Sektor Pertanian Blora Raih Apresiasi Nasional, Bupati Arief Rohman Terima Penghargaan Padi Organik dari Kemendes PDTT
Senin, 19 Januari 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora – Pemerintah Kabupaten Blora kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah yang memiliki komitmen kuat dalam pembangunan berbasis desa dan pertanian. Dalam sebuah seremoni yang digelar di Kabupaten Boyolali pada Sabtu (17/01/2026 lalu, Bupati Blora Arief Rohman secara resmi menerima penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Penghargaan tersebut diberikan khusus atas keberhasilan Blora dalam memelopori dan mengembangkan budidaya padi organik di tingkat perdesaan.
Apresiasi berskala nasional ini diberikan di tengah momentum peringatan Hari Desa Nasional, sebuah ajang yang menjadi barometer keberhasilan inovasi desa di seluruh Indonesia. Terpilihnya Kabupaten Blora sebagai penerima penghargaan tidak terlepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam melakukan pendampingan kepada kelompok tani serta optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman menekankan bahwa pencapaian ini merupakan representasi dari dedikasi para petani Blora yang berani melakukan transformasi pola tanam. Menurutnya, beralih dari pertanian konvensional ke sistem organik bukanlah perkara mudah karena membutuhkan perubahan pola pikir dan kesabaran dalam merawat ekosistem tanah. Namun, hasil yang didapatkan terbukti jauh lebih menguntungkan baik secara ekonomi maupun kesehatan lingkungan.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh petani di Kabupaten Blora yang terus berinovasi, khususnya dalam mengembangkan padi organik. Semoga ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus memajukan sektor pertanian,” ujar Arief Rohman.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa pengembangan padi organik di Blora telah melalui berbagai tahapan mulai dari pemurnian lahan hingga sertifikasi produk agar memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Melalui pembinaan yang dilakukan oleh dinas terkait serta dukungan dari pemerintah desa, kini beberapa wilayah di Blora telah mampu menghasilkan beras organik berkualitas tinggi yang permintaan pasarnya terus meningkat secara konsisten.
Selain meningkatkan nilai jual hasil panen, sistem pertanian organik ini dinilai selaras dengan agenda global dalam menjaga keberlanjutan alam. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida sintetis, para petani di Blora turut berperan dalam menjaga ketersediaan air dan kualitas tanah bagi generasi mendatang. Hal inilah yang menjadi salah satu poin krusial dalam penilaian yang dilakukan oleh Kemendes PDTT.
“Kami sampaikan terima kasih kepada jajaran Kemendes PDTT atas apresiasi ini. Kedepan, kami akan terus memperluas kawasan pertanian organik di desa-desa lainnya agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Blora untuk menggali potensi lokal mereka masing-masing. Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk infrastruktur pengairan, ketersediaan pupuk organik, hingga akses permodalan dan pemasaran produk unggulan desa.
Keberhasilan ini juga mempertegas posisi Blora sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah yang tidak hanya mengejar target produksi semata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan petani melalui diversifikasi produk bernilai tambah. Di bawah kepemimpinan Arief Rohman, transformasi pertanian diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi yang tangguh di tingkat akar rumput, sejalan dengan visi membangun Indonesia dari pinggiran.(red/toh)















.sm.jpg)















.md.jpg)






