News Ticker
  • Mengabdi 31 Tahun, Emy Edi Susanto Raih Penghargaan Adhi Bhakti Pratama dari TP PKK Pusat
  • Lepas 345 Kontingen POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026, Bupati Bojonegoro Targetkan Masuk 10 Besar
  • Operasi Modifikasi Cuaca BNPB dan BMKG Mulai Membuah Hasil, Hujan Ringan Guyur Surabaya
  • Operasi Modifikasi Cuaca BNPB dan BMKG Mulai Membuah Hasil, Hujan Ringan Guyur Surabaya
  • Dampak Buruk Kurang Tidur Lebih Berbahaya Dibanding Jarang Makan Nasi
  • PMI Bojonegoro Kumpulkan 178 Kantong Darah dari Pendonor di Lokasi Wisata GoFun
  • Dorong Transparansi Hingga Pelosok, Pemkab Bojonegoro Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Desa Jelang Wawancara E-Monev KIP 2026
  • 27 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 Oktober 2026
  • Polres Bojonegoro Kembalikan Motor Hasil Ungkap Kasus Operasi Sikat Semeru 2026 ke Pemiliknya
  • Gelar Operasi Sikat Semeru 2026, Polres Bojonegoro Ringkus 11 Tersangka dan Pengungkapan Tuntas 100 Persen
  • Dorong Promosi Geopark, Pemkab Bojonegoro Resmikan Wisata TEKAD Banyu Kuning di Krondonan Gondang
  • Pemkab Bojonegoro dan Perhutani Siapkan Reboisasi 2.300 Hektare, Satu Juta Bibit Ditanam pada 2027
  • Usai Sukseskan Hari Santri, Kemenag Bojonegoro Siapkan Peringatan HAB
  • RSUD Sosodoro Bojonegoro Buktikan Mutu Layanan Jantung dan Saraf dengan Penghargaan Tingkat Nasional
  • 26 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 26 Oktober 2026
  • Laga Uji Coba, Suporter Persibo Bojonegoro Suarakan Solidaritas Karhutla di Tengah
  • Peringai Hari Santri Nasional 2026, PCNU Bojonegoro Gelar Jalan Sehat Bersarung
  • Sering Bikin Cemas, Dokter Gizi Ungkap Penyebab Berat Badan Stuck atau Naik Saat Menstruasi
  • Polres Bojonegoro Gelar Operasi Patuh Semeru 2026 Selama 14 Hari, Tilang Manual Mulai Diberlakukan Minggu Kedua
  • Ribuan Warga Padati Car Free Night di Alun-Alun, Kulineran Gratisa Sambil Nonton Sandur
  • 25 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 25 Oktober 2026
Dampak COVID-19, Pengusaha Handicraft Asal Trucuk, Bojonegoro, Fokus Produksi Buket Bunga

Ekonomi Kreatif dan UMKM

Dampak COVID-19, Pengusaha Handicraft Asal Trucuk, Bojonegoro, Fokus Produksi Buket Bunga

Bojonegoro - Salah satu sektor yang terkena dampak pandemi COVID-19 adalah sektor usaha kecil khususnya para pelaku usaha kerajinan tangan atau handicraft.
 
Salah satunya adalah pengusaha handicraft asal Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Ani Nuraeni (40), yang mengaku harus mencari lini bisnis lain yang menghasilkan. Sejak adanya pandemi COVID-19, dia lebih fokus memproduksi buket bunga dari kain flanel.
 
 
Perempuan yang lebih sering dipanggil Ani ini kepada awak media ini Sabtu (06/03/2021) menceritakan bahwa usaha handicraft miliknya telah berdiri sejak 2015. Dimulai dengan memproduksi bros, aksesoris wedding, dan aneka suvenir.
 
"Sejak dua tahun ini, sebelum pandemi datang, saya mulai membuat  bunga khusus dari kain flanel," kata pemilik brand Aeni. Sabtu (06/04/2021).
 
Ani menuturkan bahwa saat ini produknya berupa buket bunga, bunga vas meja, bunga hiasan dinding, bunga di dalam pot dan lainnya. Setiap hari Ani selalu membuat satu atau dua buket bunga. Entah itu ada pesanan atau tidak.
 
"Hitung-hitung untuk stok," kata Ani.
 
 

Ani Nuraeni (40), pengusaha handicraf asal Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, dengan buket bunga produksinya. (foto: vera/beritabojonegoro)

 
Harga buket bunga ia patok mulai dari Rp 25 ribu, sedangkan untuk suvenir mulai dari Rp 8.000. Omzetnya per bulan bisa mencapai sekitar Rp 2 juta.
 
Dalam menjalankan usaha ini Ani masih mengerjakannya sendiri. Sebab salah satu kendala yang dia hadapi adalah sulitnya mencari karyawan yang telaten membuat kerajinan tangan. Menurutnya, warga di sekitarnya lebih suka kerja di kota, kantor, atau menjadi pedagang keliling.
 
"Mungkin karena membuat kerajinan tangan seperti ini butuh ketelitian dan kesabaran karena banyak njlimetnya (kerumitan)," kata Ani.
 
Ani mengaku pada awalnya dirinya tidak serta-merta langsung berhasil dalam membuat kerajinan buket bunga. Dia belajar otodidak melalui internet dan juga ikut pelatihan sesama teman penyuka handicraft.
 
 
Para pelanggan Ani biasanya memesan buket bunga untuk acara wisuda, ulang tahun, lamaran dan pernikahan. Namun dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), berdampak juga terhadap usahanya. Ani menuturkan bahwa omzetnya mengalami penurunan sekitar 40 persen.
 
Bagi pembaca yang membutuhkan buket bunga untuk acara spesial, bisa menghubungi Ani melalui Instagram (IG): @ aenifeltflorist; WhatsApp (WA): +62 822-4409-4885; Facebook (FB): Griya Aeni. (ver/imm)
 
Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1793119615.3023 at start, 1793119616.2406 at end, 0.93832302093506 sec elapsed