Peristiwa Orang Tenggelam
Hendak Buang Air di Sungai Bengawan Solo, Warga Kradenan, Blora Dilaporkan Tenggelam
Senin, 19 Januari 2026 13:00 WIBOleh Alfansya
Bojonegoro - Seorang nenek bernama Dami (50), warga Dusun Ngandong, Desa Nglebak RT 001 RW 004, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo di desa setempat. Minggu malam (18/01/2026).
Dari data yang dihimpun, sebelum dilaporkan tenggelam korban berangkat ke Sungai Bengawan Solo dengan maksud untuk buang air besar (BAB). Namun, saat berada di tepi sungai, korban diduga terpeleset sehingga terjatuh ke dalam sungai dan tenggelam.
Saat ini, Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora bersama warga dan aparat terkait, sedang melakukan pencarian, namun hingga berita ini ditayangan Senin (19/01/2026) pukul 13.00 WIB, korban masih belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan saat lakukan persiapan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Senin (19/01/2026). (Aset: Istimewa)
Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops)Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Agung Tri, menjelaskan peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.
"Menurut keterangan yang dihimpun petugas, korban pamit menuju tepi Sungai Bengawan Solo dengan maksud untuk buang air besar (BAB). Namun, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terpeleset hingga jatuh ke dalam aliran sungai yang arusnya cukup deras," tutur Agung Tri. Senin (19/01/2026).
Menurutnya, hingga Senin (19/1/2026) pukul 11.30 WIB, status korban dinyatakan masih dalam pencarianTim (SAR) Gabungan, dan BPBD Kabupaten Blora bersama sejumlah relawan dan instansi terkait telah mendirikan posko dan melakukan asesmen di lokasi kejadian.
“Sebanyak tiga regu Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir sungai,” tutur Agung Tri.
Adapun rincian pencarian adalah, SRU 1 (TRC BPBD & SAR PAM): Melakukan pencarian dari titik awal kejadian hingga radius 5 km ke arah hilir; SRU 2 (Cepu Adventure dan Tagana Blora): Melakukan penyisiran hingga radius 1 km dari lokasi awal; SRU 3 (SAR MTA): Fokus melakukan pemantauan dan pencarian dalam radius 500 meter dari titik diduga korban jatuh.
Masih menurut Agung bahwa BPBD juga terus berkoordinasi dengan lintas terkait untuk menentukan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi cuaca dan arus sungai di lapangan.
“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar bantaran Bengawan Solo, terutama mengingat kondisi medan yang licin.” kata Agung Tri.
Sementara itu, cucu korban Rita Endrayana, mengatakan bahwa neneknya pada Minggu sore (18/01/2026) pergi ke bantaran Sungai Bengawan Solo dan tidak ada kembali.
"Sekitaran jam 19.00 dan saat dicari hanya ada baju yang tertinggal, mohon kalau di wilayah Mendenrejo, Cepu, dan Bojonegoro ada yang melihat bisa menghubungi keluarga," kata Rita Endrayana. (alf/imm)
Penulis: Alfansya
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo