Di Rakor MUI, Kapolres Tekankan Berita Penculikan di Bojonegoro adalah Hoax
Sabtu, 25 Maret 2017 19:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro – Dalam kesempatan Rakor Majelis Ulama Indonesia Bojonegoro pagi tadi, Sabtu (25/03/2017) pukul 10.00 WIB di aua Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Sukosewu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi menekankan kembali bahwa berita mengenai penculikan anak yang beredar di masyarakat di Bojonegoro belakangan ini adalah palsu alias hoax.
"Berita tentang penculikan anak di Kabupaten Bojonegoro itu tidak benar,” begitu Kapolres menegaskan di depan banyak tokoh yang hadir dalam rakor tersebut.
Nampak hadir dalam rakor tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf. M. Harry Subagyo dan dihadiri oleh Wakil Ketua MUI Kabupaten Bojoneoro KH. Alamul Huda, Kepala Depag Bojonegoro Munir, Camat Sukosewu, seluruh Kapala Desa di Kecamatan Sukosewu serta seluruh ulama yang ada di 6 Kecamatan yaitu, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Balen, Kecamatan Kapas, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Ngasem.
Kapolres mengajak spara ulama di Bojonegoro untuk berperan aktif menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa dengan tetap menjaga keutuhan NKRI berlandaskan 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI.
Dalam memelihara Kamtibmas, Polri tidak bisa bekerja sendiri perlu adanya bantuan dari seluruh elemen masyarakat, terutama ulama. Ulama, kata Kapolres, diharapkan bisa bersinergi dengan Kepolisian dalam memerangi kriminal di Bojonegoro, mulai dari narkoba, penyebaran berita-berita penuh hasutan atau ujaran kebencian dan berita hoax yang disebarkan melalui medsos. Ulama juga sangat penting dalam menangkal ancaman terorisme dan radikalisme yang makin marak dewasa ini.
"Antisipasi ancaman intoleransi, dimana pada ulama diharapkan mampu untuk memberikan contoh untuk hidup berdampingan dengan agama lain dengan penuh keharmonisan dan toleransi,” imbuh Kapolres. (her/moha)












































.md.jpg)






