Sinergi Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Pelaku Usaha Disabilitas di Dander
Kamis, 04 Juni 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama sejumlah instansi akademis dan sosial meresmikan program strategis untuk memacu produktivitas kelompok disabilitas, Rabu (03/06/2026). Agenda ini diwujudkan lewat pembukaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang berfokus pada pengembangan produk kesehatan bersertifikasi medis. Langkah kolaboratif yang dipusatkan di Balai Desa Dander tersebut mendapatkan dukungan pembiayaan langsung dari DPPM DIKTI – LLDIKTI Wilayah VII melalui LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro.
Kegiatan bertajuk Pemberdayaan dan Peningkatan UKM Disabilitas Dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine ini dihadiri oleh jajaran petinggi kampus, perangkat desa, serta perwakilan dinas terkait. Sinergi ini dirancang untuk memberikan pendampingan usaha secara menyeluruh, mulai dari aspek standardisasi produk, tata kelola manajemen, hingga perluasan akses pasar.
Saat sesi diskusi bersama para undangan yang hadir, perwakilan anggota PPDI Balen Munari menyampaikan masukan langsung mengenai perlunya optimalisasi sarana pendukung bagi para pelaku usaha kecil di lapangan.
"Pemberdayaan dan Peningkatan UKM Disabilitas Dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine," kata panitia saat membuka acara yang memicu dialog interaktif antarperserta tersebut.
Merespons aspirasi dari perwakilan penyandang disabilitas, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bojonegoro Nafiatin Ni'mah memastikan bahwa instansinya akan terus mengawal perkembangan program ini secara berkelanjutan. Langkah konkret yang disiapkan ke depan adalah menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi perangkat daerah guna membuka ruang-ruang pelatihan kerja yang lebih variatif.
"Pemberdayaan dan Peningkatan UKM Disabilitas Dalam Mengembangkan Inovasi Produk Herbal Berbasis Evidence Based Medicine," menjadi landasan utama bagi Dinsos untuk terus menaikkan kelas usaha mikro yang dikelola oleh kelompok rentan agar mampu bersaing secara mandiri di pasar luas.
Melalui komitmen bersama ini, diharapkan para pelaku usaha disabilitas di Bojonegoro tidak hanya mendapatkan bantuan modal fisik, tetapi juga memperoleh bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni. Pendekatan berbasis pembuktian ilmiah pada produk herbal diyakini bakal menjadi nilai jual lebih yang dapat mendongkrak kesejahteraan ekonomi para peserta secara jangka panjang.






































