10 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar di Dunia
Minggu, 12 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Daftar 10 negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia menempatkan Indonesia sebagai pemimpin pasar global yang tak tergoyahkan. Berdasarkan data terbaru dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), minyak sawit atau Palm Oil tetap menjadi komoditas nabati paling vital yang digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, produk industri, hingga bahan bakar nabati (biofuel).
Dalam laporan USDA per 2026, total produksi global sangat bergantung pada kontribusi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Indonesia sendiri memproduksi hingga 46,7 juta metrik ton yang mencakup sekitar 58 persen dari total output dunia.
Industri kelapa sawit memiliki peran strategis secara ekonomi, tetapi sering kali menghadapi tantangan lingkungan. Melansir berbagai sumber, ekspansi lahan sawit kerap dikaitkan dengan isu deforestasi dan ancaman terhadap satwa endemik seperti gajah Sumatra dan orangutan.
Meski demikian, ketergantungan dunia terhadap minyak sawit tetap tinggi karena efisiensi produksinya yang jauh lebih besar dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya. Melansir data USDA, berikut adalah negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia:
Daftar 10 Negara Penghasil Minyak Sawit Terbesar di Dunia
1. Indonesia
Sebagai pemuncak dalam daftar 10 negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia mencatatkan volume produksi sebesar 46,7 juta ton. Merujuk pada data Kementerian Pertanian RI, luas perkebunan sawit di tanah air mencapai 16,83 juta hektare.
2. Malaysia
Negara tetangga, Malaysia menempati urutan kedua dengan produksi mencapai 20,2 juta ton. Mengutip informasi dari Malaysian Palm Oil Green Conservation Foundation, per Desember 2022, luas lahan sawit di Malaysia mencapai 5,67 juta hektare.
3. Thailand
Thailand menyumbang sekitar 4% dari produksi dunia dengan total 3,38 juta ton. Sentra produksi utamanya berada di wilayah selatan seperti Surat Thani dan Krabi.
Dilansir dari laporan industri setempat, Thailand menunjukkan komitmen keberlanjutan melalui 19 kelompok petani yang telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
4. Kolombia
Di wilayah Amerika Latin, Kolombia memimpin dengan produksi 2 juta ton. Berdasarkan data dari Fedepalma, Kolombia mengelola lahan seluas 609.142 hektare. Pihak otoritas setempat menekankan bahwa perkebunan mereka dikelola dengan menjaga jarak dari kawasan hutan hujan Amazon guna menghindari isu perusakan lingkungan.
5. Nigeria
Nigeria merupakan produsen terbesar di Afrika dengan angka 1,5 juta ton. Berdasarkan catatan sejarah, Nigeria sebenarnya adalah raja sawit dunia pada era 1950-an sebesar 40%. Namun, posisinya kini merosot hingga hanya menyumbang 2% dari produksi global, bahkan harus mengeluarkan dana sekitar 600 juta dolar AS per tahun untuk mengimpor minyak sawit demi mencukupi kebutuhan domestik.
6. Guatemala
Guatemala mencatatkan produksi sebesar 995.000 ton atau sekitar 1% dari total dunia. Kendati produksinya signifikan, perkembangan industri di sini dilaporkan sering bersinggungan dengan wilayah masyarakat adat Suku Maya yang menjadi tantangan sosial tersendiri bagi pemerintah setempat.
7. Papua Nugini
Meskipun hanya memiliki luas lahan sekitar 130.000 hektare, Papua Nugini sangat efisien dengan memproduksi 830.000 ton sekitar 1% dari total dunia. Perkebunan sawit di negara ini menjadi tulang punggung ekonomi yang menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 200.000 warga dan menyumbang ratusan juta dolar AS bagi pendapatan ekspor negara.
8. Brasil
Brasil menempati peringkat ke-8 dengan estimasi produksi 650.000 ton atau sekitar 0,81%. Merujuk pada data Abrapalma, mayoritas produksi (sekitar 85%) terpusat di negara bagian Para dengan luas lahan tanam mencapai 207.000 hektare.
9. Pantai Gading (Cote d'Ivoire)
Selain dikenal sebagai eksportir kakao, Pantai Gading memproduksi 630.000 ton minyak sawit atau 0,78% dari total dunia. Angka ini menjadikan mereka produsen terbesar kedua di Benua Afrika setelah Nigeria, sekaligus memperkuat diversifikasi komoditas ekspor mereka.
10. Honduras
Menutup daftar sepuluh besar, Honduras menghasilkan sekitar 620.000 ton atau 0,77% dari total dunia. Sektor ini menyumbang hampir 4% dari total ekspor nasional dengan nilai ekonomi mencapai 334 juta dolar AS, serta 60% produksinya dikelola oleh petani skala kecil.






































