Longsor Bantaran Sungai Bengawan Solo, Tujuh Rumah Warga Sarirejo Rawan Ambruk
Selasa, 27 Januari 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Tujuh rumah warga terancam amblas akibat tanah longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Karangwaru, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh naik turunnya debit air Sungai Bengawan Solo yang menyebabkan abrasi serta pergerakan tanah di sepanjang tepi sungai.
“Kondisi ini berdampak langsung pada rumah warga yang kini jaraknya sangat dekat dengan bibir sungai. Bahkan, ada rumah yang posisinya sudah tepat di tepi sungai atau nol meter,” ujar Agus.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Bojonegoro segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako kepada warga terdampak.
“Kami telah melakukan asesmen di lapangan dan menyerahkan bantuan awal kepada warga. Kami juga menyarankan pemerintah desa segera mengajukan surat permohonan penanganan kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan ke BPBD, Dinas PU SDA, dan BBWS,” tambahnya.
Agus merinci, tujuh rumah yang terdampak longsor masing-masing milik Rasmadi, Anim Suroto, Sutamah, Rumini, Sudirman, Nurkalim, dan Suwarno. Sebagian rumah kini berada tepat di bibir sungai, sementara warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing meski dalam kondisi rawan.
“Untuk sementara, dua warga telah mengungsi, yakni Bapak Rasmadi ke lahan milik pribadi dan Bapak Sudirman ke rumah yang berada di dekat Balai Desa Sarirejo. Sementara warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing,” jelasnya.
BPBD Bojonegoro mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat debit air sungai mengalami peningkatan.(red/toh
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































.md.jpg)






