News Ticker
  • Dapur SPPG di Kedungadem, Bojonegoro Roboh Diterjang Angin
  • Kepemimpinan SMSI Bojonegoro Berganti, Kustaji Siap Perkuat Profesionalisme Media
  • Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur
  • Mengungkap Jejak Pesantren Kuno Guyangan di Balik Mbah Kintir atau Kiai Januddin
  • Punya UMKM? Ini Mindset yang Wajib Kamu Punya Biar Bisnismu Naik Kelas
  • Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
  • Pemprov Jatim Perkuat Kerjasama Multisektor dengan Tiongkok
  • BPBD Bojonegoro Petakan Titik Rawan Kekeringan, Warga Diminta Proaktif Lapor
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan Datangi Bojonegoro, Pastikan Ketersediaan Stok dan Percepatan MBG
  • RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Hadirkan Poli Onkologi Guna Mudahkan Akses Pengobatan Kanker di Bojonegoro
  • TPA Banjarsari Bojonegoro Kembangkan Drum Komposter Guna Tekan Volume Sampah Rumah Tangga
  • Gandeng Akademisi dan Periset, Pemkab Bojonegoro Perkuat Kebijakan Berbasis Data dan Antisipasi Dampak Kemarau
  • Prakiraan Cuaca 11 April 2026 di Bojonegoro
  • 11 April dalam Sejarah
  • Diterjang Angin, Atap Bangunan Gudang Pupuk di Gayam, Bojonegoro Rusak
  • Kalender Jawa Hari Ini, Sabtu 11 April 2026, Detail Weton Sabtu Pon dan Jumlah Neptu 16
  • Pemprov Jatim akan Jemput Bola Pengurusan NIB bagi UMKM Agar Bisa Jual Beli LPG
  • Siswa SD dan SMP di Bojonegoro Kota Kini Masuk Pukul 06.30 WIB
  • ASN Pemkab Bojonegoro Harus Jadi Contoh Hemat BBM di Masyarakat
  • Bupati Bojonegoro Terbitkan SE Efisiensi Anggaran, Ini Isinya
  • Gejala pada Kanker Ginjal yang Sering Diabaikan Pengidap
  • 10 April dalam Sejarah
  • Antisipasi Kecelakaan, Satlantas Polres Bojonegoro Pasang Papan Imbauan di Sejumlah Area Rawan
  • Apresiasi Layanan Masyarakat, Pemkab Bojonegoro Insentif Bagi Ketua RT/RW, Total Anggaran Rp 23,064 Miliar
Petani di Desa Sumbangtimun Trucuk, Bojonegoro Coba Peruntungan dengan Tanam Ubi Jalar

Petani di Desa Sumbangtimun Trucuk, Bojonegoro Coba Peruntungan dengan Tanam Ubi Jalar

Bojonegoro - Sejumlah petani di Desa Sumbangtimun Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, usai musim panen padi pada April 2020 lalu, sebagian mencoba peruntungan dengan menanam Ubi Jalar atau dalam bahasa Jawa dikenal juga dengan nama Ketela Rambat, sehingga pada Agustus 2020 ini tanaman Ubi Jalar milik petani di desa tersebut saat ini mulai panen.
 
 
Namun sejumlah petani tersebut mengaku hasil penjualannya menurun karena harga jual ubi jalar saat ini merosot tajam hingga 40 persen, dari harga semula Rp 2.000 per kilogram, kini tinggal menjadi Rp 1.200 per kilogram.
 
 

Petani di Desa Sumbangtimun Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro yang sedang memanen Ubi Jalar. Selasa (25/08/2020)

 
Seperti yang disampaikan salah satu buruh tani di desa setempat, Supriyanto (48), saat ditemui awak media ini di sawah desa setempat, Selasa (25/08/2020) sore, dirinya mengaku bahwa setelah masa tanam padi selesai 4 lalu atau pada April 2020, sawah milik majikannya langsung ditanami ubi jalar.
 
"Masyarakat di sini lebih memilih tanam ketela rambat, dikarenakan perawatan mudah dan hasilnya lumayan. Tidak terlalu sulit perawatannya asalkan airnya tercukupi, sudah bisa hidup." tutur Supriyanto.
 
 
 
Supriyanto menjelaskan bahwa sawah atau lahan milik majikannya yang ditanami ubi jalar seluas kurang lebih setengah hektare, dan dipanen bertahap, total menghasilkan sekitar 8 ton ubi jalar. Menurutnya saat panen pertama beberapa waktu lalu, harga jual per kilogramnya Rp 2.000, sementara saat panen hari ini, harga jualnya turun menjadi hanya Rp 1.200 per kilogramnya.
 
"Mau gimana lagi mas, tetap kami jual. Untuk pembelinya datang langsung ke sini, biasanya orang Ngawi," tutur Supriyanto.
 
 

Petani di Desa Sumbangtimun Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro yang sedang memanen Ubi Jalar. Selasa (25/08/2020)

 
Sementara itu, salah satu petani lainya, Sutrisno (43) mengatakan bahwa jenis ubi jalar yang ditanam para petandi di desa setempat kebanyakan bibitnya berasal dari Kabupaten Ngawi. Dirinya mengaku bahwa bibit ubi jalar tersebut selain perawatan mudah, rasanya manis dan cocok dengan tanah di desa setempat.
 
"Ubi jalar jeni ini baru bisa dipanen setelah berumur empat bulan," kata Sutrisno.
 
Saat ditanya berapa biaya yang ia keluarkan untuk menanam ubi jalar tersebut, Sutrisno mengaku untuk lahan seluas setengah hektare diperlukan modal sekita Rp 1,5 juta.
 
"Untuk biaya yang kami keluarkan sekitar 1,5 juta rupiah, itu termasuk biaya mencangkul hingga perawatan." kata Sutrisno.
 
 
 
Sementara, kendala yang ditemui saat menanam ubi jalar adalah terkait hama tikur dan ulat. Sementara untuk perawatannya perawatanya relatif cukup mudah, selama kebutuhan air tercukupi.
 
"Yang kami takuti itu hama tikus yang biasanya memakan umbinya ketika masih kecil atau masa pertumbuhan, selain itu juga hama ulat, namun tidak begitu bahaya yang paling berbahaya hama tikus. Untuk perawatannya setiap 5 hari sekali kita siram, setelah itu tinggal menunggu panen." kata Sutrisno. (dan/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Teror Labirin Ingatan dan Trauma dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang

Film Legenda Kelam Malin Kundang hadir sebagai sebuah tawaran segar yang merombak pemahaman terhadap pakem cerita rakyat yang selama ini ...

1775930083.6419 at start, 1775930084.1106 at end, 0.46867704391479 sec elapsed