News Ticker
  • 21 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 Oktober 2026
  • Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Polres Bojonegoro Gelar Audiensi Bersama Pertamina dan Pengelola SPBU
  • Upacara Peringatan HJB ke-349 Berlangsung Khidmat dan Semarak di Alun-Alun Bojonegoro
  • Kontingen Jatim Sabet Gelar Juara Umum FIKSI Nasional 2026
  • Singgah di Kecamatan Trucuk, Kirab Api Abadi HJB ke-349 Disambut Meriah Warga
  • Skill Saja Tidak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Pelajar serta Mahasiswa Magang di Bojonegoro
  • 20 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 20 Oktober 2026
  • Edukasi Hukum Pelajar, Kapolres Bojonegoro Sambangi SMAN 1 Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan
  • Perkuat Kerukunan Umat, Kapolres Bojonegoro Gelar Minggu Kasih di Gereja Santo Paulus
  • Pemprov Jatim Minta Pusat Kaji Ulang Rencana Pengalihan Gaji ASN ke Koperasi Merah Putih
  • Bahaya Kol Goreng Mengintai, Dokter Gizi Beberkan Alternatif Lalapan Renyah dan Sehat
  • Gutanbo Fest 2026 Resmi Ditutup
  • Dorong Efisiensi Biaya dan Kelestarian Lahan, Pemkab Bojonegoro Kampanyekan Pertanian Ramah Lingkungan di Gutanbo Fest 2026
  • Rumah Anggota DPRD Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta
  • Dorong Regenerasi Petani dan Smart Farming, Pemkab Bojonegoro Ajak Gen Z Garap Ekosistem Pertanian Modern
  • Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026
  • Catatan Sejarah 18 Oktober
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 19 Oktober 2026
  • 2 Rumah di Kapas, Bojonegoro Terbakar, 2 Unit Motor dan Uang Tunai Rp 50 Juta Turut Terbakar
  • Ditinggal Pergi, Rumah Warga Banjarejo, Bojonegoro Kota Terbakar, Kerugian Capai Rp 250 Juta
  • Trik Aman Minum Kopi dan Teh Pagi Hari Tanpa Merusak Kesehatan Ginjal
  • Perkuat Perlindungan Buruh, Pemprov Jatim dan Polri Resmi Hadirkan Desk Ketenagakerjaan di Polres
Tertabrak Kereta Api Gumarang di Kalitidu, Bojonegoro, Warga Muara Enim, Sumatera Selatan Meninggal

Kecelakaan Kereta Api

Tertabrak Kereta Api Gumarang di Kalitidu, Bojonegoro, Warga Muara Enim, Sumatera Selatan Meninggal

Bojonegoro - Peristiwa orang tertemper kereta api terjadi di kilometer 108+100/200, antara Stasiun Tobo-Kalitidu, turut Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (15/01/2026) sekitar pukul 06.13 WIB.
 
Korban bernama Indra Saputra (29) warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
 
Sementara yang menabrak, Kereta Api Gumarang dengan nomor perjalanan 164, relasi Jakarta Pasarsenen-Surabaya Pasarturi.
 
 
Belum diketahui secara pasiti kronologi hingga korban tertabrak kereta api. Korban pertama kali ditemukan warga, tergeletak di sebelah selatan rel kereta api yang bukan merupakan perlintasan, dalam kondisi telah meninggal dunia.
 
Setelah dievakuasi, selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
 

Petugas saat lakukan evakuasi jenazah korban tertabrak kereta api di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kamis (15/01/2026) (Aset: Istimewa)

 
Kapolsek Kalitidu, Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi (AKP) Saefudinuri SH, dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa orang tertemper kereta api di jalur antara Stasiun Tobo dan Stasiun Kalitidu, turut Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
 
“Dari hasil identifikasi, korban bernama Indra Saputra, umur 29 tahun, warga Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan,” kata AKP Saefudinuri SH.
 
Kapolsek menjelaskan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada pada Kamis (15/01/2026) sekitar pukul 06.13 WIB, seorang warga desa setempat benama Pargono (50) mengetahui ada seseorang yang tergeletak di sebelah selatan rel kereta api, tepatnya di depan PT. Kobe turut Desa Talok Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, yang bukan merupakan perlintasan kereta api.
 
“Mengetahui perihal tersebut selanjutnya saksi memberitahukan kepada perangkat desa setempat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kalitidu.” tutur Kapolsek AKP Saefudinuri SH.
 
 
Kapolsek menambahkan bahwa pada saat petugas sampai di TKP, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Posisi korban saat ditemukan berada di selokan dekat jalur kereta api yang berjarak 10 meter dari lokasi korban tertabrak kereta api,” kata Kapolsek.
 
Dari hasil identifikasi diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, menggunakan hody berwana cokelat, kaus warna hitam, dan celana kain warna hitam. Pada saku celana ditemukan uang tunai sebesar Rp 22.000, satu bungkus rokok, dan satu buah korek api, serta membawa tas ransel berwarna biru navy berisikan HP warna hitam dan charger HP.
 
“Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUD dr Sosodoro Bojonegoro,” kata Kapolsek.
 
Sambil menunggu pihak keluarga, saat ini jenazah korban disimpan di Kamar Mayat RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.
 
“Kami sudah menghubungi pihak keluarga untuk menyerahkan jenazah korban,” kata Kapolsek AKP Saefudinuri SH.
 
 
 
Sementara itu, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini, dan turut menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.
 
“Penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, dan kami mengapresiasi langkah cepat seluruh petugas di lapangan yang memastikan keselamatan perjalanan KA serta penanganan korban,” ujar Mahendro Trang Bawono, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.
 
Menurutnya, begitu menerima informasi, petugas segera melakukan koordinasi cepat antara masinis KA 164 KA Gumarang, petugas di Stasiun Tobo dan Stasiun Kalitidu, tim pengamanan, serta petugas jalan rel.
 
“Berdasarkan laporan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), rangkaian dan lokomotif KA 164 Gumarang dinyatakan dalam kondisi aman sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali.” tutur Mahendro Trang Bawono.
 
 
Lebih lanjut KAI Daop 8 Surabaya kembali mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel karena merupakan area terbatas yang sangat berbahaya.
 
“Jalur kereta api hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta, bukan untuk pejalan kaki maupun aktivitas lainnya. KAI secara konsisten melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat.” kata Mahendro Trang Bawono. (red/imm)
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Banner Ucapan HJB ADS
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani, Pemkab Bojonegoro Gelar Gutanbo Fest 2026

Bojonegoro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 di Alun-Alun Bojonegoro pada Jumat (16/10/2026). Perhelatan dibuka ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

Hiburan

Film Digger,  Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Film Digger, Komedi Satir tentang Kekuatan Konspirasi Pengancam Lingkungan

Bojonegoro Sutradara kenamaan Alejandro Gonz lez I rritu kembali menggebrak dunia perfilman lewat karya terbarunya berjudul Digger. Mengusung genre komedi ...

1792559976.8572 at start, 1792559977.2972 at end, 0.44000315666199 sec elapsed