Peristiwa Orang Tenggelam
Cari Ikan, Seorang Warga Malo Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Purwosari, Bojonegoro
Rabu, 11 Maret 2026 20:30 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Seorang laki-laki bernama Djuwadi (42), warga Desa Dukohlor RT 013 RW 007, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tenggelam di aliran Bengawan Solo, tepatnya di muara Sungai Prudung, turut Dusun Korgan, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rabu (11/03/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Sebelum dilaporkan tenggelam, dua orang penambang perahu penyeberangan melihat korban berangkat untuk mencari ikan di aliran Sungai Bengawan Solo, dengan cara menggunakan setrum listrik dan menggunakan perahu kayu.
Namun sekitar satu berikutnya, kedua saksi hanya melihat perahu dan alat setrum listrik milik korban, tetapi tidak melihat keberadaan korban, sehingga diduga korban tenggelam.
Sejak dilaporkan tenggelam, Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bersama TNI, Polri, Relawan, Pemerintah Desa, dan warga setempat telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga malam hari, korban belum ditemukan, sehingga pencarian untuk sementar dihentikan dan akan dilanjutkan pada Kamis pagi (12/03/2026).
Petugas, saat lakukan olah TKP di lokasi korban tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (11/03/2026) (Aset: Istimewa)
Kapolsek Purwosari, Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subeki, dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya orang yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di muara Sungai Prudung, turut Dusun Korgan, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
“Korban bernama Djuwadi (42), warga Desa Dukohlor RT 013 RW 007, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro,” tutur Kapolsek AKP Subeki.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, kronologi kejadian tersebut bermula pada Rabu (11/03/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, dua orang penambang atau p[enyeberangan perahu melihat korban Djuwadi berangkat untuk mencari ikan dengan cara menggunakan setrum listrik dan menggunakan perahu kayu di aliran Sungai Bengawan Solo.
Namun sekitar pukul 08.00 WIB kedua saksi sudah tidak melihat keberadaan korban, dan hanya melihat perahu kayu serta alat setrum listrik milik korban dengan kondisi setrum listrik masih menyala, sehingga diduga korban tenggelam.
“Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan pada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Purwosari, sambil meminta bantuan pada BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan pencarian terhadap korban.” tutur AKP Subeki.
Kapolsek menambahkan bahwa Tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro bersama TNI, Polri, Relawan, Pemerintah Desa dan warga setempat telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan, sehingga pencarian untuk sementar dihentikan.
“Korban hingga saat ini belum ditemukan dan pencarian akan dilanjutkan pada Kamis pagi (12/03/2026),” kata Kapolsek AKP Subeki. (red/imm)
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo