Gubernur Jatim Terima Apresiasi dari BMPS, Pastikan Setiap Anak Tak Boleh Kehilangan Masa Depan
Minggu, 25 Januari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam memajukan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kali ini, apresiasi datang dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW BMPS Jatim, Abdullah Sani, pada Sabtu (24/01/2026) yang bertepatan dengan pelantikan pengurus DPD BMPS kabupaten/kota se-Jatim periode 2025–2030 di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Surabaya.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas komitmen kuat Khofifah dalam mentransformasi sektor pendidikan melalui program Jatim Cerdas. Visi ini menekankan pemetaan bakat atau Talent DNA setiap anak untuk menggali potensi unik mereka, sehingga tidak ada satu pun generasi muda yang kehilangan kesempatan mengembangkan diri di masa depan.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan pentingnya pendekatan personal dalam pendidikan. Setiap anak memiliki hak untuk mengenyam pendidikan terbaik dan Pemerintah harus hadir untuk memastikan kelancarannya.
"Jatim Cerdas kita bangun dengan memastikan tidak ada satu pun anak kehilangan potensi masa depannya. Setiap anak memiliki kekuatan dan keunggulan yang harus kita temukan dan kembangkan bersama," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak anak memiliki bakat besar yang belum tergali, sehingga melalui pemetaan Talent DNA—yang dilakukan bekerja sama dengan ESQ Corp—setiap siswa diharapkan mendapatkan arah dan peluang yang jelas untuk menguasai masa depannya.
Lebih lanjut, Khofifah menyatakan kesiapan Jawa Timur menjadi lumbung talenta digital nasional. Provinsi ini menjadi yang pertama menjalin kemitraan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), termasuk melatih ribuan guru dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 2.600 guru telah mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja digital yang kompeten dan siap bersaing di era teknologi.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter. Khofifah menekankan bahwa keberagaman harus dijadikan kekuatan sejak dini, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, melalui pembiasaan saling menghormati dan menghargai lintas agama serta budaya.
"Harmoni itu harus dibangun sejak usia dini... Inilah kekuatan Indonesia," katanya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Jatim berharap dapat menghasilkan generasi unggul yang tidak hanya mahir di bidang digital, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Penghargaan dari BMPS ini semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pionir dalam pengembangan talenta nasional, baik di ranah konvensional maupun digital.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






