 003 Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (24/11/2019) sekira pukul 07.00 WIB, ditemukan oleh anaknya, meninggal dunia di ladang yang berada di kawasan hutan Petak 131 RPH Sampang, di pinggir desa setempat.
Diduga, penyebab kematian korban karena penyakit jantung yang diderita korban kambuh dan tidak ada yang menolong, hingga akhirnya korban meninggal dunia.
Sebelumnya, korban pergi dari rumah untuk mencari kayu bakar di kawasan hutan tersebut, namun karena tak kunjung pulang, anak korban berupaya mencari, hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan meniggal dunia di kawasan hutan tersebut.
Korban Darmin (58), warga Desa Jono Kecamatan Temayang Bojonegoro, yang meninggal dunia di kawasan hutan Petak 131 RPH Sampang. Minggu (24/11/2019)
Informasi yang didapat awak media ini dari Kapolsek Temayang, Ajun Komisris Polisi (AKP) Rasito, bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Minggu (24/11/2019) sekira pukul 05.00 WIB, seperti biasa, korban berangkat ke hutan untuk mencari kayu bakar.
Hingga pukul 06.30 WIB, atau menjelang matahari terbit, korban tidak juga pulang ke rumah. Kaena biasanya pada jam tersebut korban sudah pulang, sehingga anak korban yang bernama Jait (48), berupaya mencari korban ke kawasan hutan RPH Sampang, di mana biasanya korban mencari kayu bakar, hingga akhirnya anak korban menemukan korban dalam keadaan tergeletak di kawasan hutan tersebut.
"Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek.
Mengetahui hal tersebut, anak korban segera memberitahukan warga sekitar dan diteruskan menghubungi Polsek Temayang, sehingga petugas dari Polsek Temayang segera mendatangi lokasi kejadian, untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 170 sentimeter, perawakan sedang, rambut pendek beruban, korban memakai kaos lengan panjang warna hijau muda kombinsi hijau tua, celana pendek kolor warna hitam.
"Kedua telapak tangan korban menggenggam keras. Diduga korban menahan kesakitan saat akan meninggal dunia." kata Kapolsek
Sementara, berdasarkan pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh morban. Sedangkan menurut keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat sakit lambung dan jantung.
"Diduga korban meninggal dunia karena serangan jantung," kata Kapolsek mengimbuhkan
Masih menurut Kapolsek, bahwa setelah dilakukan musyawarah, ahli waris korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan menutut siapapun akibat meninggalnya korban.
“Setelah dibuatkan berita acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek. (red/imm)