Ribuan Petani Tebu Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut Bulog Segera Perbaiki Pabrik GMM
Jumat, 03 April 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Blora – Ribuan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Alun-Alun Blora pada Kamis (02/04/2026). Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh mandeknya operasional pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) yang berlokasi di Kecamatan Todanan.
PT GMM sendiri adalah anak perusahaan Perum Bulog yang beroperasi dalam industri pergulaan serta diberi amanat untuk turut serta dalam usaha pemerintah dalam mencapai swasembada gula nasional. Perusahan ini menjadi representasi Perum Bulog dalam bidang industri pergulaan nasional.
Ribuan Massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan 200 truk yang dilengkapi pengeras suara (sound system), serta sejumlah traktor besar.
Dalam aksi tersebut truk-truk dihiasi batang tebu dan berbagai spanduk tuntutan yang ditujukan kepada Bulog dan Pemerintah Pusat.
Ketua APTRI Blora, Sunoto, dalam orasinya menyampaikan beberapa poin krusial yang menjadi tuntutan para petani yakni mendesak agar PG PT GMM segera dibenahi dan dioperasikan kembali agar petani tidak terus merugi. Para petani menuntut penggantian seluruh manajemen PT GMM dengan tenaga profesional.
Massa juga meminta Dirut Bulog Pusat untuk menyerahkan pengelolaan pabrik kepada pihak lain atau menjualnya jika Bulog tidak sanggup mengelola, demi menyelamatkan nasib petani Blora.
Massa menilai kondisi mandeknya pabrik bertolak belakang dengan program Presiden Prabowo yang menargetkan swasembada gula pada tahun 2027.
"Tujuan kita tidak lain adalah agar apa yang kita sampaikan hari ini Bapak Dirut mendengar dan merealisasikan. Bapak Presiden juga biar mendengar keluhan rakyatnya," ujar Sunoto di tengah massa aksi.
Dalam aksi ini polres Blora terjunkan personel gabungan TNI-Polri untuk mengawal aksi penyampaian aspirasi DPC APTRI Kabupaten Blora terkait operasional PG GMM di Alun-Alun Blora.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengedepankan pendekatan humanis dan menjamin tidak ada personel yang membawa senjata api.
"Tugas kita melaksanakan pelayanan dengan humanis. Tidak ada tindakan represif, baik di rute maupun di lokasi kegiatan. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab," tegas AKBP Wawan Andi Susanto didampingi Wakapolres Kompol Slamet Riyanto.
Sinergi Polres Blora dan Kodim 0721/Blora ini bertujuan memastikan aksi damai para petani tebu berjalan tertib, aman, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat umum.
Meskipun sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat keamanan, situasi secara umum tetap terkendali. AKBP Wawan Andi Susanto menyatakan bahwa insiden kecil tersebut dipicu oleh cuaca panas dan semangat para petani dalam menyampaikan aspirasi.
Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 12.00 WIB setelah menyampaikan aspirasi mereka di depan rumah dinas Bupati Blora.
Reporter: Tim Redaksi, Editor: Mohamad Tohir, Publisher: Mohamad Tohir












































.md.jpg)






