15 Mei dalam Sejarah
Jumat, 15 Mei 2026 08:00 WIBOleh Tim Redaksi
-
1998: Tragedi Mei dan Suasana Mencekam di Jakarta – Pada 15 Mei 1998, Jakarta berada dalam kondisi lumpuh setelah kerusuhan besar yang terjadi sehari sebelumnya. Presiden Soeharto yang saat itu sedang berada di Mesir memutuskan untuk mempercepat kepulangannya ke tanah air karena situasi nasional yang semakin tidak terkendali.
-
1923: Pendirian Rumah Sakit Mata Cicendo – Rumah sakit mata tertua di Indonesia ini diresmikan di Bandung dengan nama Koningin Wilhelmina Ooglijdersgasthuis.
-
1948: Dimulainya Perang Arab-Israel Pertama – Sehari setelah Israel memproklamasikan kemerdekaannya, negara-negara Arab (Mesir, Yordania, Suriah, dan Irak) melakukan invasi, yang menandai awal dari konflik bersenjata berkepanjangan di wilayah tersebut.
-
1955: Penandatanganan Perjanjian Negara Austria – Perjanjian ini mengakhiri pendudukan Sekutu di Austria setelah Perang Dunia II dan menetapkan Austria sebagai negara yang merdeka dan netral.
-
1928: Penampilan Pertama Mickey Mouse – Karakter ikonik Walt Disney, Mickey Mouse, muncul untuk pertama kalinya dalam film bisu pendek berjudul Plane Crazy. Namun, ia baru meraih kesuksesan besar melalui film bersuara Steamboat Willie di tahun yang sama.
-
1940: McDonald's Pertama Dibuka – Richard dan Maurice McDonald membuka restoran pertama mereka di San Bernardino, California, yang kelak akan menjadi jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia.
-
1859: Lahirnya Pierre Curie – Fisikawan asal Prancis peraih Nobel yang juga suami dari Marie Curie. Ia dikenal atas penemuannya di bidang radioaktivitas.
-
1915: Lahirnya Paul Samuelson – Ekonom Amerika pertama yang memenangkan Hadiah Nobel Ekonomi; karyanya menjadi dasar bagi banyak teori ekonomi makro modern.
-
Hari Keluarga Internasional – Ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1993 untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu-isul yang berkaitan dengan keluarga dan proses sosial-ekonomi yang mempengaruhi unit keluarga.
-
Hari Nakba (Palestine) – Diperingati oleh warga Palestina untuk mengenang peristiwa pengusiran dan kehilangan tanah air mereka saat perang tahun 1948.






































