Ribuan Nahdliyin Bojonegoro Ikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
Senin, 09 Februari 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Sebanyak 2.400 lebih jemaah asal Kabupaten Bojonegoro turut menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu (07/02/2026). Rombongan Nahdliyin Bojonegoro berangkat pada Sabtu (06/02/2025) sore. Rombongan ini diberangkatkan menggunakan armada besar yang terdiri dari 33 bus dan 40 unit Elf, menjadikan Bojonegoro salah satu daerah penyumbang jemaah terbanyak dalam gelaran akbar tersebut, setelah Malang, Kediri, dan Probolinggo.
Pelepasan rombongan dilakukan secara resmi oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi. Acara pelepasan berlangsung di wilayah setempat sebelum keberangkatan pada Sabtu (06/02/2025) sore pukul 15.00 WIB.
Ketua Panitia Pemberangkatan Rombongan PCNU Bojonegoro, Hasan Bisri, mengungkapkan antusiasme warga Nahdliyin Bojonegoro sangat tinggi hingga jumlah jemaah mencapai 2.414 orang, jauh melampaui kuota awal. “Kita tidak bisa membatasi, hanya bisa mengkoordinir,” katanya.
Hasan Bisri mengatakan, rombongan nahdliyin Bojonegoro dikawal dari pemberangkatan hingga pulang kembali oleh Polres Bojonegoro, sehingga bisa aman dan kondusif.
Koordinator Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Baureno, Arinal Haq, menjelaskan bahwa pemberangkatan dibagi dalam tiga titik pengawalan utama, yaitu dari MWC NU Baureno, PCNU Bojonegoro, serta wilayah Padangan. Proses ini didahului dengan pendataan lengkap dari seluruh MWC di bawah naungan PCNU Bojonegoro untuk memastikan koordinasi yang tertib dan efisien.
“Sebelum berangkat, kami mengumpulkan data dari seluruh MWC se-PCNU Bojonegoro. Dari situ ditentukan titik-titik kumpul agar pemberangkatan bisa dilakukan bersama-sama dan lebih teratur,” ujar Arinal saat ditemui di Universitas Negeri Malang.
Arinal berharap kegiatan Mujahadah Kubro ini menjadi momentum kebangkitan semangat warga Nahdliyin. “Bagi warga NU, Mujahadah Kubro ini memberi semangat baru. Setelah 100 tahun NU berdiri, harapannya di abad kedua ini semangat ke-NU-an semakin bangkit dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi bangsa,” katanya.
Dalam pesannya, Bupati Setyo Wahono mengingatkan para jemaah untuk menjaga adab, norma, dan kepatuhan terhadap aturan selama perjalanan maupun di lokasi acara. Ia menekankan bahwa sikap dan perilaku jemaah akan mencerminkan nama baik daerah serta organisasi NU.
“Kalau menjadi tamu, jadilah tamu yang baik. Kalau adab tidak dijaga, bukan hanya Bapak Ibu yang terdampak, tetapi seluruh masyarakat Bojonegoro dan khususnya warga Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kapolres AKBP Afrian Satya Permadi menyoroti keselamatan berlalu lintas. Ia meminta jemaah aktif mengingatkan pengemudi rombongan agar tidak ngebut dan selalu mengutamakan keselamatan.
“Kalau supirnya ngebut, jangan malah dipanas-panasi. Diingatkan saja agar hati-hati. Keselamatan itu yang utama,” pesannya. Ia juga mengingatkan kondisi lalu lintas di Malang yang relatif padat, sehingga saling menjaga satu sama lain menjadi kunci agar rombongan tiba dan pulang dengan selamat.
Rombongan Nahdliyin Bojonegoro berangkat hingga kembali pulang dengan selamat. Gelaran Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU ini menjadi puncak peringatan PWNU Jawa Timur, diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah, dengan fokus pada doa bersama, dzikir, dan penguatan spiritual untuk keselamatan bangsa.(red/imm)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo































.md.jpg)






