Peristiwa Orang Tersengat Listrik
Tersengat Listrik Saat Tebang Pohon di Gondang, Bojonegoro, Warga Nganjuk Meninggal
Selasa, 10 Maret 2026 21:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Seorang laki-laki meninggal dunia tersengat listrik saat memotong atau menebang pohon sukun di pekarangan rumah milik Kirno, yang berlokasi di Dusun Dodol, Desa Pajeng RT 020 RW 004, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (10/03/2026).
Korban bernama Marwan (47), warga Desa Wengkal RT 007 RW 002, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Sebelumnya, rekan korban yang bermana Mursimin membeli beberapa pohon sukun milik Kirno dan korban diminta untuk memotong atau menebang pohon-pohon tersebut. Namun saat memotong cabang pohon sukun yang tinggi, korban tersengat aliran listrik PLN.
Beberapa saat kemudian, rekan korban mengetahui bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas pohon sukun dengan posisi tubuhnya terjepit di antara dahan pohon.
Setelah berhasil dievakuasi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Pos Temayang, mayat korban dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan labih lanjut.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Petugas saat evakuasi korban tersengat listrik di Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selasa (10/03/2026). (Aset: Istimewa)
Kapolsek Gondang, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Adi Tenggani SH, menjelaskan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Selasa (10/03/2026) sekitar pukul 14.00 WIB korban bersama dengan rekannya yang bernama Mursimin berangkat menuju ke pekarangan milik Kirno yang berada di Dusun Dodol, Desa Pajeng RT 020 RW 004, Kecamatan Gondang untuk menebang beberapa pohon sukun yang telah dibeli oleh Mursiman dari pemiliknya, yaitu Kirno.
“Selanjutnya sekitar pukul 15.20 WIB korban melakukan kegiatan penebangan beberapa pohon sukun tersebut,” tutur Kapolsek AKP Bambang Adi Tenggani SH.
Kapolsek menjelaskan bahwa korban menebang pohon dengan cara memanjat dan penebangan dimulai dari memotong ranting atau dahan pohon. Namun diduga karena ketidaktahuan bahwa pohon tersebut berada dekat dengan kabel listrik PLN, sehingga pada saat melakukan pemotongan dahan pohon tersebut mengenai kabel listrik, sehingga korban tersengat listrik hingga meninggal dunia.
Saat korban melakukan pemotongan tersebut, lanjut Kapolsek, rekan korban tidak mengawasi secara langsung atau menunggu di tempat yang agak jauh. Hingga sekitar pukul 16.10 WIB, rekan korban tersebut tidak mendengar adanya kegiatan pemotongan pohon sehingga segera melakukan pengtecekan.
“Saat dilakukan pengecekan, diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas pohon dukun dengan posisi tubuh terjepit di antara dahan pohon.” kata Kapolsek.
Setelah mendapat laporan, Kaposek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.
“Korban baru bisa dievakuasi sekita pukul 20.00 WIB dikarenakan pohon sukun yang tinggi, dengan bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelaatan Pos Temayang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro,” kata Kaposek.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri korban jenis kelamin laki-laki, perawakan sedang, memakai celana pendek warna hitam, dan memakai topi. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Gondang, terdapat bekas luka bakar di tangan, dada, dan lutut, serta tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Petugas Puskesmas Gondang bahwa korban murni meninggal karena tersengat aliran listrik,” kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek bahwa pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah karena tersengat listrik yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
“Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.” kata Kapolsek AKP Bambang Adi Tenggani SH. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo