News Ticker
  • Film Train Dreams (2025), Kisah Haru Lelaki Pekerja Kasar yang Sederhana Penuh Makna
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Terus Tambah Jaringan Irigasi
  • Jangan Lewatkan Gerakan Pangan Murah Pemkab Bojonegoro di Jl. Mas Tumapel Hari Ini
  • BI Jatim Luncurkan Program SERAMBI 2026, Siapkan Rp24,6 T Uang Layak Edar
  • Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Naik Rp 28.000 jadi Rp 2.944.000 per Gram
  • Sering Melewatkan Sahur? Ini Dampak Buruknya bagi Kesehatan
  • 20 Februari dalam Sejarah
  • Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Bebas Maladministrasi dari Ombudsman Jatim
  • Pemkab Bojonegoro Target Bangun 876 Unit Sanitasi Baru di 2026
  • Check-out Sekarang, Pay Later, Film Komedi Tentang Potret Satir Jeratan Pinjol
  • Pemkab Bojonegoro Matangkan Rencana Jalan Lingkar Selatan Terintegrasi Flyover, Target Mulai Tahap Desain Detail 2026
  • Pegiat Lingkungan Bojonegoro Kolaborasi Ekspedisi Pencarian Anggrek Larat Hijau di Hutan
  • Naik Rp 38.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.916.000 per Gram
  • Harga Daging Ayam Ras dan Telur Masih Tinggi di Atas Acuan, Pemerintah Bantah Imbas Program MBG
  • Tips Praktis Tetap Fit dan Bugar Selama Puasa Ramadan
  • 19 Februari dalam Sejarah
  • Komisi C DPRD Bojonegoro Gelar Audiensi Bahas Kekerasan Seksual, Pernikahan Dini, dan Putus Sekolah  
  • Kapolres Bojonegoro Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat Lantas
  • Turun Rp 40.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.878.000 per Gram
  • Warga Desa Trucuk, Bojonegoro, Ikuti Praktik Pengelolaan Sampah
  • Pemkab Bojonegoro Pastikan Angkutan Pelajar Gratis Kembali Beroperasi Pasca-Lebaran 2026
  • Kemenkes Percepat Kedokteran Presisi Lewat BGSI: Tekan Biaya Kesehatan Penyakit Kronis dengan Genomik Personal
  • Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili: Semoga Bawa Kedamaian dan Keadilan Sosial
  • BI Jatim Ingatkan Warga Waspadai Penukaran Uang Palsu Jelang Lebaran
Pusaran Sektor Kesehatan di Lingkaran Politik Kekuasaan

Pusaran Sektor Kesehatan di Lingkaran Politik Kekuasaan

Oleh Rahmat Junaidi

Health is not everything, but without health everything is nothing

( Arthur Schopenhauer, 1788 - 1860)

UNGKAPAN filsuf asal Jerman tersebut sangat bermakna dalam arti kiasan maupun arti sesungguhnya.

Terlebih bagi yang berkecimpung di dunia politik, sektor kesehatan  merupakan komoditas yang layak untuk diperjuangkan dan dijual. Seperti hari ini,  9 Desember 2015 Pilkada serentak dilaksanakan di seantero negeri, isu-isu sektor kesehatan kerap kali menjadi materi kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon maupun oleh tim sukses masing–masing.

Di sini kita lihat sektor  kesehatan adalah bagian yang tidak pernah terpisahkan dari  politik itu sendiri  karena ia amat peka terhadap kebijakan yang berlaku di suatu wilayah. Sebuah studi yang dilaksanakan oleh suatu lembaga riset di bidang politik kesehatan (health politics) meneguhkan korelasi antara ideologi politik suatu pemerintahan terhadap derajat kesehatan masyarakatnya, melalui kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintahan tersebut. Di mana pada riset media politik yang kami lakukan pada masa kampanye Pilkada 2015 ini  menunjukkan bahwa saat ini pasangan calon lebih cenderung menentukan arah politik kesehatannya menjadi konsep kesehatan “pasar bebas” sehingga berbuah pada pembangunan kesehatan yang berbentuk pelayanan kesehatan individu lebih menjadi prioritas  ketimbang layanan kesehatan komunitas yang lebih luas, seperti peningkatan layanan Posyandu, pelayanan dana sehat yang berbasis masyarakat (jimpitan), penyuluhan dan peningkatan konseptor keluarga berencana (KB).

Hal ini  menunjukkan bahwa arah politik kesehatan di negeri ini pada wilayah kebijakan pembentukan sistem pelayanan kesehatan hilir (medical services) yang cenderung bersifat kuratif. Hal ini sangat berbeda dengan kebijakan politik pada era orde baru yang lebih menekankan kesehatan komunitas.  Sistem yang berubah tersebut saat ini ditangkap juga oleh pihak swasta dengan berlomba –lomba berinvestasi mendirikan klinik ataupun rumah sakit yang berbasis pelayanan pengobatan perorangan (kuratif). Di Bojonegoro  sendiri saat ini dalam kurun waktu 10 tahun ini sudah berdiri beberapa Rumah Sakit Swasta baik yang berbasis keagamaan maupun kelompok –kelompok medis dan sebagainya. Artinya kebijakan politik terkait sektor kesehatan di tingkat Pusat dengan cepat direspon oleh seluruh komponen di daerah termasuk di kabupaten Bojonegoro dengan masyarakatnya yang memiliki akulturasi secara  cepat terutama  dengan adanya industri perminyakan, yang membuat para pendatang yang memiliki  latar belakang yang beragam memberikan warna bagi kehidupan sosial di Bojonegoro, termasuk pola hidup dan jenis penyakitnya. Sehingga tidak heran jika  dua dekade yang lalu masih jarang kita temui beberapa penyakit degeneratif yang erat kaitannya dengan pola hidup seperti jantung, diabetes mellitus, stroke  dan lain-lain saat ini dengan mudah kita temukan di Bojonegoro dengan angka-angka yang begitu meningkat secara massive di data Rekam Medik pelayanan kesehatan.

 

Kemiskinan Kaitannya Dengan Masalah Kesehatan

Di sisi lain masalah kesehatan ini selalu dikaitkan dengan persoalan kemiskinan (poverty) yang merupakan salah satu dimensi yang sangat menjadi perhatian dalam konteks politik kesehatan. UUD 1945 menegaskan bahwa masyarakat miskin ditanggung oleh negara termasuk dalam hal jaminan pelayanan kesehatannya..

Data Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks/HDI) yang memasukkan tiga parameter penting dalam menghitung tingkat kesejahteraan, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, menunjukkan bahwa peringkat kesejahteraan Indonesia terus membaik, akan tetapi dibanding Negara-negara ASEAN, Indonesia berada di urutan bawah bahkan di bawah Vietnam. Sementara bila diukur dari Indeks Kemiskinan Manusia (IKM), juga belum menggembirakan. IKM ini mengukur kualitas SDM melalui beberapa indikator yang berupa; presentase penduduk di bawah garis kemiskinan, angka buta huruf, proporsi penduduk yang kemungkinan meninggal sebelum 40 tahun, proporsi penduduk tidak mempunyai akses terhadap air bersih, serta persentase balita dengan gizi buruk.

Mencermati data tersebut, tampaknya sudah saatnya kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah siapapun yang akan menjadi pemimpin baru hasil Pilkada ini  harus mempertimbangkan sektor kesehatan dengan semua aspek terkait di atas, seperti pemukiman yang sehat, nutrisi yang lebih baik, serta keringanan biaya kesehatan bagi masyarakatnya. Program kesehatan masyarakat seperti  program Desa Siaga yang mensyarakatkan adanya Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) di dalamnya, Program Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren), Musholla Sehat, dan juga Posyandu perlu didorong dan dikawal keberlangsungannya sebagai bentuk komitmen pada dunia kesehatan. Satu hal yang kiranya penting diketahui bahwa untuk masyarakat yang tinggal di pedesaan yang terpencil atau pedalaman, akses pada layanan kesehatan adalah barang langka. Karena itu keberpihakan pemerintah dalam bentuk politik kesehatan untuk mendahulukan serta melindungi mereka yang kurang mampu kiranya adalah salah satu wujud affirmative action di bidang kesehatan.

Sekali lagi, adalah naïf bila perkara kesehatan lagi-lagi diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Maka peran paling minimal yang bisa dilakukan Negara adalah lewat kebijakan publik, yang diistilahkan sebagai  custodian role. Yakni sebuah peran Negara untuk melindungi, mengawasi serta mencegah prilaku segelintir kelompok yang dapat merugikan masyarakat banyak. Dalam konteks kesehatan, maka pemerintah wajib melakukan kontrol atas pelayanan kesehatan yang merugikan masyarakat

Penjelasan di atas secara jelas menunjukkan hubungan yang sangat erat antara politik kesehatan dan kemiskinan. Tentu para pemimpin politis memahami betul konteks perannya baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif, dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya, sebagai bentuk tanggung jawab politik, terutama berdasarkan pada isu –isu yang diungkapkan saat kampanye. Bila ini tidak diperhatikan dan dibenahi, pemerintah akan berutang kepada masyarakat. Politik kesehatan yang dilaksanakan secara sehat, sistematis, dan sesuai dengan prinsip good governance tentunya akan selalu menjadi harapan bagi masyarakat yang telah memilihnya sebagai pemimpin. Salam!

 

Penulis adalah peneliti di Djangleng Institute Bojonegoro

*) Foto dari antaranews.com

Berita Terkait
  • Keluar

  • Proses

  • Apa yang Terlihat

  • Cerita Kehidupan

  • Sering Kali

  • Apa yang Dicari

  • Kemauan

  • Kadang

  • Dahsyatnya Cinta

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Quote

Hati-hati! Lewat Skema Phising, Akun Instagram Bisa Dibajak Kurang dari 3 Menit

Teknologi

Hati-hati! Lewat Skema Phising, Akun Instagram Bisa Dibajak Kurang dari 3 Menit

Bojonegoro - Salah satu aplikasi media sosial (Medsos) Instagram, juga memiliki kerentanan keamanan, sehingga berpotensi diambil alih (dibajak) oleh orang ...

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi ...

Eksis

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Latihan Serius Berujung Manis, Nyafica Juarai Lomba Bertutur tentang Nilai Hidup Orang Samin

Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro menggelar Lomba Bertutur tingkat Kabupaten. Lomba ini berakhir pada Jumat (31/10/2025) kemarin. Sepuluh finalis bersaing memperebutkan ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1771615924.811 at start, 1771615925.0303 at end, 0.21931886672974 sec elapsed