Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Terasa hingga Bojonegoro
Jumat, 06 Februari 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah pesisir selatan Jawa, tepatnya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, Jumat (06/02/2026) pukul 01.06 WIB. Gempa tidak menimbulkan tsunami, akan tetapi getarannya terasa hingga di beberapa daerah, termasuk Bojonegoro.
Seorang warga Bojonegoro, Masamah (64) mengaku terbangun pada dini hari karena merasa tempat tidur di kamarnya bergetar.
"Saya bangun merasa tempat tidur saya bergoyang, kabel dan lampu di tengah ruangan juga bergerak-gerak, saya lihat jam pukul satu dini hari," ungkapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di laut, sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan, dengan koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT. Kedalaman hiposenter gempa mencapai 58 kilometer, tergolong gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa ini berjenis megathrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Bantul dan Sleman (skala IV MMI), di mana banyak warga terbangun dan merasakan getaran signifikan. Di sebagian besar pantai selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah, intensitas mencapai III MMI.
Getaran juga terasa hingga wilayah utara Jawa, termasuk Bojonegoro, Tuban, dan Jepara dengan intensitas lebih lemah (skala II MMI), berupa guncangan sekelebat yang membuat benda ringan bergoyang. Beberapa warga di daerah tersebut melaporkan terbangun dari tidur akibat gempa.
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan tidak ada ancaman gelombang tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik. Hingga saat ini, BMKG mencatat telah terjadi puluhan gempa susulan dengan kekuatan di bawah magnitudo 5,0, dan trennya menunjukkan pelemahan.
Dampak gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Pacitan, Bantul, dan daerah sekitar, termasuk rumah rusak ringan hingga berat, serta laporan korban luka-luka di beberapa kabupaten. BPBD setempat masih melakukan pendataan lengkap kerusakan dan korban.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Jika merasakan guncangan kuat, segera lakukan evakuasi ke tempat aman dan hindari area dekat pantai meski tanpa potensi tsunami.
BMKG terus memantau perkembangan dan akan memberikan update jika ada perubahan signifikan. (red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






