Tampung Keluhan Warga, Pemkab Bojonegoro Kembali Gelar Dialog 'Sapa Bupati'
Selasa, 20 Januari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan "SAPA BUPATI". Acara yang berlangsung di Pendopo Malowopati pada Senin (19/01/2026) ini menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari infrastruktur jalan hingga program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, hadir langsung untuk mendengarkan dan menjawab aspirasi masyarakat secara terbuka. Dalam dialog tersebut, sejumlah warga memanfaatkan momen ini untuk melaporkan kondisi riil di lapangan.
Salah satu aspirasi datang dari Fauzan, warga Desa Klepek, Kecamatan Kapas, yang melaporkan adanya jalan desa sepanjang 50 meter yang tergerus aliran anak Sungai Pacal. Selain itu, ia berharap pemerintah melakukan peningkatan pada Jalan Usaha Tani (JUT) untuk membantu menekan biaya angkut hasil panen petani.
Sementara itu, Istain Manaf dari Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, menyoroti minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di akses menuju Desa Wadang serta mendorong transparansi pemerintah melalui penguatan kanal aspirasi digital.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Setyo Wahono memberikan respon cepat. Terkait masalah RTLH yang dikeluhkan warga Desa Talok, Bupati langsung menginstruksikan jajaran Camat untuk mengecek kondisi rumah warga yang bersangkutan agar bisa segera mendapatkan bantuan program pembangunan.
"Untuk masalah PJU, Pak Kades bisa mengajukan proposal kepada kami. Nanti akan kami telaah dan pasti akan kami tindak lanjuti," tegas Bupati Wahono.
Terkait perbaikan jalan yang rusak akibat terkikis sungai, Bupati meminta Kepala Desa berkoordinasi dengan Camat setempat. Beliau menekankan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Selain masalah infrastruktur, dialog ini juga membahas isu sosial lainnya seperti pemasangan stiker keluarga miskin untuk akurasi data, dukungan bagi kelompok disabilitas melalui galeri dan promosi produk, serta penyediaan alat pendukung kemandirian.
Bupati Wahono berharap melalui program SAPA BUPATI ini, pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran dalam mengambil kebijakan. "Harapan kami, Bojonegoro menjadi kabupaten yang maju, bahagia, makmur, dan membanggakan," pungkasnya.(red/toh)


















.sm.jpg)












.md.jpg)






